Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 99. Sebuah Goa


__ADS_3

Suasana malam yang remang-remang membuat mereka tidak membutuhkan energi penerangan.


Mereka sudah lama berjalan tetapi ujung-ujungnya mereka akan kembali ke tempat semula.


"Kak Feng! Aku merasa sangat lelah!" seru Fang Yin sambil menjatuhkan tubuhnya di atas sebuah batu.


Dia terduduk dengan wajah kesalnya.


"Huhh! Aku juga merasakan hal yang sama, Yin'er. Tempat ini seperti sebuah labirin rumit yang sulit untuk terpecahkan." Ketua Sekte duduk di tanah sambil meluruskan kakinya. Kedua tangannya berada di belakang punggung untuk menopang tubuhnya.


Fang Yin menegakkan tubuhnya seperti sedang menemukan sebuah ide.


"Sebaiknya kita berjalan menuju ke arah yang berlawanan, Kak! Jika tadi kita ke hilir sungai, bagaimana kalau kita berjalan menuju ke hulu sungai ini." Fang Yin menunjukkan sungai yang membawa mereka ke tempat itu.


"Hmm. Kamu mau kembali ke lubang magma tadi?" tanya Ketua Sekte merasa tidak habis pikir dengan ide Fang Yin.


"Iya, juga, sih. Emm ... lalu apakah kita harus menunggu pagi dengan terus berada di sini." Fang Yin benar-benar tidak memiliki ide apa-apa lagi.


"Sepertinya bukan ide yang buruk. Kita butuh istirahat untuk menyegarkan pikiran kita, Yin'er. Lagi pula tidak ada yang bisa kita lakukan saat ini." Ketua Sekte membenarkan ide Fang Yin untuk beristirahat.


Mereka mencari tempat yang nyaman untuk beristirahat. Keduanya membaringkan tubuhnya di atas sebuah batu besar yang terpisah.


Perjalanan mereka yang penuh dengan rintangan membuat mereka begitu cepat terlelap.


Di pagi hari.

__ADS_1


Fang Yin merasakan tubuhnya seperti sedang berada di tempat yang asing.


"Kak Feng! Kak Feng!" pekik Fang Yin mencari di mana Ketua Sekte berada.


Dia berjalan berkeliling dan tidak menemukannya.


'Sial! Apa yang sebenarnya terjadi selama aku tidur?' Fang Yin mengumpat di dalam hati.


Fang Yin terus berjalan di tempat yang dikelilingi oleh pohon-pohon yang tinggi itu.


Di kejauhan Fang Yin melihat sebuah goa. Untuk melihatnya dari dekat dia berjalan mengendap-endap menuju ke sana.


Sayup-sayup dia mendengar suara percakapan antara seorang pria dan seorang wanita.


"Kak Feng!" bisiknya lirih dan nyaris tak terdengar.


Di depan mata Fang Yin terlihat Ketua Sekte bersama seorang wanita sedang duduk berdampingan di atas sebuah singgasana yang diselimuti oleh berbagai jenis bunga yang indah.


Mereka di kelilingi oleh wanita-wanita yang berpakaian sama dan tatanan rambut yang sama.


Jika di lihat-lihat, mereka seperti sedang melakukan sebuah upacara.


Fang Yin merasakan sesuatu yang mencurigakan di sana,


'Wajah kak Feng terlihat sangat datar seperti sedang dalam pengaruh sihir. Tatapannya terlihat kosong. Aku tidak bisa membiarkan semua ini terjadi dan membahayakan nyawanya.'

__ADS_1


Fang Yin berjalan menyelinap masuk ke dalam goa. Baru selangkah kaki Fang Yin masuk ke dalam goa, sebuah benda melayang datang untuk menyerangnya.


Sreeet!


Fang Yin meliukkan tubuhnya dengan posisi sedikit merendah.


Sebuah anak panah berhasil dia hindari tetapi anak panah yang lain datang susul menyusul ke arahnya.


"Woo ... hoo ...! Banyak sekali! Astaga!" Fang Yin bergerak ke sana kemari untuk menangkap dan menghindari anak panah itu.


Merasa sangat kewalahan, akhirnya Fang Yin mengeluarkan Jurus Perisai Es untuk mengatasinya.


Dia tidak peduli jika jurus itu akan menarik perhatian wanita-wanita yang berada di sana dan menghindari pertarungan.


"Siapa kamu?!" pekik wanita yang berada di samping Ketua Sekte.


Dia berjalan menghampiri Fang Yin dengan membawa pedang di tangannya.


Fang Yin merasakan energi yang kuat muncul dari dalam tubuhnya. Dia adalah seorang kultivator yang berada di ranah suci bintang atas.


'Aku harus waspada. Dia memiliki tingkatan kultivasi yang berada beberapa tingkat diatasku. Jika ingin menang maka aku tidak boleh lengah. Saat ini kak Feng masih berada di dalam pengaruhnya.' Fang Yin memasang kuda-kuda dan bersikap waspada.


Impiannya untuk pergi ke Hutan Bintang Selatan harus kembali tertunda lagi.


****

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2