
Ying Ruo berjalan untuk menghampiri Fang Yin bersama Han Han. Mereka menyibak barisan dan terus mendekat dengan tergesa-gesa.
"Ying Ruo, aku tidak tahu apa yang terjadi. Kamu jangan menyalahkanku untuk ini, Qi Awan Salju aktif dengan sendirinya." Fang Yin terlihat panik dan terus mengamati perubahan tubuhnya.
"Saya tahu, Yang Mulia. Mungkin ini karena pengaruh inti es yang ada di atas puncak menara," jelas Ying Ruo.
Fang Yin baru mengerti, kekuatan yang ada di dalam tubuhnya merupakan bagian sari inti es yang ada di puncak menara. Jika benar begitu, selama dia berada di alam dimensi phoenix, dia harus membagi Qi Awan Salju yang ada di dalam tubuhnya untuk menyetabilkan keadaan.
Secara otomatis inti es itu bergabung dengan inti es yang tertanam di tubuhnya. Secara alami, seorang keturunan suku es akan merasakan pemilik inti es lainnya, seperti ketika Da Xia bertemu dengannya beberapa tahun lalu.
"Sekarang aku mengerti. Kalian tidak perlu khawatir. Kalian akan tetap menjadi phoenix api dan es. Aku akan membagi energiku untuk menyetabilkan inti es yang ada di atas menara."
Tanpa banyak bicara lagi, Fang Yin segera melompat ke langit dan mencapai puncak menara. Kedua tangannya merentang ke samping, terlihat cahaya putih menyelimuti tubuhnya. Tidak lama setelah itu inti api dan es memancarkan cahaya energi dan turun ke bawah.
Phoenix api dan es yang berada di bawah menara menyerap energi itu sesuai batasan mereka. Mereka merasakan hal yang berbeda hari ini. Esensi energi yang mereka dapatkan terasa lebih pekat. Tubuh mereka terasa ringan dengan kedua tangannya yang mengeluarkan aura Qi yang sempurna.
"Mendapatkan energi langsung dari seorang keturunan suku es membuat kekuatan kita meningkat beberapa tingkat!"
"Kamu benar, aku juga merasakannya."
"Iya, benar."
Phoenix-phoenix itu merasakan energi mereka meningkat dengan drastis.
Fang Yin kembali setelah semuanya selesai menyerap energi dari inti api dan es. Cahaya inti api dan es meredup lalu padam. Dia akan menyala kembali esok hari.
Tubuh Fang Yin kembali ke dalam wujud manusia biasa dan bergabung bersama Ying Ruo dan Han Han. Mereka pergi ke sebuah tempat yang mirip seperti aula. Ketiganya duduk pada sebuah kursi untuk saling bertukar cerita.
Sudah sangat lama Han Han tidak bisa keluar dari kamarnya. Dia merasa senang akhirnya bisa keluar dan membaur bersama keluarganya. Kedua anaknya menariknya dan mengajaknya untuk bermain di taman. Mereka juga ingin memiliki kesempatan untuk bersama ayahnya.
Fang Yin berencana untuk tinggal di istana phoenix api dan es selama satu purnama. Ying Ruo bersedia memberikan bulunya jika dia belum menyelesaikan mempelajari Kitab Sembilan Naga bintang tujuh dalam waktu satu purnama.
Tidak ingin merepotkan siapapun, Fang Yin berlatih dengan sangat keras di kamarnya. Ying Ruo juga meminjamkan aula berlatih untuknya. Di aula tersebut Fang Yin bisa berlatih dengan leluasa.
Selama Fang Yin tinggal di dimensi ras phoenix, setiap pagi dia harus membagi Qi-nya untuk seluruh penghuni istana. Dia harus berkultivasi setiap hari agar energi yang tersimpan di dalam tubuhnya tetap seimbang.
Untuk latihan yang berat, Fang Yin meminta bantuan pada Yang Hui. Dia meminjam energinya untuk mencapai tujuannya. Kitab Sembilan Naga bintang tujuh harus diselesaikan tepat waktu.
Sumber makanan di istana mulai menipis, Ying Ruo pergi keluar bersama pasukannya untuk mengambilnya dari kebun spiritual yang berada di luar istana.
