
"Aku baik-baik saja," jawab Fang Yin.
Tangan kanannya memegang pelipisnya setelah tubuhnya berdiri dengan benar. Berada terlalu lama di dalam dimensi jiwa membuat tubuhnya merasa sangat lelah ketika tersadar. Orang-orang disekelilingnya menatapnya dengan wajah yang bingung.
"Apa yang terjadi padamu, Yin'er? Kamu terlihat tidak bertenaga." Jian Heng kembali menunjukkan kekhawatirannya.
Dua kelompok mata Fang Yin mengedip lelah dengan gerakan yang sangat pelan. Matanya terlihat sayu dengan aura yang meredup.
"Kekuatan jiwa pendiri altar ini mendatangimu. Dia adalah orang pertama yang menemukan tempat ini, namanya Qin Shao Shao."
Ucapan Fang Yin membuat Qin Yushang dan Tetua Ming serta seluruh tetua yang berada disekelilingnya terperanjat. Tidak semua penduduk bukit Giok Hitam mengetahui kakek moyang mereka Qin Shao Shao. Mereka merasa heran ketika Fang Yin yang baru saja datang bisa bertemu dengannya dan mendapatkan kesempatan langka seperti ini.
"Apa yang dikatakan oleh kakek moyangku padamu, Nona?" tanya Qin Yushang.
Fang Yin memutar tubuhnya lalu berdiri menghadap Qin Yushang. Kedua mata mereka bertemu dan saling memberi tatapan yang sulit dipahami. Kaki Fang Yin melangkah mendekati Qin Yushang hingga mereka berada dalam jarak yang cukup dekat.
"Banyak sekali," ucap Fang Yin.
Sebenarnya dia ingin menceritakan tentang semua yang dikatakan oleh Qin Shao Shao saat itu juga. Namun, tubuhnya merasa sangat lemah sehingga dia butuh untuk berkultivasi. Setelah pertarungan panjang dan berada di dimensi yang berbeda membuatnya kehilangan banyak energi.
"Aku akan memulihkan energi terlebih dahulu. Masih banyak waktu yang bisa kita lewatkan setelah ini." Fang Yin kemudian mengatur tubuhnya dalam posisi duduk di bawah altar suci.
Orang-orang yang berdiri mengelilinginya bergerak mundur dan menuruni altar itu. Mereka tidak ingin berdiri lebih tinggi darinya.
"Tunggu, Nona!" seru Qin Yushang saat melihat kelopak mata Fang Yin mulai tertutup.
__ADS_1
Fang Yin pun membuka matanya kembali dan melihat ke arah Qin Yushang.
"Mungkin Anda membutuhkan ini." Qin Yushang membuka telapak tangan kanannya dan memperlihatkan beberapa buah pil berwarna putih susu.
Pil itu adalah pil kabut embun yang biasa digunakan untuk menetralkan racun dan memperkuat jantung. Sebelum terbebas dari racun sihir, penduduk bukit Giok Hitam sangat bergantung pada pil ini untuk memperpanjang umur mereka. Setiap kali kondisi tubuh mereka menurun, Qin Yushang akan memberikan pil ini untuk mereka.
Ada sebuah keluarga yang khusu membuat pil ini. Mereka adalah keluarga alkemis yang secara turun temurun membuat pil kabut embun. Sama seperti Qin Gongni, keluarga alkemis ini juga berasal dari dunia luar yang terbawa masuk ke dalam dimensi keputusasaan ciptaan Qin Shao Shao.
Fang Yin mengambil sebutir pil kabut embun dari tangan Qin Yushang. Sebagai seorang ahli pengobatan tentu dia bisa mengenali bahan-bahan penyusun pil yang kini telah berpindah ke tangannya itu.
Aroma pil kabut embun sangat khas tetapi Fang Yin tidak bisa mengetahui bahan-bahan penyusunan hanya dengan mencium dan melihatnya dalam bentuk pil. Untuk mengetahui komposisinya dia perlu menghancurkannya dan membakarnya dengan Qi Cahaya Emas. Dengan begitu struktur kimia dari pil itu akan terurai.
"Bolehkah aku memeriksanya lebih jauh. Maaf, aku tidak bermaksud mencurigaimu. Aku hanya ingin memastikan keamanannya saja."
