
Setelah berada di luar kamar Lin Shi, Fang Yin kembali mencari-cari di mana sosok Jian Heng. Fang Yin tidak menemukannya lagi di tempat sebelum dia pergi ke kamar Lin Shi. Pandangannya terus mengedar, tetapi tidak juga menemukan orang yang dia cari.
Hari sudah sore. Fang Yin memilih untuk kembali ke villa Jian Heng dan berharap dia sudah ada di sana.
"Kamu dari mana saja, Xiao Yin? Tadi aku melihatmu saat sedang melatih muridku. Saat aku kembali menoleh, aku sudah tidak mendapatimu lagi di sana," jelas Jian Heng.
Fang Yin duduk di depan Jian Heng untuk menceritakan apa yang dia alami sejak pagi tadi hingga saat ini.
"Banyak sekali yang terjadi hari ini padaku. Apakah kamu ingin mendengarkan aku bercerita?" Fang Yin meletakkan kedua tangannya di atas meja lalu menggunakan kedua tangan itu untuk menyangga kepalanya.
Keduanya saling berpandangan dan terlihat sama-sama malu.
"Ceritakan saja, sambil kita menunggu waktu untuk makan malam," ucap Jian Heng.
"Hei! Sebaiknya mandi dulu sebelum kita makan malam." Fang Yin mengoreksi ucapan Jian Heng.
"Oh, iya. Kamu benar. Tapi sebelum itu aku ingin mendengar ceritamu terlebih dahulu. Ingat, kamu sudah janji untuk menceritakannya."
Fang Yin mengangguk lalu mulai menceritakan kejadian yang terjadi di tengah latihannya pagi tadi. Dia mengatakan keadaan salah seorang murid sekte ini yang sedang sakit. Jian Heng tahu jika Fang Yin menguasai ilmu pengobatan saat mendengar percakapannya bersama Tuan Xi tempo hari.
__ADS_1
Semuanya dia ceritakan termasuk apa yang dia lakukan sore ini.
Dari cerita Fang Yin, Jian Heng bisa mengambil kesimpulan tentang alasan Fang Yin menghilang sore tadi.
Dia merasa salut karena gadis yang misterius ini masih mau menolong seseorang yang berada di tengah-tengah orang yang tidak menghargainya sedikit pun.
"Maafkan semua orang yang ada di sini jika mereka meremehkanmu, Xiao Yin. Coba kalau kamu menunjukkan kehebatanmu sejak awal, mereka pasti akan sangat terpukau dan menyanjungmu," ujar Jian Heng sambil menatap Fang Yin lembut.
"Aku tidak akan pernah melakukan hal itu. Orang yang tulus tidak akan menilai baik buruknya seseorang dari penampilan fisik dan kelebihan yang dia miliki tetapi dari kebaikan hatinya."
Ucapan Fang Yin membuat Jian Heng semakin tertarik pada gadis tanggung di depannya itu. Di usianya yangmasih sangat belia, Fang Yin memiliki pemikiran yang dewasa dan juga pengetahuan yang luas.
Semakin lama, Jian Heng semakin yakin jika Fang Yin adalah orang yang pantas untuk diperjuangkan.
Seperti yang sudah disepakati sebelumnya, Jian Heng berjanji pada Fang Yin untuk mengajarkan Kitab Sembilan Naga yang ada padanya mulai malam ini.
Setelah selesai makan malam, Jian Heng membawa Fang Yin untuk pergi ke ruang rahasia dan menunjukkan salinan Kitab Sembilan Naga dalam wujud mantra kepada Fang Yin.
Meskipun hanya salinannya saja tetapi isinya sama persis dengan kitab yang asli.
__ADS_1
Fang Yin mulai duduk dan berkonsentrasi untuk mempelajari Kitab Sembilan Naga yang ada di hadapannya.
Seperti yang sudah-sudah Fang Yin mengalami kesulitan untuk memahami tulisan-tulisan kuno dan bahasa yang menyusun kitab itu.
Untuk mempermudah dalam mempelajarinya, Fang Yin memerlukan sumberdaya yang berupa pil penjelajah jiwa.
Fang Yin mengeluarkan kantong penyimpanan obat miliknya yang dia simpan di balik ikat pinggangnya.
"Apa itu, Xiao Yin?" tanya Jian Heng mengernyitkan dahinya.
"Pil penjelajah jiwa," jawab Fang Yin singkat lalu segera menelannya sebutir.
Jian Heng terperanjat mendengar nama pil yang di sebutkan oleh Fang Yin. Di dalam dunia kultivasi saat ini, harga pil ini sangat mahal. Hanya orang-orang tertentu saja yang rela membuang beribu-ribu koin emas untuk membelinya.
"Kamu sangat kaya, rupanya. Aku tidak menyangka kamu rela membelanjakan uangmu untuk membeli sumber daya ini," ucap Jian Heng masih dengan perasaan herannya.
"Kaya? Uang? Aku tidak membelinya dan ini aku dapatkan secara cuma-cuma." Fang Yin juga merasa heran dengan sikap Jian Heng yang terlihat aneh saat melihat pil ini.
"Boleh aku melihat penampakan wujud pil yang masih tersisa?" Jian Heng masih merasa penasaran dengan keaslian pil yang di miliki oleh Fang Yin.
__ADS_1
****
Bersambung ....