Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 68. Datang Membantu


__ADS_3

Bunga api yang muncul di kejauhan terlihat semakin banyak dan semakin sering. Fang Yin tidak bisa lagi menahan rasa ingin tahunya. Pandangannya mengedar ke sekeliling untuk memastikan situasi di sana aman dan tidak ada orang yang melihat keberadaannya saat ini.


Fang Yin menghirup udara sebanyak-banyaknya sebelum mengeluarkan teknik meringankan tubuh tingkat tinggi.


Dalam teknik ini, Fang Yin harus bisa menahan napasnya setidaknya selama beberapa menit.


Hal ini dikarenakan dia harus mengubah Qi yang dikeluarkannya menjadi gerakan yang sangat cepat dan tak terlihat sehingga membuat oksigen sulit untuk masuk ke dalam paru-parunya.


Selama menggunakan teknik ini, Fang Yin masih bisa bernapas jika dia menyimpan udara yang cukup untuk bertahan selama dia bergerak dengan sangat cepat.


Setelah udara yang dia perlukan telah cukup terkumpul di dalam kantung diagfrahma dalam perutnya, Fang Yin segera menerapkan teknik ini.


Tubuh Fang Yin melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi seperti sebuah cahaya yang berpindah dari satu pohon ke pohon yang lainnya.


Fang Yin mendapatkan teknik ini dari Kitab Sembilan Naga yang dia pelajari beberapa hari ini. Dia baru sekali ini mencobanya.


'Luar biasa! Meskipun ini cukup menguras Qi tetapi rasanya sungguh luar biasa. Aku bisa sampai di tempat ini dalam waktu kurang dari satu menit.' Fang Yin tersenyum senang.


Senyum Fang Yin tidak lama bersemu karena teralihkan oleh suara ledakan yang sangat keras menggema di sekelilingnya.


Hutan tempat di mana Fang Yin berdiri saat ini sudah seperti lautan api. Di sekeliling area pertarungan, lemparan demi lemparan bola energi yang terlepas dan tidak mengenai sasaran membuat pepohonan dan apapun yang terkena akan terbakar.

__ADS_1


Fang Yin harus berhati-hati jika ingin melihat pertarungan itu dari dekat.


Setelah mengendap-endap dan menyelinap dari satu pohon ke pohon lainnya, akhirnya Fang Yin bisa melihat pertarungan dari dekat.


Sebuah pohon besar mampu menyembunyikan tubuh Fang Yin dari jangkauan para petarung.


Di depan matanya, terlihat Jian Heng sedang melawan empat kultivator sekaligus seorang diri. Fang Yin sangat ingin membantu tetapi takut jika itu akan membuatnya dalam bahaya. Kehadirannya di tengah pertarungan juga bisa membuat konsentrasi Jian Heng menurun.


Lawan Jian Heng memiliki tingkatan kultivasi yang cukup tinggi. Mereka rata-rata berada di dalam ranah yang sama dengan Jian Heng. Bahkan salah satu di antaramereka ada yang berada di ranah suci bintang atas.


Pertarungan tidak seimbang itu membuat Jian Heng terus terdesak. Meskipun mereka semua sama-sama terluka, tetapi Jian Heng memiliki luka yang tidak bisa diremehkan.


Qi dari kristal inti roh ular legenda yang membuat Jian Heng masih bisa bertahan.


Luka luar yang diderita oleh Jian Heng langsung tertutup dan menghilang. Kemampuan yang sama seperti yang dimiliki oleh ular legenda. Namun untuk luka dalam dan racun energi, Jian Heng belum bisa mengatasinya.


"Uhukk! Uhukk!" Jian Heng terbatuk dan mengeluarkan darah segar dari mulutnya setelah mendapatkan pukulan di dadanya oleh salah seorang dari lawannya.


'Kali ini aku tidak boleh diam saja. Aku tidak bisa membiarkan Tetua Yu mati di depanku. Keempat kultivator itu sudah hampir kehabisan tenaga. Ini adalah kesempatan bagus untuk menyerang. Aku harus segera bertindak sebelum mereka kembali pulih.' Fang Yin bersiap untuk membantu Jian Heng.


Sebelum pergi ke area pertarungan, Fang Yin mengeluarkan sebutir pil pemulih tenaga yang akan dia berikan pada Jian Heng.

__ADS_1


Dengan bantuan pil itu, Jian Heng akan lebih cepat membaik.


Fang Yin bersiap untuk menggunakan Jurus Merendahkan Bayangan agar musuh tidak bisa mengenalinya.


Hanya Jian Heng yang tahu jika orang yang menyelamatkannya adalah Fang Yin.


Gerakan Fang Yin yang sangat cepat membuat tubuhnya nyaris tak terlihat. Putaran yang dihasilkan lebih sempurnya dari sebelumnya karena energi pendukung Fang Yin sudah mulai stabil.


Udara di sekitar Fang Yin mulai berhembus kencang seiring dengan gerakan Fang Yin yang semakin cepat. Dedaunan kering yang bertebaran di tanah beterbangan ke udara. Keempat kultivator itu belum menyadari kehadiran Fang Yin.


Fang Yin mendekati Jian Heng dan memberikan pil pemulih energi padanya. Setelah berhasil memasukkan pil itu kemulutnya, Fang Yin memindahkan tubuh Jian Heng ke tempat yang lebih aman. Keempat kultivator itu berusaha untuk mengejarnya tetapi sebelum berhasil menyusul, Fang Yin sudah kembali dan menghadang mereka.


Blash ... blash ... blashh!


Fang Yin menyerang mereka dengan jari-jari es yang runcing dan tajam. Tusukan demi tusukan dan cakaran demi cakaran membuat keempat kultivator itu berteriak kesakitan menerima serangan Fang Yin yang sangat cepat dan tidak bisa mereka deteksi.


Jangankan untuk menghindar, menebak asal serangan dan siapa yang menyerangnya pun mereka tidak tahu.


****


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2