Hari ini tepat satu purnama Fang Yin berada di istana ras phoenix. Hari ini juga dia berencana untuk pergi dari sana karena Kitab Sembilan Naga bintang tujuh telah dia selesaikan sejak dua hari yang lalu. Semuanya terjadi di luar perkiraannya dan keberhasilannya tidak lepas dari peran Yang Hui yang selalu membantunya.
Fang Yin menunggu Ying Ruo kembali untuk berpamitan. Namun, dia tidak juga kembali.
Han Han juga sangat mengkhawatirkan kakaknya. Untuk saat ini dia belum bisa keluar tanpa kemampuan terbangnya. Walaupun kesehatannya telah pulih, tetapi setelah bulunya dicabut dia tidak bisa terbang sampai bulu baru tumbuh dan menggantikan yang telah dicabut.
"Apakah tempat tujuan Ying Ruo jauh dari sini?" tanya Fang Yin merasakan kekhawatiran yang sama dengan Han Han.
"Tidak, Yang Mulia. Tempat itu adalah sebuah gunung tempat yang pernah Anda singgahi sebelum masuk kemari," jelas Han Han.
Fang Ying mengangguk.
"Kamu tidak perlu khawatir, tunjukkan bagaimana caranya aku bisa keluar dari sini. Aku tidak tahu di mana letak portalnya." Fang Yin tidak melihat portal itu ada di sekelilingnya.
__ADS_1
"Saya akan menunjukkan portal itu, Yang Mulia. sudah tiga hari kakak tidak pulang, pasti ada suatu hal yang terjadi diluar sana." Han Han merasa sangat menyesal tidak bisa melindungi kakaknya. Malahan selama ini dia selalu merepotkannya.
Fang Yin tidak ingin menunda waktu lebih lama lagi. Setelah tahu dari Han Han jika Ying Ruo tidak pernah pergi selama ini dari sini, dia merasa sangat khawatir. Mungkin dia tidak akan bersantai di istana setelah menuntaskan Kitab Sembilan Naga bintang tujuh dan segera pergi menyusul Ying Ruo.
Han Han membuat formasi dengan elemen energi api dan es. Sebuah portal yang melingkar di udara mulai terbentuk, setelah menjadi sempurna, dia meminta Fang Yin untuk segera masuk ke dalam portal itu. Kekuatannya masih belum stabil, dia tidak bisa menggunakannya terlalu lama.
'Formasi yang sempurna,' batin Fang Yin. Dia berpikir untuk membuat portal yang sama di masa mendatang.
Dalam hitungan detik, Fang Yin telah sampai di alam manusia. Pandangannya mengedar ke sekeliling untuk mencari keberadaan Ying Ruo. Namun, tempat itu terlihat sepi, tidak ada seorang pun di sana.
Fang Yin kemudian berjalan menyusuri jalan setapak dan mencari keberadaan Ying Ruo. Dia menghentikan langkahnya ketika mendengar suara orang sedang bercakap-cakap.
Setelah menyembunyikan hawa kehadirannya, Fang Yin kembali berjalan. Dia bisa merasakan dengan jelas bahwa mereka adalah manusia. Mereka berjumlah tiga orang, tetapi memiliki tingkat kultivasi di ranah langit.
'Apa yang mereka lakukan di sini? Apakah mereka memburu Phoenix Api dan Es dan ingin mengambil inti energinya? Gawat! Aku takut Ying Ruo dan yang lainnya tertangkap.' Fang Yin merasa khawatir.
Untuk memastikan apa yang terjadi, Fang Yin tidak segan-segan menampakkan dirinya di hadapan ketiga kultivator tersebut. Mereka merasa terkejut dengan kedatangannya yang tiba-tiba. Namun, mereka tidak memandangnya dengan permusuhan.
"Selamat siang, Tuan-tuan," sapa Fang Yin dengan kedua tangan yang disatukan untuk memberi hormat.
"Selamat siang, Nona. Kamu sendirian saja, apakah kamu sedang tersesat?" tanya salah satu di antara mereka.
Mereka bertiga melihat penampilan Fang Yin dari atas hingga bawah. Aura energi yang tersembunyi membuatnya tidak terlihat sebagai seorang kultivator. Wajahnya yang tertutup cadar membuat ketiganya merasa penasaran.
