
Sebelum meditasinya berakhir, Fang Yin menyerap sedikit energi dari sang pemilik Kitab Sembilan Naga untuk menemukannya setelah dia kembali ke alam sadarnya.
Kemudian Fang Yin menyerap Qi dari Telaga Bias Pelangi untuk menyempurnakan Qi Naga Suci yang didapatkannya. Tubuh Fang Yin terasa lebih ringan dari sebelumnya. Hingga kultivasinya berakhir, dia tetap duduk tenang di atas batu kecil yang ditempatinya.
Tubuh Fang Yin sudah mencapai batas maksimal dalam menyerap Qi alam yang sangat berlimpah di tempat itu. Di sekujur tubuhnya masih terasa Qi Awan Salju yang begitu besar memancar dari dalam tubuhnya dan membuat suhu di sekitarnya menjadi dingin.
Fang Yin mulai membuka matanya dan kembali ke alam sadarnya. Di sampingnya terlihat Jian Heng masih fokus dengan meditasinya. Rupanya Jian Heng membutuhkan waktu yang lebih lama untuk berkultivasi.
'Kenapa dia belum selesai? Apa yang terjadi dengan dirinya?' Fang Yin melompat mendekati Jian Heng yang masih berada di alam bawah sadarnya.
Dari tubuh Jian Heng keluar energi yang sama dengan yang dia serap dalam kultivasinya. Tidak di sangka Jian Heng menguasai salah satu Kitab Sembilan Naga yang dia cari-cari. Bagi Fang Yin ini terlihat mengherankan mengingat Jian Heng tidak terlihat seperti seorang kultivator yang hebat.
'Siapa pria ini sebenarnya? Bukankah Kitab Sembilan Naga tidak bisa dimiliki dan dipelajari oleh sembarang orang? Pasti dia memiliki latar belakang yang tidak bisa dianggap enteng.' Fang Yin terus bergumam sambil memandangi Jian Heng.
__ADS_1
Tubuh Jian Heng mengeluarkan aura energi berwarna kekuningan, rupanya di alam bawah sadarnya dia menyerap energi naga emas yang memberinya Qi Naga Suci.
Itu bukan tanpa alasan karena Jian Heng memerlukan kristal Naga Emas untuk menyempurnakan jurus-jurus yang dia pelajari dari Kitab Sembilan Naga.
Sudah beberapa kali mencari binatang roh naga, tetapi Jian Heng tidak pernah mendapatkannya. Berbeda dengan Fang Yin yang telah mendapatkan dua kristal naga sekaligus. Dengan terpaksa Jian Heng membunuh salah satu naga emas yang berada di Telaga Bias Pelangi dan mengambil kristalnya.
Pergolakan di dunia ilusi di alam bawah sadar Jian Heng pun kini telah berakhir setelah kristal naga emas berhasil di dapat, dia membuka mata dan kembali ke alam nyata.
Fang Yin tersentak dan jatuh ke belakang ketika Jian Heng tiba-tiba membuka matanya dan melihatnya berada dalam jarak yang sangat dekat dengannya.
Menurutnya ini terlihat sangat lucu ketika dia mendapati wajah Fang Yin yang tersipu menahan malu dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa.
"Kamu kenapa kaget begitu, Xiao Yin? Apakah aku terlihat menakutkan?" tanya Jian Heng sambil tersenyum geli.
__ADS_1
"Ah, tidak! Aku hanya memastikan keadaanmu saja. Em, aku akan ... em, maksudku apa yang harus kita lakukan setelah ini?" Fang Yin terlihat gugup dan bicara gelagapan. Dia tidak bisa menyusun kata-katanya dengan benar karena dadanya berdebar-debar.
Masih jelas tergambar dalam ingatan Jian Heng bagaimana wajah Fang Yin didalam ilusinya. Wajah yang sangat cantik dan membuatnya ingin segera menikahinya. Sayang, pada kenyataannya Fang Yin tidak menyukainya seperti ketika berada di dalam dunia ilusi.
Fang Yin terlihat canggung ketika melihat Jian Heng memandangnya tanpa berkedip. Buru-buru dia memalingkan wajahnya ketika kedua mata mereka saling bertemu.
Perlahan kabut pelangi yang menyelimuti Telaga Bias Pelangi mulai memudar. Berangsur-angsur keadaan mulai kembali normal seperti sebelum Jian Heng dan Fang Yin berkultivasi di sana. Fang Yin masih terlihat canggung dan Jian Heng masih melamun tidak memberikan jawaban untuk pertanyaan Fang Yin.
"Apakah kita bisa kembali ke desa sekarang?" tanya Fang Yin lagi.
Jian Heng tersadar dari lamunannya setelah mendengar pertanyaan Fang Yin. Dia menggaruk kepalanya untuk menutupi rasa malunya karena ketahuan sedang melamun.
****
__ADS_1
Bersambung ...