
Kaisar Ning berjalan mendekati Ning Yao Xi lalu berjalan mengelilinginya tanpa mengatakan apapun. Dia mengelilingi Ning Yao Xi hingga beberapa kali dengan langkah yang pelan.
Ning Yao Xi merasa ada yang aneh dengan sikap ayahnya. Saat ini dia terlihat seperti orang asing yang tidak dikenalnya.
'Pantas saja ayah tidak melakukan tindakan apapun saat aku melaporkan tentang peristiwa pembunuhan masal yang terjadi. Rupanya dirinya sendiri yang melakukannya.' Ning Yao Xi menatap ayahnya tak percaya.
Setelah berpikir beberapa saat akhirnya Ning Yao Xi tidak bisa menahan dirinya untuk bertanya lagi pada ayahnya.
"Apa yang ayah lakukan? Mereka hanya warga sipil biasa yang tidak berdosa. Mengapa ayah begitu tega menghabisinya dengan brutal?" tanya Ning Yao Xi dengan wajah sedih.
Kaisar Ning menghentikan langkahnya lalu menatap dalam ke arah Ning Yao Xi. Tatapan dingin yang menyiratkan dendam dan kekejaman itu terlihat seperti bukan milik ayahnya.
"Aku hanya mengambil kekuatan jiwa mereka untuk menyempurnakan kekuatanku. Kuharap kamu mau menutup mulutmu dan tidak mengatakan ini pada siapapun atau ...." Kaisar Ning menggantung kalimatnya.
"Atau ayah akan membunuhku juga?" Ning Yao Xi yang terlihat marah menentang maut dengan menjawab ucapan ayahnya.
Kaisar Ning mengeluarkan tatapan membunuhnya. Baru kali ini dia melihat putranya itu menjawab ucapannya dengan berani. Sangat terlihat jika dirinya tidak menyukai itu.
Tangan Kaisar Ning bergerak dengan cepat dan meraih leher Ning Yao Xi. Dia mencengkeramnya dengan kuat dengan ekspresi wajah yang sangat marah.
"Jangan pernah berani untuk menentangku karena semua yang kulakukan ini adalah demi kalian! Kamu pikir kehidupan nyaman yang kalian rasakan saat ini akan tetap ada jika Putri Gu Fang Yin telah kembali dan memporak-porandakan semuanya, Haa?" teriak Kaisar Ning.
Ning Yao Xi hampir kehabisan nafas. Kedua tangannya berusaha untuk melepaskan tangan Kaisar Ning yang mencekiknya. Tenaga Kaisar Ning begitu kuat sehingga membuat apa yang dilakukannya menjadi sia-sia.
Jangankan untuk berteriak, untuk berbicara pelan pun Ning Yao Xi tidak sanggup lagi. Wajahnya terlihat menegang dengan otot-otot yang menarik matanya untuk terbuka lebar.
Saat nyawanya sudah di ujung tenggorokan, Kaisar Ning melepaskannya dan membanting tubuhnya ke belakang. Ning Yao Xi jatuh tersungkur di tanah dan terbatuk beberapa kali. Untuk beberapa saat dirinya tidak bisa melakukan apapun selain berusaha untuk memulihkan tenaganya.
Kaisar Ning melangkah maju untuk mendekatinya. Wajahnya yang dingin dan tenang mengandung sejuta misteri yang tidak bisa ditebak oleh siapapun. Bahkan Ning Yao Xi pun tidak lagi melihat kasih sayang seorang ayah di sana.
"Ampun, Ayah. Aku tidak akan menghalangimu melakukan apa yang kamu ingin lakukan lagi." Ning Yao Xi merasa tidak berdaya.
Jawaban Ning Yao Xi membuatnya tersenyum. Tangannya mendorong ke depan dan menarik tubuh Ning Yao Xi dengan kekuatannya. Dalam sekejap tubuhnya telah berdiri dengan tegak di hadapannya.
"Ingat kata-katamu. Jangan pernah mengatakan ini pada siapapun! Percayalah, seorang ayah tidak akan membiarkan keluarganya hidup dalam kehinaan. Jangan pernah mengalahkan tindakan yang kulakukan karena aku melakukan ini demi tujuan yang mulia." Kaisar Ning berbicara dengan pelan dan penuh penekanan.
"Aku mengerti, Ayah." Ning Yao Xi terpaksa menyetujui ucapan ayahnya meskipun hatinya merasa hancur saat ini.
Orang yang dicintainya ternyata menempuh jalan yang salah untuk mencapai tujuannya. Pada dasarnya dirinya melakukan hal ini untuk membuat keluarganya bahagia tetapi cara yang dilakukan tidak benar.
