Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 405. Bertarung


__ADS_3

Sikap Shiang Shiang terlihat santai menanggapi segala tuduhan yang dilontarkan Fang Yin kepadanya. Ekspresi wajahnya sulit untuk ditebak. Walaupun sepintas terlihat tenang tetapi di dalam pikirannya bergejolak bermacam-macam perasaan. Kemampuan mengendalikan diri yang dimiliknya pantas untuk mendapatkan apresiasi.


"Kata-kata yang manis. Aku sangat senang mendengarnya Dewi Naga. Sebelum kita menjadi sangat serius, aku ingin kamu membaca salinan dari kitab ramalan kuno yang berisi kisah menarik antara kita. Sedikitpun aku tidak merubahnya sama sekali. Jadi, kamu jangan pernah berpikir jika aku melakukan kesalahan." Shiang Shiang mengangkat tangan kanannya sejajar dengan dada lalu mengeluarkan sebuah gulungan kuno yang telah usang.


Peringatan dari Jian Heng membuat Fang Yin tidak mudah untuk terpancing dan tetap pada tempatnya. Sebisa mungkin dia menekan rasa ingin tahunya hingga membuatnya terkontrol dengan baik. Satu-satunya hal yang bisa dilakukannya adalah memprovokasi Shiang Shiang jika dia tidak menunjukkan salinan kitab ramalan dari tempatnya berada.


Kali ini semua angan Fang Yin menjadi kenyataan. Shiang Shiang melakukan semua yang ada di dalam pikirannya. Dia membuka telapak tangannya dengan perlahan lalu melakukan gerakan yang membuat gulungan di tangannya melayang ke udara.


Lembaran panjang dari gulungan yang dihamparkan mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan mata. Cahaya perlahan menjadi redup dan keluarlah deretan kalimat yang berjajar secara vertikal. Tulisan berwarna kuning keemasan itu berisi tentang kelahiran keturunan Dewi Naga di atas puncak Pegunungan Merah.


Kelahirannya merupakan kabar yang menggembirakan sekaligus menyedihkan mengingat akan terjadi pertumpahan darah untuk memperebutkannya. Dewi Naga dan iblis saling bertarung hingga titik darah penghabisan. Di sana tidak dijelaskan secara pasti tetapi di akhir kisa tertulis sebuah kalimat yang penuh dengan teka-teki.


'Iblis berkuasa atas jiwanya dan mengendalikannya. Kemurnian yang memberinya jalan hingga terlepaskan belenggu ketidakharmonisan. Dua takdir terhubung dan membentuk sebuah kekayaan.'


Tulang-tulang kaki Fang Yin terasa lemas setelah membaca tulisan itu meskipun sebenarnya dia belum bisa memahaminya secara pasti. Secara tidak langsung Shiang Shiang telah berhasil untuk memprovokasinya. Dia tidak perlu bekerja keras melemahkan mental Fang Yin dengan banyak berkata karena nyatanya dengan ini saja dia telah berhasil melakukannya.


"Aku tidak peduli dengan kitab ramalan itu. Segalanya bisa berubah dan bukanlah sebuah ketetapan yang harus kami terima begitu saja. Kamu tidak memiliki hak atas keturunan kami. Jangan harap bisa menyentuhnya setelah ini." Jian Heng tidak terprovokasi dan lebih percaya dengan akal sehatnya.


Terlepas dari benar atau tidaknya isi dari kitab ramalan kuno itu, dia akan tetap berjuang untuk melindungi calon keturunannya. Dengan bantuan pil pemulih dari Tian Feng dan Shi Han Wu, kekuatannya telah kembali. Bahkan dia merasa jika energinya saat ini jauh lebih besar dari sebelumnya.

__ADS_1


"Baiklah, mari kita tentukan siapa yang akan menjadi pemenangnya!" Shiang Shiang telah bersiap.


Sebagai iblis dengan usia ribuan tahun, dia telah banyak menyerap kekuatan manusia yang tidak terhitung jumlahnya. Sikapnya penuh percaya diri seolah tidak ada yang bisa menandinginya. Kesombongan jelas terlihat di wajahnya dan menjadi salah satu senjata untuk menurunkan nyali lawan-lawannya.


Tidak ingin tinggal diam, Fang Yin pun juga bersiap dengan serangannya. Dengan gerakannya yang anggun terpancar sebuah kekuatan yang terasa lembut tapi mematikan. Sepintas tidak terlihat seberapa besar energi yang terkandung di dalamnya, namun ketika dia melepaskannya dan tidak mengenai sasaran ledakannya membuat pegunungan itu bergetar.