Qin Yushang mengangguk. Wajahnya terlihat bingung karena dia tidak tahu jika Fang Yin memiliki pemahaman tentang tanaman obat.
Kepulan asap yang memiliki warna yang sama berkumpul menjadi satu membentuk bahan penyusun pil. Meskipun tidak membentuk seperti tanaman sebelum diolah melalui proses alkimia, tetapi Fang Yin bisa mengenalinya dari warna dan aroma bahan-bahan yang terpisah.
Ada lima belas macam bahan penyusunnya. Sebagian darinya adalah tanaman langka yang hanya tumbuh di wilayah-wilayah tertentu. Tidak ada bahan yang berbahaya bagi tubuh. Pil kabut embun memang benar-benar berguna untuk memperkuat tubuh.
'Pantas saja para penduduk ini bisa bertahan hidup meskipun racun berbahaya mengalir di dalam tubuhnya. Iblis wanita itu juga menyerap jiwa murni mereka.' Fang Yin mengambil sebutir pil dari tangan Qin Yushang lalu menelannya.
Benar saja kekuatan jiwanya kembali pulih dalam sekejap. Dia bisa menunda waktu untuk berkultivasi. Esensi dari pil kabut embun mampu membuatnya bertahan untuk sementara.
Setelah merasa lebih baik, Fang Yin menuntaskan rasa keingintahuan Qin Yushang dan para tetua lain tentang pesan Qin Shao Shao. Dia menceritakan apa yang terjadi pada mereka di dimensi jiwa.
__ADS_1
Tidak ada yang berani untuk bersuara. Semua orang mendengarkan cerita Fang Yin dengan sangat serius. Pembawaan Fang Yin yang tegas dan lugas membuat cerita panjang itu begitu cepat selesai. Meskipun dia seorang wanita, dia tidak bisa bersikap lemah lembut seperti ibunya. Kehidupan yang keras membuatnya terlatih untuk menjadi badas.
Qin Yushang memerintahkan seluruh penduduk bukit Giok Hitam untuk memberikan penghormatan pada Fang Yin. Di masa mendatang mereka siap untuk membantu dan menjadi pasukannya dalam perebutan kekuasaan.
Fang Yin tersenyum penuh kemenangan. Lagi-lagi dia mampu melewati sebuah ujian dan mencapai tujuannya. Semua tidak terlepas dari dukungan Jian Heng dan Guan Xing.
"Kak Heng, Kakek Lesung pipi, terimakasih." Fang Yin menyatukan kedua tangannya di depan dadanya.
"Tanpa kami pun aku yakin kamu bisa melakukan ini, Yin'er. Aku tidak melakukan apapun untukmu," balas Guan Xing dengan penghormatan yang sama.
"Benar, Yin'er. Kamu wanita terhebat yang pernah kukenal setelah ibuku." Jian Heng membalas hormat Fang Yin dengan pujian.
"Kalian terlalu merendah."
Malam telah berlalu. Tidak ada yang tertidur malam itu selain balita yang terlelap dalam dekapan ibunya. Mereka tidur sesaat setelah terlepas dari racun sihir. Pagi ini, mereka semua kembali ke rumah masing-masing.
Fang Yin, Jian Heng dan Guan Xing pergi ke villa milik Qin Yushang. Sebagai pemimpin bukit Giok Hitam dia memiliki tempat tinggal yang lebih luas dan mampu menampung banyak orang.
Keindahan villa-villa yang berdiri di tempat itu terlihat sangat indah. Villa-villa itu terlihat lebih menakjubkan ketika suasana terang meskipun semalam Fang Yin telah dibuat kagum olehnya. Sepanjang perjalanan matanya terus dimanjakan dengan pemandangan yang membuatnya terus berdecak.
Mereka semua memasuki sebuah ruangan luas yang biasa digunakan untuk menerima tamu. Di dalam ruangan itu tidak banyak terdapat perabotan. Para tetua juga mengikuti mereka di belakang termasuk Tetua Jung.
"Nona, apa rencanamu setelah ini?" tanya Qin Yushang.
Fang Yin tampak diam berpikir. Apa yang akan dia lakukan setelah ini menyangkut nyawa orang banyak.
__ADS_1
****
Bersambung ....