
Mereka berjalan melewati jalur udara. Malam yang begitu gelap membuat Fang Yin dan yang lainnya tidak bisa melihat dengan jelas keadaan alam di sekitarnya.
"Tetua Jung, apakah perjalanan masih jauh?" tanya Fang Yin tidak sabar.
Perjalanan mereka terlalu lambat. Mereka menyesuaikan kemampuan terbang anak buah Tetua Jung yang memiliki tingkatan lebih rendah.
"Tidak, Nona. Jika kita terbang terlalu cepat maka mereka akan mencurigai kita," jelas Tetua Jung.
"Bersabarlah, Yin'er!" Jian Heng juga berusaha untuk menenangkan Fang Yin.
"Baiklah .... Baiklah! Kali ini aku ikuti mau kalian." Fang Yin mengalah.
Wilayah bukit Giok Hitam terbilang cukup luas. Ras manusia hijau tinggal di tengah-tengah wilayah itu dan mendiami villa-villa yang cukup berkelas. Hanya saja suasana di sana terkesan menyeramkan dengan minimnya penerangan di tempat itu.
Fang Yin, Jian Heng dan Guan Xing mengakui betapa indahnya tempat ini. Seni arsitektur mereka patut diberi penghargaan. Sayangnya tempat ini begitu tertutup sehingga tidak bisa ditemukan oleh orang-orang diluar ras mereka.
Selain dari keturunan mereka sendiri, penduduk yang tinggal di sana berasal dari orang luar yang ditangkap dari luar. Setelah diambil beberapa tetes darahnya, dia kemudian menjadi manusia hijau setelah melalui ritual khusus. Jika mereka menolak, sudah dipastikan mereka tidak akan selamat.
Rombongan Fang Yin telah sampai di depan gerbang wilayah bukit Giok Hitam. Mereka turun lalu berjalan melewati gerbang tanpa penjaga itu. Keadaan di sekelilingnya terlihat sepi seperti desa yang tak berpenghuni.
"Kemana para penduduknya?" tanya Jian Heng heran.
"Mereka sedang berkumpul di aula utama, tepat di pusat cahaya yang memancar itu," tunjuk Tetua Jung.
Suasana kembali hening.
Fang Yin, Jian Heng dan Guan Xing melihat villa-villa disekelilingnya. Jalanan yang mereka lewati cukup lebar dan nyaman untuk dilewati. Batu alam penyusunnya tertata rapi dan rata dengan kedua sisi berupa bangunan.
Tetua Jung sedikit ketakutan ketika mereka sudah semakin dekat dengan aula tempat upacara berlangsung. Bukan dirinya saja tetapi seluruh anggotanya juga merasakan hal yang sama. Mereka semua pasti akan dihukum jika ketahuan berkhianat.
Semua orang yang ada di dalam aula melihat ke arah mereka dengan tatapan yang sulit dipahami. Fang Yin, Jian Heng dan Guan Xing dibawa ke hadapan pemimpin ras manusia hijau.
Setelah sampai di hadapan pemimpin ras manusia hijau, Tetua Jung maju ke hadapannya lalu melakukan penghormatan. Sama seperti penampilannya, pemimpin manusia hijau itu juga mengenakan penutup kepala dan jubah dengan model yang sama.
Pemimpin ras manusia hijau itu mengangguk lalu berjalan menghampiri Fang Yin, Jian Heng dan Guan Xing. Pria itu mengamati ketiganya satu persatu dengan serius. Tubuhnya yang berada di tempat yang tinggi membuat wajahnya sedikit terlihat. Anehnya, dia tidak memiliki kulit yang hijau.
Fang Yin membulatkan matanya dan merasa tidak yakin dengan apa yang dilihatnya. Sepertinya Jian Heng dan Guan Xing juga melihat hal yang sama. Keduanya seperti tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka temukan.
"Apa tujuan kalian mengusik kami? Mengapa kalian berusaha untuk merusak formasi perlindungan bukit Giok Hitam?" tanya pria itu dengan suara datarnya.
Fang Yin maju mendekat. Tanpa energi pelindung pun dia tidak merasa takut karena pria dihadapannya itu tidak memiliki hawa beracun seperti yang lainnya.
"Aku tidak bermaksud apa-apa. Hanya penasaran saja melihat batu yang berdiri seperti gerbang dimensi. Ternyata benar, ada dimensi lain yang tersembunyi di belakangnya." Fang Yin menjawabnya dengan santai.