"Lumayan," ucap Shiang Shiang.


Beberapa kali Fang Yin dan Jian Heng memberikan serangannya tetapi Shiang Shiang belum memberikan balasan. Sepertinya dia sedang mempelajari dan mengukur kekuatan lawannya. Gerakannya tidak menampakkan kecepatan tetapi perpindahan tubuhnya saat menghindar tidak bisa diukur dengan pandangan mata.


Mereka bertiga terlibat aksi kejar-kejaran di udara dengan diiringi suara ledakan demi ledakan yang terus menggema. Tidak terlihat dengan jelas gerakan yang mereka lakukan karena kecepatan yang mereka gunakan telah melampaui batas penglihatan manusia biasa. Cukup lama aksi ini terjadi hingga Shiang Shiang melakukan serangan balasan.


Kekuatan yang sangat besar terasa menekan tubuh Fang Yin dan membuatnya terdorong ke belakang. Namun, serangan ini tidak membuatnya terjatuh. Setelah sebagian kekuatannya dia keluarkan untuk bertarung sebelumnya, dia harus berhati-hati karena harus mengambil jeda pertarungan.


"Sepertinya dia sudah membaca serangan kita sebelum kita melakukannya, Yin'er," bisik Jian Heng.


"Aku rasa juga begitu tetapi kita harus berusaha untuk konsisten dengan serangan yang kita lakukan." Fang Yin tidak ingin menyerah begitu saja.


Jian Heng mengangguk lalu kembali fokus pada Shiang Shiang untuk mengatur serangan berikutnya.

__ADS_1


Keduanya menyerang secara bersama-sama, berharap akan segera berhasil untuk mengalahkan Shiang Shiang. Sayangnya lawan mereka kali ini terlalu kuat. Serangan dari Fang Yin dan Jian Heng bisa ditaklukkan dengan begitu mudah.


Keputusasaan terlihat di wajah keduanya. Inilah yang sebenarnya diinginkan oleh Shiang Shiang. Mereka tidak menyadari jika sejak pertempurannya dengan Jaliura telah tertanam segel pengendali di sekeliling mereka.


Sebagian kekuatan Jian Heng dan Fang Yin terserap ke dalam segel secara perlahan. Kekuatan ini bukan untuk Shiang Shiang melainkan untuk membangkitkan keturunan mereka yang sedang berkembang. Sadar atau tidak, segel ini juga yang akan menghadirkan bayi Fang Yin di atas Pegunungan Merah.


"Yin'er, apakah kamu masih memiliki pil pemulih energi. Tubuhku rasanya seperti tidak bertenaga lagi. Pertarungan yang tidak seberapa ini ternyata sangat menguras energi," ucap Jian Heng dengan napas yang terengah-engah.


Tidak jauh beda dengannya, Fang Yin pun merasakan hal yang sama. Meskipun persediaan pil pemulih masih sangat banyak tetapi mereka memerlukan jeda. Setidaknya butuh tiga menit untuk membuat energi mereka kembali.


Tanpa banyak berkata lagi, Fang Yin memberikan sebuah pil untuk Jian Heng dan juga memakan sebutir untuk dirinya sendiri. Satu-satunya harapannya, Shiang Shiang tidak memanfaatkan situasi ini dan membiarkannya mengambil jeda. Namun, sepertinya ini adalah hal yang mustahil untuknya, iblis licik itu tidak mungkin berbaik hati dan membiarkannya beristirahat walau sedetik.


"Sepertinya kalian tidak sanggup lagi untuk bertarung. Ayolah! Keluarkan kekuatan kalian lebih banyak lagi!" seru Shiang Shiang.


Bola mata Fang Yin terbelalak ketika Shiang Shiang tiba-tiba muncul di depan wajahnya dan memberinya sebuah pukulan tepat di dadanya. Pukulan itu tidak membuatnya terjatuh tetapi membuat tubuhnya terangkat ke udara. Selain otot di bagian leher dan kepala, dia tidak bisa menggerakkannya sama sekali.


'Sial! Apa yang terjadi padaku? Bagaimana bisa seluruh anggota gerakku terblokir?' Fang Yin mencoba menganalisa penyebab kegagalannya.


Melihat istrinya diperlakukan seperti itu, Jian Heng tidak terima dan berusaha untuk menolongnya dengan tangan kosong.

__ADS_1


****


Bersambung ....


__ADS_2