__ADS_1
Hingga saat ini, Ning Yao Xi tidak tahu jika ayahnya lah yang telah membunuh Kaisar Gu dan menjadi dalang dibalik kekacauan yang terjadi di masa lalu.
"Pulanglah! Aku akan nenyusulmu setelah urusanku selesai." Kaisar Ning tidak ingin pulang bersama Ning Yao Xi.
Kebersamaannya akan menimbulkan keingintahuan para penjaga gerbang istana mengingat sebelum tidak ada yang melihat kepergian keduanya.
"Baik, Ayah."
Ning Yao Xi tidak berani lagi menentang ayahnya. Dirinya memilih untuk diam meskipun apa yang dilakukan oleh Kaisar Ning bertentangan dengannya. Menurutnya, ayahnya telah melanggar batas kemanusiaan yang seharusnya dimiliki oleh seorang pemimpin.
Setelah kepergiannya dari hadapan ayahnya, Ning Yao Xi tidak peduli lagi dengan apa yang akan dilakukan oleh ayahnya. Di hadapannya dia benar-benar tidak berdaya untuk melawan.
Hampir saja nyawanya melayang karena menentangnya secara terang-terangan. Kekejaman ayahnya kini membuatnya berkecamuk. Hanya Ning Mu Shen yang mampu mengertinya. Setelah ini dirinya berencana untuk menemuinya.
'Aku rasa ayah tidak akan tahu jika aku mengatakan semuanya pada Shen'er. Tunggu ... Shen'er juga akan berada dalam bahasa jika aku mengatakan semua ini padanya. Tidak ... aku tidak ingin melibatkannya.'
Ning Yao Xi akhirnya memilih untuk diam. Semua yang terjadi hari ini akan disimpannya untuk dirinya sendiri.
***
Dalam acara perjamuan di istana Kekaisaran Benua Timur,
Apa yang terjadi hari ini sungguh berada di luar kebiasaannya. Ning Yao Xi terlihat lebih banyak diam dan senang menyendiri. Merasa ada yang tidak beres dengan kakaknya itu, Ning Mu Shen berjalan mendekatinya ketika dirinya telah selesai dengan makanannya.
"Kak Xi. Apa yang terjadi padamu? Aku tahu putus cinta itu sulit tapi hidup harus terus berlanjut. Kakak masih bisa mendapatkan seorang putri yang lebih cantik darinya." Ning Mu Shen berpikir jika kakaknya bersedih karena patah hati.
Beberapa hari yang lalu putri dari negara bagian yang menjadi incarannya telah dinikahkan dengan pangeran dari negara bagian yang lainnya. Meskipun sebenarnya bukan masalah ini yang membuatnya bersedih tetapi Ning Yao Xi mengangguk dan tersenyum seolah-olah itulah masalahnya.
Ning Mu Shen meletakkan tangannya di bahu Ning Yao Xi dan menepuknya dengan lembut sebagai ungkapan dukungan untuknya. Seorang pria memang terlihat kaku saat menghibur orang lain. Namun, perhatian kecil seperti ini terasa berarti bagi seseorang yang sedang tidak baik-baik saja.
"Terimakasih, Shen'er. Aku sudah merasa lebih baik. Di masa mendatang, aku pasti memiliki seorang pendamping dengan sosok yang sempurna. Aku mengharapkan seorang wanita yang kuat dan tegas." Terbayang wajah Fang Yin karena sosok wanita sempurna yang dia maksud adalah dirinya.
Ning Yao Xi tidak tahan dengan kemunafikan ayahnya. Dia segera pergi dari ruang perjamuan setelah menikmati makan malamnya. Semua orang berpikiran sama dengan Ning Mu Shen di mana dia terlihat murung karena sedang patah hati.
Di dalam kamarnya, Ning Yao Xi terlihat sangat gelisah. Sejak kemarin dirinya belum bisa tertidur dengan nyenyak. Rasanya sangat sulit baginya untuk membela ayahnya dan memihak Fang Yin tetapi semua ini harus terjadi karena hubungan darah di antara keduanya.
Kondisi yang dihadapi oleh Ning Yao Xi sebenarnya hampir mirip dengan yang dialami oleh Ning Mu Shen. Mereka sama-sama tidak yakin untuk melawan Fang Yin. Bagi keduanya Fang Yin adalah cinta pertama mereka.
'Rasanya aku akan sulit untuk melawan Putri Gu tapi aku juga tidak mungkin untuk meninggalkan ayah. Aku benar-benar berdiri di tengah dua kubu yang sama-sama berat.' Ning Yao Xi tampak bimbang.