"Kamu tahu akibat dari tindakanmu itu?" tanya pemimpin ras manusia hijau itu.
"Tidak." Fang Yin berpura-pura tidak tahu apa-apa.
Pemimpin ras manusia hijau itu tersenyum menyeringai. Meskipun tidak ada yang melihatnya, tetapi Fang Yin yang berdiri di hadapannya bisa melihatnya dengan jelas.
"Kalian selamanya akan terjebak di sini dan tidak akan bisa kembali ke rumah kalian," ucapnya penuh percaya diri.
Fang Yin juga tersenyum di balik cadarnya. Dia menganggap semua yang dikatakan pria itu adalah omong kosong. Selain dirinya mungkin akan ketakutan mendengar ancamannya. Namun, bagi Fang Yin ini adalah sebuah tantangan yang harus dia takhlukkan.
"Sedikit mengerikan juga, tapi aku tidak takut. Tempat ini tidak terlalu buruk. Lumayanlah untuk liburan barang seminggu." Fang Yin melihat-lihat ke sekelilingnya sehingga terkesan main-main.
"Hmm."
Pemimpin ras manusia hijau itu terlihat kesal, tetapi dia tidak memiliki banyak waktu lagi untuk bersantai. Ritual tumbal darah akan segera dilakukan. Semua penduduk bukit Giok Hitam harus ikut andil di dalamnya.
Orang-orang mulai berbaris untuk menanti giliran. Ada juga bayi dan anak-anak yang berada di dalam gendongan ibunya. Sesekali tangis ketakutan mereka terdengar memilukan. Fang Yin tidak tahan mendengarnya.
"Hentikan!" Fang Yin berteriak sangat kencang.
Semua orang berpaling menatapnya.
Wajah Jian Heng terlihat sangat pucat karena dia sangat tahu sifat kekasihnya itu. Meskipun dia sosok yang kejam di mata musuh-musuhnya, tetapi dia memiliki sisi yang lembut. Terutama terhadap anak-anak.
Tetua Jung terlihat kebingungan. Akan ada kekacauan besar jika sampai Fang Yin membuat masalah di sana. Ritual ini telah berlangsung selama ribuan tahun dan tidak ada yang berani untuk mengganggu atau menghentikannya.
Pemimpin ras manusia hijau yang hampir mencapai altar pun menghentikan langkahnya. Dia menatap ke arah pemilik suara dan menunggunya berjalan menghampirinya.
Fang Yin berjalan menaiki undakan demi undakan lalu berdiri di hadapan pemimpin ras manusia hijau. Sorot matanya yang tajam menyiratkan ketegasan di mana dia orang yang perlu untuk didengarkan.
"Apakah kamu pemimpin yang haus darah? Apa bagusnya mengambil darah anak-anak dan bayi untuk upacara ini? Apa darah orang dewasa saja tidak cukup?" tanya Fang Yin tegas.
"Kamu tidak mengerti aturan kami. Ini adalah bukti kesetiaan pada leluhur."
Fang Yin tidak menggubris ucapan pemimpin itu dan malah berjalan melewatinya menuju ke arah pusat cahaya. Energi yang besar terpancar dari sebuah benda yang berada di dasar altar tertinggi.
__ADS_1
Ada sebuah relief di tepi dasar cahaya yang melingkar itu tetapi Fang Yin tidak bisa melihat dengan jelas apa yang ada di pusat cahaya. Mata hatinya tidak dapat menembusnya karena cahaya energi yang memancar seperti melindungi benda yang ada di tengahnya.
"Jangan berbuat sembarangan di sini!" Pemimpin ras manusia hijau itu berteriak padanya.
Fang Yin tak bergeming sehingga membuat pria itu semakin marah. Tangan kanannya mengeluarkan pedang energi dan bersiap untuk menyerang.
Saat pedang itu diayunkan ke arah Fang Yin, dia melompat ke atas. Gerakan Pemimpin ras manusia hijau begitu cepat sehingga membuat Fang Yin merasa kewalahan untuk menghindari serangannya.
Undakan yang sempit juga membuatnya harus berhati-hati saat bergerak. Pemimpin ras manusia hijau mempunyai kemampuan jurus pedang yang sangat luar biasa.