"Aku memang sengaja datang ke sini, aku dengar di sini banyak sekali binatang roh Phoenix Api dan Es," pancing Fang Yin, dengan begini dia akan segera tahu tujuan mereka.
Mereka mengangguk-angguk dan tersenyum pada Fang Yin.
"Kamu benar, Nona. Kami melihatnya tiga hari yang lalu, ada sekitar sepuluh phoenix ada di sini. Saat kami akan menangkapnya mereka berhasil kabur dan bersembunyi entah di mana. Hanya ada goa di depan kita ini yang mungkin menjadi tempat mereka bersembunyi," jelas salah seorang kultivator.
"Tunggu, Nona! Di depan pintu goa itu dipasang sebuah pelindung. Kami sudah mencobanya untuk masuk ke sana, tetapi tubuh kami terpental jauh. Jangan gegabah, Nona, nanti kamu akan terluka," cegah kultivator itu penuh kepedulian.
"Oh, iya?" Fang Yin membungkuk untuk mengambil sebuah batu lalu dilemparkannya ke arah mulut goa.
Batu itu melesat dengan cepat menuju goa, tetapi sebelum mencapai pintu ada batas tak terlihat yang membuatnya terpental dan terlempar balik ke arah Fang Yin. Dia meliukkan tubuhnya untuk menghindari batu itu hingga batu yang dilemparnya jatuh di tempat kosong dan menimbulkan ledakan kecil.
Para kultivator itu terkejut karena sangat yakin jika ledakan itu berasal dari energi yang dialirkan oleh Fang Yin pada batu sebelum melemparnya. Dari luar Fang Yin tidak terlihat seperti seorang kultivator, mereka tidak menduga jika dia memiliki kekuatan yang tersembunyi.
Fang Yin tersenyum senang. Dengan pelindung sekuat ini, Ying Ruo dan ras phoenix yang pergi bersamanya dalam keadaan aman. Hanya saja, jika kultivator-kultivator tetap di sana mereka akan sulit keluar dan kembali ke istana dengan selamat.
"Pelindung yang sangat kuat, kita tidak bisa memembusnya. Sebaiknya kita pergi saja dari sini," bujuk Fang Yin. Dia memang sengaja melakukannya dan menghindari pertarungan. Meskipun tingkat kultivasi mereka berada di tingkat di bawahnya, tetapi menghadapi tiga orang sekaligus bukanlah hal yang mudah.
"Tidak, Nona. Kami membutuhkan inti roh mereka. Kami ingin segera menembus ke ranah lanjutan. Kamu boleh kembali lebih dahulu, kami masih ingin tetap di sini."
Fang Yin tersenyum menyeringai di balik cadarnya. Para kultivator itu tetap pada pendiriannya meskipun doa telah memintanya untuk pergi. Sekarang tidak ada pilihan lain selain melawan mereka dan membuat mereka pergi sejauh mungkin dari sana.
Untuk melawan kultivator-kultivator itu Fang Yin membutuhkan Yang Hui. Kali ini dia akan menjebak mereka dengan merubah dirinya menjadi setengah naga. Mereka pasti akan mengira jika dirinya adalah binatang roh.
'Yang Hui, aku membutuhkan bantuanmu. Kita harus bekerjasama untuk melawan mereka. Kau kan hebat,' puji Fang Yin merayu.
'Baiklah, aku akan melakukannya. Sudah lama otot-ototku tidak berlatih dengan bertarung.' Yang Hui menerobos keluar dari dalam simbol Dewi Naga dan menyatu dengan tubuh Fang Yin.
Sisik-sisik berwarna emas mulai muncul di wajah dan permukaan kulitnya. Pupil matanya pun berubah mirip seperti mata naga. Aura membunuh yang sangat kejam membuat siapapun tidak kuasa berlama-lama menatapnya.
__ADS_1
"Ja-jadi kamu?" salah seorang kultivator itu berbicara terbata-bata.
Mereka segera memasang kuda-kuda untuk menghadapi Fang Yin. Mereka berharap bisa menangkapnya dan mengambil inti roh miliknya. Mereka tidak tahu jika Fang Yin melakukan perubahan wujud hanya sebagai kamuflase saja.
