
Setelah menyelesaikan urusan duniawinya, Jian Heng segera menuju ke ruang rahasianya untuk membaca dan mempelajari kitab yang dipinjamnya dari perpustakaan sekte.
Untuk mengurangi gangguan, Jian Heng memperkuat segel perlindungan pada ruangan itu agar tidak bisa di tembus oleh apapun.
Kitab itu dia biarkan melayang di udara dan terbuka dengan kekuatan jiwanya.
Huruf demi huruf bercahaya keluar dari dalam kitab itu dan melayang ke udara berjajar sesuai dengan urutannya.
Jian Heng membaca huruf-huruf bercahaya yang berukuran besar tersebut tanpa suara.
Ada juga gambaran bercahaya yang menunjukkan suatu gerakan untuk melakukan teknik penyerapan Qi sembilan elemen yang ada di dalam giok mata dewa miliknya.
Kemampuan Jian Heng untuk membaca huruf dan simbol energi itu membuatnya mampu melahap seluruh isi buku itu dalam waktu singkat.
Seluruh cahaya huruf dan simbol itu terserap ke dalam inti pikirannya.
Merasa sudah cukup menguasai seluruh isi buku itu, Jian Heng mengeluarkan giok mata dewa dari dalam cincin penyimpanannya.
Malam ini juga dia ingin menyerap Qi sembilan elemen yang terkandung dalam giok itu. Semakin cepat maka akan semakin baik. Setelah ini langkah Jian Heng untuk menjadi kultivator ranah dewa akan semakin mudah.
__ADS_1
Qi sembilan elemen membuat energi murni seseorang lebih besar dari orang-orang kebanyakan. Pemilik Qi sembilan elemen juga mampu berkultivasi dengan cepat dan memiliki daya pemulihan energi yang cepat pula.
Sinar biru memancar dari giok mata dewa yang berada di telapak tangan Jian Heng. Giok itu dia biarkan melayang di depannya lalu Jian Heng mengambil sikap lotus.
Jian Heng mulai mempraktekkan teknik yang dia dapatkan dari dalam kitab itu dengan gerakan-gerakan yang terekam jelas dalam inti pikirannya.
Cahaya dari giok itu semakin memancar hingga seluruh ruangan itu diselimuti oleh warna biru yang sangat terang.
Jian Heng membuka seluruh jalur energinya untuk menyerap Qi yang terpancar dari giok mata dewa.
Ruang rahasia milik Jian Heng bergetar ketika Qi sembilan elemen itu menerobos masuk memenuhi seluruh dantiannya.
Tubuhnya melayang ke udara lalu dia mulai mencoba kekuatannya dengan melepaskan beberapa jurus.
Sebenarnya Jian Heng memiliki sebuah jurus rahasia yang jarang sekali dia gunakan jika tidak benar-benar mendesak.
Jurus tapak berlian.
Jurus ini mampu memotong pedang yang terbuat dari berbagai jenis logam dengan menyentuhnya saja.
__ADS_1
'Luar biasa. Tubuhku menjadi sangat ringan meskipun aku tidak mengeluarkan teknik meringankan tubuhku,' Jian Heng melihat tubuhnya sendiri.
Tidak ada yang tahu tentang jurus tapak berlian miliknya itu selain dirinya sendiri karena jurus itu dia dapatkan di sebuah makam kuno yang dilindungi dengan segel.
Sesaat sebelum mendapatkan jurus itu Jian Heng bertarung melawan seorang kultivator dan mengalahkannya. Dari tangannya dia mendapatkan sebuah artefak yang berupa token batu berbentuk segi delapan.
Rupanya token batu itu bisa digunakan untuk membuka pintu gerbang sebuah makam kuno yang tidak jauh dari arena pertarungan.
Di makam kuno itu Jian Heng menemukan sebuah prasasti yang memiliki simbol telapak tangan di salah satu sisinya.
Ketika telapak tangan Jian Heng menyentuh simbol itu, dirinya seperti masuk ke dalam alam bawah sadarnya.
Gambaran jurus tapak berlian pun terlihat sangat jelas dan berputar mengelilinginya.
Jian Heng menirukan gerakan itu dan mengulanginya beberapa kali hingga akhirnya berhasil menguasai jurus itu dengan sempurna.
****
Bersambung ...
__ADS_1