Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 132


__ADS_3

Malam itu, Fang Yin tidak ingin mencari informasi tentang Pendekar Iblis Buta lagi dan memilih bermeditasi sebentar sebelum tidur.


Desa itu begitu ramai. Sepanjang malam selalu ada saja yang dikerjakan oleh para penduduknya.


Kabut tipis menyelimuti desa itu, menghadirkan hawa dingin yang menusuk tulang.


Para pedagang dan pembeli berpakaian tebal dengan mantel-mantel mereka. Lain halnya dengan Fang Yin yang tidak merasa terganggu dengan udara dingin.


Sambil mengamati pintu keluar penginapan, Fang Yin membeli beberapa bekal makanan dan memakannya sebagian di tempat.


Pedagang itu merasa sangat senang ketika Fang Yin menolak uang kembalian yang dia berikan. Sebenarnya itu Fang Yin lakukan agar pedagang itu tidak merasa keberatan dengan keberadaannya di tempat itu.


Pandangan mata Fang Yin tidak pernah beralih dari pintu keluar penginapan dan memperhatikan setiap orang yang keluar masuk dari sana.


Keempat kultivator itu baru muncul ketika matahari mulai meninggi.


'Mereka sungguh pemalas. Seorang pembawa misi tapi tidak segera berangkat pagi untuk menjalankannya.'


Fang Yin bergerak menyelinap agar tidak terlihat jika dia sedang mengikuti mereka.

__ADS_1


"Zhan! Sepertinya dugaanmu benar, orang aneh itu mengikuti kita," bisik salah satu kultivator yang menangkap gelagat aneh Fang Yin.


"Bersikaplah seolah kamu tidak melihat apa-apa," jawab orang yang dipanggil Zhan itu.


Mereka tetap bersikap seolah tidak melihat Fang Yin hingga mereka melewati gerbang desa dan keluar dari sana dengan cepat.


Keempat kultivator itu memakai teknik meringankan tubuh dengan berjalan cepat, sedangkan Fang Yin mengikutinya dengan berjalan di atas pepohonan yang berada tidak jauh dari jalan yang mereka lalui.


Mereka sebenarnya tahu jika Fang Yin mengikutinya, tetapi sengaja membiarkannya dan berpura-pura tidak melihatnya.


Matahari mulai condong ke arah barat menandakan jika senja sebentar lagi akan turun.


Keempat kultivator itu berhenti untuk beristirahat dan menikmati bekal mereka, mengabaikan bahaya yang mengincar mereka.


Fang Yin berhenti di tempat yang tersembunyi dan membuka bekalnya juga sambil melihat ke arah para kultivator itu.


'Aneh bukankah ini sudah sore. Mengapa udara di tempat ini terasa begitu panas. Aku merasakan energi yang sangat besar menyelimuti tempat ini.' Fang Yin tidak bisa menikmati makanannya dengan tenang dan bersikap waspada.


Kekhawatirannya cukup beralasan. Sekelebat bayangan muncul di hadapannya lalu berjalan mendekati keempat kultivator itu. Bayangan-bayangan itu terus berkelebat dan salah satunya menyambar tubuh Fang Yin dan membawanya turun dan bergabung bersama keempat kultivator itu.

__ADS_1


Seseorang yang membawanya turun melemparkan tubuhnya ke tanah. Namun Fang Yin mampu menahan tubuhnya dan tetap berdiri dengan sempurna.


Dengan sedikit canggung, Fang Yin terpaksa bergabung bersama keempat kultivator itu.


"Nyali kalian besar juga. Berani bersantai di wilayah kekuasaan ku!" ucap salah seorang Bandit Topeng Emas.


Mereka berjumlah lima orang memakai topeng berwarna emas yang menutupi wajah di bagian atas.


Ke lima bandit itu memakai pakaian berwarna merah dan hitam dengan mantel tipis yang berkibar di punggung mereka.


Udara pegunungan sore yang seharusnya dingin terasa sangat panas dengan aura energi yang dikeluarkan oleh kelima bandit itu.


"Kami hanya lewat. Dan sebentar lagi akan melanjutkan perjalanan. Tolong jangan mempersulit perjalanan kami." Salah satu kultivator berbicara tanpa rasa takut.


"Siapa pemimpin kalian?" tanya bandit itu.


Sebuah senyuman licik terlihat samar di wajah Zhan Li, pemimpin pembawa misi dari Kekaisaran Benua Tengah. Mulutnya tidak bicara tetapi pandangan matanya melirik ke arah Fang Yin.


****

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2