Fang Yin berjalan dengan santai mendekati para kultivator itu. Seiring dengan langkahnya, energinya keluar menyelimuti tubuhnya. Dia hanya mengeluarkan beberapa persen energinya saja untuk menyamarkan kekuatan yang sebenarnya.
Sebuah pedang energi mengayun membelah udara. Fang Yin melakukan gerakan itu untuk menakut-nakuti lawannya. Tapi tentu saja para kultivator itu tidak takut.
"Sekarang kita putuskan, kalian mati atau pergi dari sini!" seru Fang Yin.
"Kamu terlalu serakah ingin mengambil inti roh phoenix itu sendirilah." Kultivator itu tersenyum miring.
"Jangan membuang waktu lagi! Serang dia!" seru kultivator lain.
Mereka menyerang Fang Yin secara bersama-sama dengan serangan jarak dekat. Fang Yin menghadapi ketiganya dengan teknik pedang yang lihai dan dipadukan dengan gerakan cepat yang membuatnya tak terlihat.
Para kultivator itu terdesak saat menghadapi serangan Fang Yin yang bertubi-tubi, mereka terlihat kewalahan. Mereka tidak melawan Fang Yin dengan sungguh-sungguh dan memandang sebelah mata dirinya.
Saat pedang energi Fang Yin menggores lengannya, mereka mulai serius.
"Binatang roh sialan! Kamu pikir kami tidak bisa menangkapmu?" pekiknya.
Ketiga kultivator itu saling berpandangan dan mengatur posisi mereka membentuk formasi segitiga. Setiap kultivator itu mengeluarkan energi yang berbeda.
Fang Yin berusaha untuk menghindar dan melompat ke udara agar tidak berada di tengah formasi mereka. Sayangnya formasi itu telah terbentuk dan membatasi geraknya. Kini dia seperti sedang berada di tengah ruangan sempit berbentuk segitiga.
"Apa ini? Aku telah terkurung dalam formasi aneh." Fang Yin melihat ke sekelilingnya.
Boom!
Sebuah energi menyerangnya dan berhasil menghindarinya. Serangan berikutnya terus berdatangan dan membuatnya harus bergerak lincah di dalam kurungan yang sempit.
Fang Yin mencoba untuk membalas serangan mereka dengan melepaskan energi. Namun, energi itu menghantam dinding tak terlihat dan berbalik menyerangnya.
"Apa? Jadi aku tidak bisa melakukan apa-apa di sini? Formasi macam apa ini?" Fang Yin melompat menghindari serangan yang datang dari segala arah.
Dia terlihat seperti seekor binatang akrobat yang sedang menjadi tontonan. Tidak ada yang bisa dia lakukan selain menghindari gerakan mereka. Tenaganya tidak terkuras untuk bertarung tetapi habis untuk meluapkan emosinya.
Serangan dari tiga kultivator itu terhenti, Fang Yin sedikit bernapas lega. Kini dia bisa berpikir untuk menentukan serangan. Saat mulai berpikir dan bersiap untuk duduk bersila, tiba-tiba tubuhnya tidak bisa digerakkan.
'Haahh?! Apa-apaan ini? Aku sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhku.' pekik Fang Yin dalam hati sambil terus mencoba menggerakkan tubuhnya. Sia-sia, dia tidak bisa bergerak sedikitpun.
'Percuma saja kamu tidak akan bisa bergerak selama kamu masih berada di dalam formasi mereka. Saat ini kamu telah terkena jurus pembeku nadi,' jelas Yang Hui.
Fang Yin merasa kesal. Matanya menatap kultivator yang ada dihadapannya dengan tatapan membunuh.
"Aarggh!" jerit Fang Yin, dia merasakan pembuluhnya pecah.
'Yang Hui, aku tidak bisa berpikir lagi. Kita bisa mati kalau terus seperti ini. Pikirkanlah cara untuk bisa lepas dari formasi ini.' Tubuh Fang Yin merasakan sakit yang luar biasa ketika pembuluh darahnya pecah di beberapa bagian organ dalamnya.
'Teknik dimensi antar ruang,' jawab Yang Hui.
****
__ADS_1
Bersambung ....