
Logika Fang Yin tidak mampu mencerna apa yang sebenarnya terjadi. Semua yang terjadi terasa aneh dan janggal tetapi dia tidak memiliki jalan untuk mengatasi ini semua.
Percuma saja berpikir terlalu keras untuk memecahkan teka teki ini. Kenyataannya memang wanita itu benar-benar nyata berdiri di hadapannya.
"Aku hanya membereskan alat makanku saja, Nyonya." Fang Yin menggaruk-garuk tengkuknya sambil meringis dibalik cadarnya.
"Baiklah, Nona. Selamat beristirahat!" ucap wanita itu sambil tersenyum ramah pada Fang Yin.
Fang Yin mengangguk tanpa menjawab ucapan itu. Bibirnya terasa sulit untuk dia gerakkan dan kulitnya terasa menebal.
Ada rasa aneh menjalar di sekujur tubuh Fang Yin. Perasaan anehnya semakin besar ketika melihat wanita pemilik rumah tidak kunjung pergi setelah mengucapkan selamat malam untuknya.
Wanita itu terus menatapnya seolah dia sedang menunggunya. Fang Yin merasa tidak nyaman dengan tatapannya dan berpikir jika ada yang tidak beres dengan si pemilik rumah itu.
Suhu tubuh Fang Yin meningkat sehingga kulit putihnya berubah sedikit kemerahan. Ada rasa terbakar di bagian dalam tubuhnya.
__ADS_1
'Naga jelek! Ingat kita tidak sedang dalam bahaya. Simpan saja kekuatan besar ini untuk mengobrak abrik Kekaisaran Benua Timur suatu hari nanti.'
Sayangnya Fang Yin tidak bisa memerintah roh naga yang kini telah menyatu bersama tubuhnya. Sisik-sisik berwarna hitam samar-samar telah muncul di beberapa bagian tubuhnya.
Wanita itu tersenyum karena menduga jika Fang Yin telah terkena racun sihir dari makanan yang diberikan pada Fang Yin sebelumnya. Dia tidak tahu jika Fang Yin memiliki tubuh abadi yang tidak akan terpengaruh oleh racun tingkat rendah hingga menengah.
'Bodoh sekali! Aku sedang mengendalikan racun yang mulai menjalar di dalam tubuhmu!' Tiba-tiba terdengar suara yang sangat jelas di dalam pikiran Fang Yin.
'Kamu jangan mengada-ada, naga jelek! Tidak mungkin wanita ini menjebakku.' Fang Yin masih tidak perduli dengan ucapan dari dalam pikirannya.
Wanita itu merubah caranya menatap ke arah Fang Yin. Beberapa detik berlalu Fang Yin berinisiatif untuk mencari cara bersembunyi dari wujud naganya.
Wanita itu mengira jika racun yang dia berikan pada Fang Yin telah bekerja. Dengan gerakan yang sangat cepat wanita itu mengulurkan tangan kanannya ke arah leher Fang Yin.
Tubuh Fang Yin terdorong ke belakang hingga menabrak dinding rumahnya. Wanita paruh baya itu mencekik Fang Yin dengan sekuat tenaga. Kakinya tidak menapak di tanah dan membawa Fang Yin terbang sambil terus mendorongnya.
__ADS_1
Fang Yin berusaha keras untuk melepaskan cekikan di lehernya. Namun kekuatan wanita itu terlalu besar.
'Heh! Naga jelek! Kenapa kamu berhenti muncul? Apakah kamu ingin kita mati sama-sama?' Fang Yin mencoba berkomunikasi dengan roh naga ditubuhnya.
'Bukankah kamu tidak mempercayaiku? Sekarang nikmatilah, aku mau tidur.' Roh naga hitam bersikap tak peduli.
Tubuh Fang Yin yang terdorong seharusnya telah menghantam dinding, tetapi sepertinya tidak ada lagi dinding di belakang Fang Yin.
'Apa?! Jadi semua keindahan di rumah ini hanyalah ilusi yang menipu mata. Sial! Sebenarnya apa yang terjadi padaku dan siapa wanita yang mencekikku ini?' Tubuh Fang Yin mulai terasa lemas karena tidak mendapat oksigen yang cukup untuk bernapas.
Mata Fang Yin berkedip sangat lemah dan mulai merasakan dingin. Dia merasa jika dia akan mengalami kematian untuk yang kedua kalinya.
"Aaaaa!" jerit wanita paruh baya yang kini berubah menjadi buruk rupa.
Tangannya yang mencekik leher Fang Yin terbakar oleh api hitam yang menyelimuti tubuh Fang Yin yang kini telah dikuasai oleh roh naga hitam.
__ADS_1
****
Bersambung ....