
Kini Fang Yin dan kultivator itu bisa bertarung dengan leluasa tanpa harus khawatir akan melukai orang-orang semula berkeliling di sekitar mereka.
Tidak ada yang bisa melihat apa yang terjadi di dalam dinding es itu dari luar perisai.
'Kenapa orang itu semakin menyerupai putriku? Tapi sepertinya dia adalah seorang pria.' Yue Jie menatap dinding es itu sambil memikirkan Fang Yin.
Kembali ke area pertarungan.
"Aku tidak menyangka masih ada jenius dari suku es selain Da Xia. Tapi sepertinya jurusmu ini masih jauh dari kata sempurna. Aku yakin jika kekuatan yang kamu miliki pun tidak bisa dibandingkan dengan Da Xia. Hmmh!" Kultivator itu memandang remeh Fang Yin yang menurutnya terlalu memaksakan diri untuk mengeluarkan jurus ini.
"Aku tidak butuh pendapatmu!" Fang Yin akhirnya membuka suara setelah merasa tidak ada orang selain mereka berdua di tempat itu.
Kultivator itu sedikit terkejut setelah tahu jika lawannya adalah seorang wanita.
"Oh ho, ternyata kamu juga seorang wanita. Hahaha!" Pria itu tertawa dan berpikir dia akan bisa mengalahkan Fang Yin dengan mudah.
__ADS_1
Meskipun Jurus Perisai Es bisa bertahan lama, tetapi Fang Yin tidak ingin mengulur waktu untuk segera mengakhiri pertarungan ini.
Tubuhnya kini diselimuti oleh Qi Awan Salju yang membuat sekeliling mereka di selimuti oleh hawa yang sangat dingin.
Kultivator itu terlanjur tahu jika Fang Yin adalah keturunan suku es, maka Fang Yin pun tidak segan untuk mengeluarkan Jurus Badai Es.
"Rupanya kamu memang benar-benar sangat mirip dengan Da Xia," ucap Kultivator itu ketika Fang Yin telah bersiap untuk menyerangnya dengan Jurus Badai Es.
Tidak ada ketakutan di wajah kultivator itu, senyum mengejek tersungging di sudut bibirnya. Ternyata dia bukanlah Kultivator ranah langit seperti yang dia perlihatkan.
Tubuhnya di selimuti oleh Qi Api Biru yang begitu kuat. Kedua tangannya terlihat melakukan sebuah gerakan. Dari gerakan itu terbentuklah sebuah segel mantra.
'Apakah tujuannya membuat segel itu? Aku baru menghadapi lawan yang memiliki kekuatan seperti ini. Sialnya lagi, ternyata dia berada di ranah Suci bintang tengah. Aku harus berhati-hati dalam menghadapinya. Perjalananku masih panjang aku tidak boleh mati sia-sia di sini.' Fang Yin mencoba bersikap tenang meskipun tahu jika lawannya memiliki ranah kultivasi yang lebih tinggi darinya.
Fang Yin mulai menggerakan tangannya untuk memberikan serangan pada kultivator itu tetapi sia-sia. Kristal-kristal es yang berada di bawah kendalinya itu tidak bergerak sedikitpun.
__ADS_1
'Apa yang sebenarnya terjadi?' Fang Yin terus mencoba tetapi jurus itu tetap tidak bekerja.
"Hahaha! Jika kamu punya Jurus Badai Es, maka aku juga punya segel pengendali es! Sekarang apa yang bisa kamu lakukan tanpa jurus itu?" Kultivator itu terus menertawakan Fang Yin dan menganggapnya seperti orang bodoh.
Tidak ingin menyerah dengan jurus ini, Fang Yin mengalirkan Qi Cahaya Emas dan kembali mencoba untuk melepaskan kristal-kristal es miliknya.
Kristal itu sedikitpun tidak bergerak meskipun sudah diselimuti dan ditarik dengan energi Cahaya Emas.
'Jangan putus asa, Fang Yin! Pasti ada jalan untuk mengalahkannya.' Fang Yin mencoba menyemangati dirinya sendiri sambil terus berpikir.
"Terima saja nasibmu, Iblis Kecil! Aku pernah membuat Da Xia tak berdaya. Lalu kamu? Hahaha!" Kultivator itu kembali menertawakan Fang Yin.
Mendengar ucapan pria itu, Fang Yin meningkatkan kewaspadaannya.
'Sepertinya aku harus merubah strategi dalam menghadapi pria ini!' Fang Yin merasa hanya buang-buang energi saja jika dia tetap bertahan dengan jurus ini.
__ADS_1
****
Bersambung ....