Saat Fang Yin melepaskan diri dari tali yang mengikat tangannya, dia tidak sanggup untuk menghindari serangan pemimpin ras manusia hijau dan membuatnya terpojok.
Guan Xin dan Jian Heng terlihat sangat tegang dan bergegas untuk membantunya. Namun, mereka berdua dihadang oleh pasukan manusia hijau yang berjaga mengelilingi altar suci.
Tetua Jung dan anggota kelompoknya terlihat panik. Mereka merasa dilema. Di satu sisi mereka ingin membantu Fang Yin tetapi di sisi lain mereka belum siap untuk membongkar identitas barunya yang telah menjadi manusia biasa.
Pemimpin ras manusia hijau mendorong tubuh Fang Yin dan menghimpitnya pada sebuah batu. Di matanya Fang Yin bukan lagi sekedar penyusup tetapi dia juga seorang pemberontak. Dia mengganti pedang energinya dengan pedang sungguhan.
Tubuh Fang Yin tertekan pada sebuah prasasti yang menjadi tempat ras manusia hijau memberikan tumbal darahnya. Pria kejam itu mengayunkan pedangnya tinggi-tinggi ke arah leher Fang Yin.
Sreeettt!
Fang Yin menggulingkan tubuhnya untuk menghindar tetapi pedang itu berhasil menggores bahu kirinya dan merobek cadar Fang Yin hingga terlepas.
Semua orang terpana melihat wajahnya yang cantik. Begitu juga Guan Xing yang baru pertama kali melihatnya. Dia terbayang wajah Yu Ruo ketika masih muda. Keduanya sangat mirip meskipun Fang Yin sedikit lebih cantik darinya.
Tangan kanan Fang Yin memegang bahu kirinya yang terluka dan menghentikan pendarahannya. Qi penyembuhnya membuat luka yang tidak terlalu dalam itu menghilang.
Saat semua mata menatap Fang Yin penuh kekaguman, pemimpin ras manusia hijau melihat sesuatu yang aneh dari prasasti kuno yang ada di hadapannya. Dia mengabaikan teriakan kekaguman yang memekikkan nama Fang Yin dan menyebutnya sebagai seorang dewi.
Pemimpin ras manusia hijau mundur beberapa langkah ketika prasasti itu mengeluarkan cahaya menyilaukan berwarna putih terang setelah menyerap darah Fang Yin.
Fang Yin yang berdiri melayang di atas altar suci pun terkejut ketika melihat batu hitam yang terkena tetesan darahnya menyala. Tetua Jung tidak menceritakan tentang hal ini padanya sebelumnya.
Pemimpin ras manusia hijau berjalan mundur menuruni altar suci dan berdiri di dalam barisan para tetua yang maju mengelilingi altar itu. Mereka tidak melakukan apapun. Ada sekitar sebelas orang termasuk Tetua Jung yang berbaris melingkar.
Sebuah tawa melengking membuat semua orang bertanya-tanya. Dari prasasti yang menyala itu keluarlah seorang wanita bermahkotakan ratusan ular dengan wajah yang mengerikan. Tubuhnya yang tidak mengenakkan pakaian lengkap menampakkan kulitnya yang berwarna hijau.
Di dalam legenda ras manusia hijau, dia adalah Dewi Qin Gongni. Dia adalah leluhur ras manusia hijau yang mereka nantikan kebangkitannya. Acara ritual tumbal darah bertujuan untuk mencari pemilik darah dewi. Namun, manusia hijau tidak tahu niat jahat pemimpin terdahulu yang membuat aturan ini.
"Qin Yushang memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada, Dewi Qin Gongni." Pemimpin ras manusia hijau yang bernama Qin Yushang itu berlutut memberi hormat diikuti oleh seluruh tetua yang berbaris disampingnya.
"Aku menyukai tubuh dan wajahmu. Aku ingin mengambilnya sebagai wadah karena tubuh ini terlihat begitu menakutkan." Qin Gongni mengulurkan tangannya yang berkuku panjang dan tajam hendak menyentuh Fang Yin.
Fang Yin mengeluarkan aura energinya yang membuat Qin Gongni bergerak mundur. Aura energinya terus bertambah kuat hingga menerobos ke tingkat lanjut. Cahaya yang keluar dari puncak altar suci menyumbangkan esensi yang besar untuknya.
