
Sorot mata Da Xia terlihat serius ketika akan mengatakan syarat yang harus dipenuhi oleh Fang Yin.
'Aku merasa seperti sedang berada di depan polisi yang akan melakukan interogasi padaku. Kenapa kak Da Xia menatapku begitu serius?' Fang Yin memberanikan diri untuk membalas tatapan Da Xia.
Tidak ingin mengulur waktu lagi, Da Xia akhirnya mengutarakan syarat yang dia ajukan. Syarat itu hanyalah sebuah pertanyaan untuk Fang Yin. Da Xia menanyakan apakah Fang Yin berasal dari suku es.
Tidak bisa berkelit lagi. Fang Yin akhirnya mengakui jika ibunya memang berasal dari suku es tetapi dia mengaku jika belum pernah pergi ke sana. Untuk menutupi identitasnya, Fang Yin membuat cerita palsu di mana keluarganya hidup mengembara dan berpindah-pindah dari satu negeri ke negeri yang lain.
Jawaban itu cukup masuk akal bagi Da Xia mengingat kemandirian dan kemampuan yang di miliki oleh Fang Yin yang tentunya berasal dari kerasnya kehidupan yang dia lalui.
Padahal pada kenyataannya, Fang Yin menjadi hebat karena memiliki jiwa Agata yang telah kenyang dengan berbagai pengalaman hidup.
Da Xia merasa senang dan semakin bersemangat untuk melatih Fang Yin yang merupakan orang yang berasal dari suku yang sama dengannya. Jenis energi dasar yang mereka miliki tidak jauh berbeda sehingga memungkinkan untuk Fang Yin lebih cepat menguasai jurus yang akan dia ajarkan. Qi Awan Salju merupakan identitas dari suku es, di mana hanya orang yang mengalir darah keturunan dari suku es saja yang memilikinya. Tidak mengherankan jika Da Xia langsung tahu ketika melihat Fang Yin mengeluarkan energi itu sebelumnya.
"Bersiaplah, Xiao Yin!" Da Xia ingun memulai untuk mengajarkan Jurus Perisai Es pada Fang Yin.
"Baik, Kak!" Fang Yin memasang kuda-kuda untuk bersiap menirukan gerakan pembuka jurus.
Dalam mempelajari sebuah jurus, seorang praktisi harus menyiapkan tubuh dan pikiran mereka untuk memahami dan mendalami setiap proses pembelajaran. Ada beberapa tahap untuk membuat jurus tertanam sempurna dalam ingatan dan menyatu dengan jiwa. Tahap pertama adalah tahap pembuka, yang kedua adalah tahap penguasaan, yang ketiga tahap inti, dan yang terakhir adalah tahap penyempurnaan.
Ketika jurus sudah melewati keempat tahap itu, maka tidak perlu melakukan banyak gerakan untuk mengeluarkan jurus yang akan di pakai. Cukup memusatkan pikiran dan membuka titik-titik meridian yang akan mengalirkan Qi pendukung jurus. Semakin terlatih maka akan semakin cepat dan juga semakin hebat jurus yang dikeluarkan oleh seseorang sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Saat ini Fang Yin melakukan tahap pembuka, mengikuti gerakan demi gerakan yang dilakukan oleh Da Xia.
Kaki dan tangannya menirukan gerakan Da Xia yang memungkinkan untuk membuka seluruh jaringan yang mengalirkan Qi ke seluruh bagian tubuh. Semakin lama tubuh Fang Yin melakukan serangkaian gerakan itu membuatnya semakin terasa lebih ringan seperti kupu-kupu yang siap untuk terbang. Mereka berdua terlibat seperti sepasang kupu-kupu yang sedang menari dengan kaki yang hampir tidak menyentuh tanah. Itu menandakan jika tahap pertama telah terlewati.
__ADS_1
Memasuki tahap kedua, Da Xia mengajarkan gerakan yang cenderung didominasi oleh gerakan teknik pengaturan pernapasan. Gerakan kaki dan tangan harus selaras untuk membuat napas mereka tetap teratur saat kecepatan gerakan yang dilakukan berubah-ubah. Olah napas sangatlah penting di dalam sebuah pertarungan untuk menjaga stamina dan keseimbangan tubuh.
Sebelum memasuki tahap inti, Da Xia membawa Fang Yin ke dalam gerakan perenggangan terlebih dahulu karena nantinya pada tahap inti lebih menonjolkan pada pengaturan Qi pendukung jurus yaitu Qi Awan Salju.
Gerakan perenggangan yang pelan kembali membuat tubuh mereka tenang. Terlebih dahulu, Da Xia memberikan teori yang akan mereka lakukan sebelum melakukan gerakan inti. Fang Yin mendengarkan dan mengingat setiap kata-kata yang diucapkan oleh Da Xia.
