Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 78. Penyelamat Misterius


__ADS_3

Fang Yin tidak menghindari serangan itu, tetapi membalasnya dengan melemparkan teratai energi yang terbentuk di tangannya.


Tidak hanya sekali, setelah satu energi di lemparkan, Fang Yin kembali membuat gabungan energi yang baru dan susul menyusul menghadang lemparan energi lawan.


Ledakan dahsyat terus terdengar dari pertemuan dua energi besar yang saling menghantam itu. Goncangan dari gelombangnya saja sampai membuat pondok-pondok disekelilingnya bergetar. Beberapa benda pecah belah yang tidak berada dalam keseimbangan jatuh dan pecah berhamburan.


Pertarungan Fang Yin menarik perhatian para tetua yang juga bertarung melawan beberapa kultivator. Mereka tidak menyangka jika murid yang berlagak bodoh itu adalah seorang yang sangat hebat. Mereka merasa telah dibodohi mentah-mentah oleh Fang Yin.


"Hahh! Seperti permainan anak kecil saja!" Fang Yin merasa bosan dengan pertarungan yang monoton.


Fang Yin membuat teratai energi yang sangat besar untuk menghentikan pertarungan yang dia anggap membosankan itu.


Kultivator yang menjadi lawannya bergerak mundur untuk menghindari teratai raksasa itu. Kesempatan ini digunakan Fang Yin untuk mengeluarkan Jurus Merendahkan Bayangan dan melakukan serangan tak terlihat.


Baam!


Sebuah pukulan menghantam punggung dua orang kultivator yang menjadi lawan Fang Yin.


"Aaarrggghh!" teriak kedua merasakan luka dalam akibat pukulan Fang Yin.


Di saat yang bersamaan teratai raksasa milik Fang Yin menghantam tubuh mereka yang sedang merasakan sakit akibat pukulan Fang Yin sebelumnya.

__ADS_1


Bayangan Fang Yin telah berpindah ke bawah dengan cepat dan tak terlihat, dia kembali ke belakang Jian Heng. Sejenak Fang Yin mengatur napas dan aliran Qi dalam tubuhnya sebelum mengatur serangan berikutnya.


Ledakan besar dibarengi teriakan memilukan membuat semua orang menoleh ke atas.


Teratai raksasa Fang Yin melumatkan tubuh kedua kultivator senior itu menyisakan kepingan-kepingan tubuh mereka yang berjatuhan dan cahaya terang yang menerangi langit sekte itu.


Setelah Fang Yin berhasil menghabisi enam orang kultivator tanpa ampun, kultivator lawan yang semula ingin menjarah senjata pusaka Sekte Sembilan Bintang kini berubah haluan dan menaruh dendam pada Fang Yin.


Masih tersisa sembilan kultivator lawan yang ikut andil dalam penyerangan ini. Mereka melompat meninggalkan lawan mereka dan bergerak cepat untuk menyerang Fang Yin.


Jian Heng dan para tetua lain berusaha untuk menghadang mereka agar tidak bisa mencapai Fang Yin yang saat ini masih dalam posisi menyetabilkan aliran Qi dan pernapasan setelah serangan besar yang baru saja dia lakukan.


Amarah mereka membuat kesembilan kultivator itu lebih beringas dari sebelumnya.


Beruntung dia sudah tidak pingsan seperti sebelum-sebelumnya ketika dia belum bisa menyeimbangkan antara Qi dan energi pendampingnya.


Jian Heng dan para tetua terus menghalangi para kultivator itu dengan segala cara agar tidak bisa mengejar Fang Yin. Namun, sehebat apapun mereka tetap saja tidak bisa mengendalikan keadaan sepenuhnya. Seorang kultivator berhasil menerobos pertahanan mereka dan bergerak cepat mengejar Fang Yin.


Fang Yin berusaha menghindari serangan demi serangan dari mereka sambil bergerak mundur.


Mereka terlihat berkejaran menuju ke villa belakang sekte.

__ADS_1


'Semoga kamu bisa mengatasi masalahmu, Xiao Yin!' gumam Jian Heng dalam hati yang tidak bisa membantu Fang Yin karena harus melawan kultivator yang ada di hadapannya.


Para tetua disibukkan dengan kultivator yang sedang murka. Mereka bertarung sangat sengit. Emosi para penjarah itu membuat mereka melakukan serangan membabi buta dan tidak terkendali. Banyak sekali bangunan dan semua yang ada di sekte itu hancur berantakan akibat dari kemarahan kultivator-kultivator yang merasa di pecundangi itu.


Di tempat lain, Fang Yin terus dikejar oleh seorang kultivator yang begitu bernapsu untuk membunuhnya. Dia tidak hanya mengejar Fang Yin dengan tangan kosong. Lemparan demi lemparan energi terus dia luncurkan.


Fang Yin selalu bisa menghindar dan mengakibatkan energi itu menghancurkan apa saja yang terhantam olehnya.


Qi Fang Yin mulai pulih. Namun butuh jeda untuk menggunakannya lagi. Saat dia sedang memusatkan Qi itu pada kedua telapak tangannya tiba-tiba sebuah lemparan energi lawan meluncur ke arahnya.


Konsentrasi Fang Yin sedikit terganggu dan membuat kegagalan dalam pengumpulan Qi.


Tidak ada yang bisa dia lakukan selain menerima nasib saat melihat serangan itu semakin mendekat kepadanya.


Fang Yin memejamkan matanya hingga dia merasakan tubuhnya terangkat ke udara dan lolos dari serangan mematikan itu.


Merasa penasaran dengan siapa orang yang telah menyelamatkannya, Fang Yin segera membuka matanya dan melihat orang yang mengangkat tubuhnya.


Mata Fang Yin membulat sempurna melihat sosok penyelamat yang belum dia kenal itu.


****

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2