__ADS_1
Menurunnya semangat Ning Yao Xi membuat latihan yang dilakukan oleh pasukannya ikut menurun. Pasukan yang baru direkrut berlatih menurut keinginan mereka sendiri karena para panglima sibuk mempersiapkan pasukan pilihan yang akan ditempatkan di garis depan.
Seharusnya Ning Yao Xi bisa menangani ini tetapi rasa tidak percaya pada ayahnya membuatnya enggan. Hatinya masih bimbang dan belum tergerak untuk kembali bersemangat.
Di jajaran pasukan baru ada yang memiliki sifat sombong yang suka mengatur yang lainnya. Ning Yao Xi menatapnya sinis sambil tersenyum getir. Tanpa strategi kemiliteran yang matang, mereka hanya akan menjadi sekumpulan sampah di medan perang.
'Sepertinya aku harus bangkit dan membantu mereka untuk bertahan hidup. Aku harus melakukannya demi kemanusiaan, bukan demi ayah atau demi ambisi gilanya yang ingin terus berkuasa. Jika setelah ini ayah menjadi pemenang dan tetap berkuasa, maka aku akan memilih untuk pergi meninggalkan istana dan hidup dengan caraku.' Ning Yao Xi akhirnya bangkit dan mulai memimpin latihan.
Perasaan kemanusiaan yang tinggi membuatnya tidak tega membiarkan para prajurit itu berjalan tanpa pegangan. Mereka tidak akan selamat jika hanya mengandalkan kekuatan fisik semata.
Ning Mu Shen juga tidak kalah serius, dirinya juga membawahi pasukannya sendiri. Namun, dia memiliki caranya sendiri untuk melatih pasukannya. Sifat kejam Ning Mu Shen membuatnya lebih mirip dengan Kaisar Ning.
Sementara putra-putranya sibuk dengan pasukannya, Kaisar Ning sibuk dengan latihannya sendiri di dalam ruangan pribadinya. Hari ini dia berencana untuk pergi ke bukit pengasingan untuk berkomunikasi dengan para iblis dari dunia bawah.
Kaisar Ning datang seorang diri tanpa pasukan. Dia pergi ke sana dengan membawa kristal energi untuk menggaet para iblis agar mau menuruti perintahnya.
Tidak tahu kapan penyerangan yang akan dilakukan oleh Fang Yin. Dengan persiapan ini, Kaisar Ning bisa memanggil mereka dalam sekali waktu.
Di atas bukit pengasingan yang sepi, Kaisar Ning berdiri di puncaknya. Tangannya melakukan gerakan untuk membuat sebuah segel mantra pemanggil roh.
Untuk membentuk mantra yang terhubung dengan alam bawah, dia harus menumpahkan darahnya di sana. Saat energinya mulai keluar dan membumbung tinggi di udara, Kaisar Ning menggores telapak tangannya dengan pisau kecil. Darah yang keluar terhisap oleh energi itu.
Sebuah segel mantra berwarna merah darah yang mengerikan muncul di udara. Bayangan hitam satu persatu muncul dan mengatakan keinginannya. Saat itu juga Kaisar Ning melemparkan apapun yang diinginkannya.
Segala sesuatu yang disukai oleh para penghuni alam bawah telah disiapkannya di dalam cincin penyimpanannya. Makhluk alam bawah yang telah melewati segel darah secara otomatis telah terikat perjanjian dengannya. Mereka akan mematuhi segala perintahnya dan memenuhi panggilannya dalam kedipan mata mereka akan datang.
Banyak sekali makhluk dunia bawah yang masuk ke dalam jeratannya. Kaisar Ning tertawa senang.
"Datanglah! Ayo terus datanglah! Aku akan memberi apa yang kalian inginkan. Jangan takut, di dalam peperangan yang akan terjadi, kalian bisa mendapatkan keuntungan lain. Kalian bisa memakan jiwa-jiwa manusia yang menjadi korban pertempuran." Kaisar Ning terus memanggil makhluk dunia bawah. Tangannya tidak berhenti untuk memberikan apa yang mereka inginkan. Dia sangat yakin dengan bantuan mereka maka kemenangan akan berpihak padanya.
Kaisar Ning tidak tahu jika sebagian besar penduduk dunia bawah juga telah berpihak pada Fang Yin atas komando Raja Iblis Api.
****
Bersambung ....
Kak numpang promo novel karya temanku, ya. Semoga berkenan mampir, terimakasih.
__ADS_1