Da Xia sekalian menjelaskan tentang teori yang harus dilakukan pada tahap penyempurnaan karena kedua tahapan itu tidak memiliki jeda dan saling berkaitan.
Penyampaian Da Xia yang singkat dan padat membuat Fang Yin tidak mengalami kesulitan untuk mengingatnya. Mereka segera melakukan tahap ketiga dan keempat selagi hari masih pagi sehingga akan banyak waktu untuk mengulang gerakan demi gerakan yang diajarkan oleh Da Xia. Cepat atau lambatnya jurus itu dikuasai tergantung pada kemampuan setiap individu.
Setiap kultivator memiliki struktur tubuh dan kolam Qi yang berbeda, hal ini sangat mempengaruhi cepat atau lambatnya dia untuk menguasai sebuah jurus. Sumber daya kecerdasan otak juga sangat berpengaruh dalam mempermudah jalan bagi mereka untuk terus berkembang dengan cepat. Tidak jarang bagi kaum dengan kecerdasan menengah ke bawah butuh waktu hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk menguasai sebuah jurus dan meningkatkan ranah kultivasinya.
Seorang kultivator yang mencapai ranah dewa atau ranah dewi bagi wanita, mampu melawan hukum alam dan tetap awet muda meskipun sudah berumur ratusan atau ribuan tahun lamanya.
Kecerdasan dan kedewasaan Agata membuat semuanya menjadi mudah. Sesuatu yang seharusnya belum bisa dilakukan oleh anak seusia Fang Yin, bisa dia lakukan dengan mudah. Begitu juga dengan jurus yang diajarkan oleh Da Xia.
Tepat ketika matahari di atas kepala Da Xia dan Fang Yin, mereka menyelesaikan seluruh tahap dalam satu jurus itu.
"Kamu sungguh luar biasa, Xiao Yin. Kamu pantas untuk mendapatkan gelar sebagai seorang jenius." Da Xia menepuk bahu Fang Yin lalu berjalan untuk berteduh di bawah pohon.
Latihan itu cukup membuat mereka berkeringat dan letih.
"Kakak terlalu memujiku. Semua yang aku capai tidak terlepas dari bantuan dari kakak. Mungkin akan butuh waktu berbulan-bulan lamanya untuk menyelesaikan satu tahap jika aku berlatih seorang diri." Fang Yin selalu merendah.
"Aku tidak menyesal menyepi ke hutan ini karena bertemu seorang teman yang menyenangkan sepertimu. Setidaknya kamu butuh waktu beberapa hari untuk memperlancar jurus yang tadi aku ajarkan."
__ADS_1
Da Xia mengibas-ngibaskan lengan bajunya untuk mengurangi kegerahan yang dia rasakan.
"Apakah aku harus melakukan semua gerakan mulai dari tahap awal untuk berlatih?" tanya Fang Yin yang belum mengerti. Agata selalu melakukan setiap tahap di dalam latihannya selama ini.
"Tidak perlu. Setelah kamu menguasai teknik pengaliran Qi dan olah napas, maka kamu bisa langsung melakukan gerakan inti. Bahkan kamu bisa langsung menerapkan aliran Qi dan melepaskan jurus itu jika merasa jurus itu sudah kamu kuasai." Jawaban Da Xia sudah sangat jelas.
"Menarik! Bolehkah aku mencoba jurus ini sebelum kita makan siang, Kak Da Xia?" Fang Yin terlihat begitu bersemangat.
"Lakukanlah! Aku akan melihatmu dari sini."
Seperti tidak ada lelahnya, Fang Yin beranjak dari duduknya lalu mengambil posisi untuk melatih Jurus Perisai Es yang baru saja diajarkan padanya.
Fang Yin terlihat menutup matanya untuk berkonsentrasi dan langsung menuju ke tahap inti. Kedua tangannya dia letakkan di depan dadanya dengan telapak tangan menghadap ke atas dan kedua kaki berdiri rapat. Aliran Qi Awan Salju mulai menyebar ke setiap sel-sel yang menyusun tubuh Fang Yin dan siap untuk diluncurkan.
Di alam pikiran Fang Yin tergambar jelas apa yang harus dia lakukan untuk melepaskan jurus itu, mengatur berapa banyak Qi, dan mengalirkannya melalui titik meridian yang mana saja.
Setelah Qi diatur sedemikian rupa, kedua tangan Fang Yin dia gerakan ke atas setinggi pundak lalu setelah Qi terkumpul dia dorongkan kedua tangannya ke depan dan ....
Sraaashhh ... sraaahhh ... sraasshhh!
Terbentuk dinding dari bongkahan-bongkahan balok es dengan ujung yang sangat runcing berjajar di hadapan Fang Yin sepanjang beberapa meter.
****
Bersambung ...
__ADS_1