Wajahnya yang bersinar juga aura yang pekat di tubuh Fang Yin menunjukkan jika dirinya saat ini telah mencapai ranah dewi tingkat dasar. Gelombang energi yang keluar dari tubuhnya membuat penghuni ruangan itu menepi. Mereka tidak sanggup menahan aura energi yang membuat mereka tertekan.
Di ruangan itu hanya tersisa segelintir orang saja termasuk Guan Xing, Jian Heng, Tetua Jung dan Qin Yushang. Mereka memiliki energi yang cukup untuk bisa berdiri tegak meskipun aura energi Fang Yin terus menekannya.
Qin Gongni tidak tinggal diam. Dia tidak ingin kalah dan menunjukkan energi yang dia miliki. Sebelum dia terkurung di dalam prasasti, dia telah mencapai ranah dewi tingkat menengah. Namun, saat ini ranah kultivasinya menurun hingga ke ranah surgawi tingkat menengah.
Untuk mencapai kesempurnaan, Qin Gongni membutuhkan wadah baru untuk kelangsungan hidupnya dalam jangka panjang. Jika dia berhasil mendapatkan tubuh Fang maka dia akan hidup abadi sebagai seorang dewi.
"Baiklah, jika kamu tidak bisa memberikan tubuhmu dengan suka rela maka aku akan merebutnya dengan paksa," ucap Qin Gongni begitu percaya diri.
"Lihat saja. Semuanya tidak akan mudah seperti bagaimana kamu bicara. Aku tidak selemah yang kamu pikir!" Mata Fang Yin berkilat tajam.
Wanita iblis di hadapannya ini telah memperbudak ratusan manusia selama ribuan tahun. Untuk menjaga agar jiwanya tetap hidup ketika dikurung di dalam prasasti, dia rela menyerap energi murni manusia dengan racun sihir yang dia tanam ditubuh mereka. Setiap kali dia merasa lapar dia bisa menghisap energi jiwa mereka.
"Darahmu begitu manis dan penuh energi. Setetes saja sudah mampu membangkitkan diriku dan menghancurkan sihir yang mengurungku. Aku tidak akan pernah membiarkanmu lepas."
Fang Yin merasakan adanya hal yang aneh ketika melihat manusia-manusia hijau terus berjatuhan. Iblis di hadapannya menyerap hawa murni mereka dan seluruh energi yang mereka miliki untuk memperkuat dirinya.
"Kurang ajar! Apa yang kamu lakukan? Iblis biadab!" pekik Fang Yin saat menyadari Qin Gongni terus menyerap energi murni manusia-manusia hijau itu.
Meskipun mereka bukan siapa-siapa baginya tetapi hati kecilnya tidak bisa membiarkan keadaan itu terus berlangsung. Ras manusia hijau akan mati jika terus menerus kehilangan energi murni mereka.
"Tetua Jung! Perintahkan mereka untuk berkumpul! Aku tidak ingin manusia-manusia tak berdosa ini mati sia-sia!" seru Fang Yin membuat Qin Yushang terperangah.
Dia tidak menyangka jika orang kepercayaannya telah bekerja sama dengan penyusup. Sampai detik ini dia belum menyadari jika dia dan seluruh rasnya diperalat oleh Qin Gongni.
"Jung Min! Apa yang kamu lakukan?" tanya Qin Yushang setengah tidak percaya ketika melihat Tetua Jung melaksanakan perintah Fang Yin.
"Aku akan menjelaskannya nanti." Tetua Jung segera pergi meninggalkan Qin Yushang yang terbengong.
"Dasar bodoh! Halangi dia!" teriak Qin Gongni pada Qin Yushang.
Saat Qin Yushang akan bergerak, Jian Heng dan Guan Xing menghadangnya. Pertarungan pun tak terhindarkan lagi. Jian Heng menghadapi Qin Yushang sedangkan Guan Xing melawan tetua lain yang ikut membantunya.
__ADS_1
Tetua lain ikut menyerang keduanya tetapi Wong Li dan anak buah Tetua Jung membantu mereka. Qin Yushang tidak percaya jika mereka membela penyusup dan mengabaikan perintah leluhur mereka.
"Apa yang sudah dilakukan oleh orang-orang ini? Kalian telah diracuni dengan idealisme mereka dan meninggalkan ajaran leluhur kita," ucap Qin Yushang di sela-sela pertarungannya melawan Jian Heng. Dia berharap anak buah Tetua Jung yang merupakan prajurit pilihan akan kembali berpihak padanya. Sayangnya mereka lebih senang dengan keadaannya yang sekarang.
