Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 148


__ADS_3

Tangan kiri Jian Heng terulur ke depan hingga tombak dan tongkat besi yang berada di samping ruangan terangkat ke udara oleh energinya.


Dengan cepat tombak dan tongkat besi itu melayang ke arahnya.


Tangan kanan Jian Heng bersiap dengan jurus tapak berlian miliknya.


Satu persatu dia menangkap tombak dan tongkat itu. Besi-besi yang tersentuh oleh tangannya menjadi lunak lalu patah dan jatuh ke tanah seperti sebuah kue kering yang menjadi remah-remah.


Senyum Jian Heng tersungging di wajah tampannya ketika dia merasakan aura yang luar biasa setelah menyerap Qi sembilan elemen.


Tubuh Jian Heng mendarat turun setelah merasa cukup dengan latihannya malam ini. Jian Heng perlu untuk beristirahat dan mengisi tenaganya agar bisa bekerja dengan baik esok hari.


'Selain kekuatannya yang luar biasa, aku juga bisa menjadi lebih peka merasakan esensi energi di sekitarku.' Jian Heng berjalan meninggalkan ruang rahasianya menuju ke kamarnya.


Langkah Jian Heng terhenti sejenak sebelum dia memasuki kamarnya. Dia melirik ke kamar Fang Yin yang berada tepat di depan kamarnya.


"Selamat malam, Gadis aneh!" gumam Jian Heng lirih lalu melanjutkan langkahnya masuk ke dalam kamarnya.


Ketika sedang merindukan seseorang, jalan pikiran manusia terkadang menjadi tidak masuk akal. Seluruh dunia seakan menampakkan wajah orang yang dirindukannya itu.


Sebelum matanya benar-benar terlelap, Jian Heng selalu memandangi lukisan Fang Yin lalu mendekapnya dengan erat di dalam pelukannya.

__ADS_1


....


Di kediaman Shi Han Wu.


Sepanjang hari Fang Yin menjalani latihan yang sangat berat. Han Wu memberikan pelatihan fisik terlebih dahulu sebelum mengijinkan Fang Yin mempelajari Kitab Sembilan Naga bintang empat miliknya.


Di dalam kitab ini, Han Wu menekankan Fang Yin untuk memperbaiki olah tenaga dalam dan olah napas yang menurutnya masih sedikit berantakan.


Han Wu tahu jika Fang Yin memiliki sumber daya energi yang sangat besar di dalam tubuhnya. Namun, dia belum memiliki fisik dan energi pendamping yang mampu mengimbangi besarnya energi yang terus bertambah di dalam tubuhnya itu


Inti dari Kitab Sembilan Naga bintang empat adalah pengendalian Qi.


Penggunaan jurus pengendali Qi yang mampu menerobos pertahanan terkuat dari lawannya. Namun sebelum itu, pengendalian Qi dalam dirinya sendirilah yang harus diutamakan.


Fang Yin memilih tempat itu karena merasakan pancaran Qi yang besar dari air terjun tersebut.


"Kamu sudah bekerja keras untuk hari ini, Yin'er. Sebaiknya kita lanjutkan lagi besok." Han Wu meminta Fang Yin menghentikan latihannya.


"Tapi ... Kek!" pekik Fang Yin yang menghentikan gerakannya secara mendadak


"Kita bisa melanjutkannya besok. Oh, iya aku punya sesuatu buat kamu," imbuh Han Wu.

__ADS_1


"Sesuatu?" Fang Yin menyipitkan matanya menahan rasa penasarannya.


"Nanti kamu juga akan tahu." Han Wu sengaja membuat Fang Yin semakin penasaran agar Fang Yin segera pergi untuk mengikutinya.


Umpan Han Wu berhasil. Fang Yin pun bangkit dari duduknya lalu meninggalkan tempatnya berlatih.


Di dalam pondok Han Wu, Tian Feng sudah menunggu kedatangan guru dan keponakannya itu. Rupanya dia telah memasak dan menyiapkan makan malam untuk mereka bertiga.


Fang Yin terus melihat ke arah Han Wu dan berharap kakek tua itu segera memberikan janjinya.


"Aku sudah selesai makan, Kek!" seru Fang Yin.


"Tenanglah! Aku tahu kamu sudah tidak bisa bersabar."


Sindiran Han Wu membuat Fang Yin tersipu


Han Wu mengeluarkan sebuah artefak dari dalam cincin penyimpanannya.


Benda kecil itu membuat mata Fang Yin berbinar. Sudah lama dia mencari benda itu, tidak di sangka dia menemukannya di sini


****

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2