"Kami tidak ingin diperbudak oleh iblis itu dan menyerahkan energi murni kami padanya," jawab Wong Li yang terlihat lebih kuat dari sebelumnya.
Dengan penuh percaya diri dia melemparkan jubah dan penutup kepalanya. Tubuhnya yang sudah tidak berwarna hijau membuat orang-orang yang berada disekelilingnya terperanjat.
Di sisi lain, Fang Yin membuat segel pemusnah racun sihir dan melemparkan pada sekumpulan manusia hijau yang telah berkumpul. Tanpa diminta, Yang Hui datang dan membuat lingkaran api hitam yang sangat besar.
Para tetua yang melihat hal ini segera menghentikan serangannya. Mereka memiliki rahasia besar tentang pemilik api hitam ini yaitu orang dalam ramalan kitab kuno.
Qin Gongni mencium ada yang tidak beres dari perubahan sikap para tetua. Sebagai iblis yang telah hidup selama ribuan tahun dia tahu betul apa yang ada dipikiran mereka. Ramalan tentang kedatangan seorang anak manusia pembawa api hitam yang akan membawa perubahan besar bagi ras manusia hijau.
Sebelum Qin Gongni tersegel di dalam batu prasasti, dia telah menanamkan racun sihir yang sampai sekarang masih terus berkembang. Selain itu dia juga mencuci otak mereka agar membuat ritual tumbal darah sebagai penghormatan. Padahal semua itu dia tujukan untuk membangkitkan dirinya. Semua ramalan itu kini menjadi nyata dengan datangnya Fang Yin. Namun, kebodohan manusia hijau yang telah diracuni pikirannya membuat dirinya pun ikut bangkit.
"Hentikan!" seru salah satu tetua yang memiliki usia paling tua di antara mereka.
Pertarungan antara Qin Yushang dan anggota dari pasukan Tetua Jung pun terhenti. Mereka tidak berani membantah perintah Tetua Ming. Dia adalah orang yang tahu banyak tentang kitab kuno dan kisah-kisah leluhur.
"Tetua Ming, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Qin Yushang.
Sebenarnya dia sudah merasa ada yang tidak beres dengan kebangkitan Qin Gongni tetapi dia tidak tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi. Qin Yushang merupakan keturunan ke 100 dari pemimpin ras manusia hijau terdahulu. Dia memiliki tubuh unik yang kebal terhadap berbagai racun dan sihir karena memiliki tulang kaisar serigala. Keadaan ini juga tertulis di dalam ramalan kuno yang menyatakan akan ada perubahan besar pada masa kepemimpinan manusia bertulang kaisar serigala.
"Sepertinya selama ini kita telah tertipu. Jung Min berada di pihak yang benar dan kita berada di pihak yang salah."
Jerit kesakitan dari penduduk bukit Giok Hitam yang mulai terbebas dari racun sihir terdengar bersahutan. Hal itu membuat Qin Yushang tidak mempercayai ucapan Tetua Ming.
"Benar apanya, Tetua. Apa kamu tidak mendengar jeritan siksaan dari mereka? Saat ini mereka telah terkurung oleh api abadi wanita iblis itu." Qin Yushang menghardik Tetua Ming.
"Mereka sedang dibebaskan dari racun hijau yang telah mendarah daging ditubuhnya."
Qin Yushang menatap Tetua Ming tak percaya lalu melihat ke atas di mana Fang Yin dan Qin Gongni sedang bertarung. Tubuh kedua wanita itu terlihat tenang, hanya energi yang keluar dari tangannya saja yang saling dorong.
Melihat akan banyak kerusakan di tempat itu, Fang Yin berpikir untuk memancing Qin Gongni keluar dari dalam aula.
Pergerakan Fang Yin yang mundur secara perlahan menuju ke pintu dianggap sebagai sebuah awal kekalahannya oleh Qin Gongni. Dia tersenyum senang dan terus mengejarnya dengan bersemangat. Dia tidak ingin kehilangan mangsanya.
Jian Heng, Guan Xing dan para tetua mengikuti pergerakan Fang Yin dan Qin Gongni yang keluar dari aula itu. Mereka tidak ingin melewatkan pertarungan keduanya.
Di luar aula, Fang Yin merasa lebih leluasa untuk bergerak. Dia terus memancing Qin Gongni untuk menjauh dari pemukiman penduduk. Melihat villa-villa yang indah di sana, dia merasa sayang jika melihatnya hancur.
Tetua Jung, Wong Li dan anggotanya membantu para penduduk yang telah terbebas dari racun sihir. Api hitam Fang Yin telah mulai mengecil dan perlahan padam. Yang Hui telah memperhitungkannya dengan baik sehingga api itu padam ketika segel pemusnah itu telah lenyap.
Ras manusia hijau telah musnah. Kini mereka telah kembali hidup normal sebagai manusia biasa. Banyak yang mereka pertanyakan pada Tetua Jung.
Wong Li dan yang lainnya pun ikut menjelaskan tentang siapa Fang Yin dan kedua rekannya tersebut. Mereka begitu antusias menyambut orang dalam ramalan yang akan membebaskan mereka dari penjara iblis ini.
Salah seorang dari mereka telah berusia sangat renta berjalan meninggalkan barisan. Tetua Jung dan yang lainnya melihatnya, tetapi mereka tidak berani bertanya. Pria tua itu pergi ke altar suci dengan langkah yang pelan. Tidak ada yang tahu dengan apa yang akan dilakukan oleh kakek tua itu. Melihatnya berjalan sangat lambat saja sudah membuat mereka tidak sabar.
Di tempat Fang Yin berada, pertarungan masih berlangsung. Dengan keadaan yang leluasa, dia lebih mudah memberikan serangan-serangannya pada Qin Gongni. Beberapa kali dia berhasil membuat iblis itu muntah darah.
Yang Hui terlihat sangat bersemangat. Beberapa kali dia memberikan serangan telak pada Qi Gongni. Sebagai sesama ular dia sangat tahu kelemahan lawannya.
Kekuatan jiwa Qin Gongni terus melemah karena tidak bisa menghisap energi murni dari tubuh-tubuh manusia hijau yang sebelumnya berada di dalam pengaruhnya. Matanya berkelebat saat melihat sembilan tetua yang masih berada di dalam pengaruh racun sihirnya.
Selain memiliki energi murni, para tetua itu juga memiliki energi pendamping yang lumayan besar. Qin Gongni tersenyum miring menatap ke arah mereka. Dengan gerakan yang sangat cepat dia menarik energi di dalam tubuh mereka satu persatu.
Melihat tubuh para tetua itu lenyap satu persatu, Fang Yin berusaha untuk menghentikannya. Dia melemparkan segel pemusnah ke arah tetua yang belum tersentuh oleh Qin Gongni. Mereka berdua seperti sedang memperebutkan sebuah mainan.
Hanya ada empat tetua yang berhasil diselamatkan oleh Fang Yin dan lima lainnya telah hilang dimangsa oleh Qin Gongni.
Qin Yushang tidak bisa berbuat apa-apa. Melihat kejadian ini dia baru percaya jika Tetua Jung telah memilih jalan yang benar.
Fang Yin tidak segera menyerang Qin Gongni dan melemparkan api hitam untuk melindungi tetua yang selamat. Qin Yushang tidak terpengaruh racun sihir sehingga dia tidak membutuhkan bantuan Fang Yin.
Qin Gongni melihat ke arah cahaya yang membumbung ke langit. Dia terlihat sedang menunggu sesuatu. Setelah menelan fisik dan energi lima orang tetua tenaganya kembali pulih.
"Malam puncak penyerapan energi di pusat altar suci akan segera datang. Apakah kalian baik-baik saja?" tanya Qin Yushang pada keempat tetua yang berhasil selamat.
Mendengar ucapan pemimpin tertinggi penduduk bukit Giok Hitam itu, Fang Yin melirik curiga ke arah Qin Gongni yang mengarahkan telapak tangan kanannya ke pusat pancaran energi itu.
"Hahaha! Kalian terlambat. Seluruh energi itu akan menjadi milikku. Aku telah memasang segel pengikat energi di atasnya." Ucapan Qin Gongni membuat Qin Yushang semakin merasa terperdaya.
Qin Yushang tidak bisa menahan dirinya lagi dan melompat ke arah Qin Gongni dengan serangan pedangnya.
****
Bersambung ....
__ADS_1