Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 163


__ADS_3

Setelah seharian berkeliling bersama Ling Ling, Fang Yin duduk di dalam kamar yang disediakan untuknya dengan pintu yang tertutup.


Dia enggan membuka pintu kamarnya karena merasa takut diserbu oleh para gadis.


'Mandi sudah, istirahat sudah, aku tidak tahu mau mengerjakan apa lagi. Kalau keluar dari kamar ini sama saja aku mencari mati.'


Fang Yin berjalan mondar mandir di dalam kamarnya dan menunggu malam tiba. Perutnya sudah sangat lapar tetapi dia tidak mungkin bisa keluar istana seenaknya. Biasanya semua peserta sayembara yang sudah lolos seleksi akan mendapatkan jatah makan dan semua keperluan selama mereka berada di sana.


Peserta sayembara yang mayoritas adalah pria biasanya akan tidur secara bersama-sama di dalam satu ruangan, makan secara bersama-sama, sering juga mandi di kolam bersama-sama untuk menghindari antrian.


Fang Yin tidak berpikir sampai di situ sebelum dia berniat untuk mendaftar sayembara. Apa jadinya jika Fang Yin mendaftar secara mandiri dan tinggal di dalam satu asrama bersama mereka.


'Untung saja aku bertemu dengan Gadis Centil itu, jika tidak aku pasti sudah menjadi orang yang sangat aneh di antara para pria itu," gumam Fang Yin di dalam hati setelah menyadari kebodohannya.


Meskipun sangat cerdas, terkadang Fang Yin mengabaikan hal-hal kecil seperti itu yang bisa saja berakibat fatal.


Fang Yin yang merasa bosan, ingin menggunakan waktunya untuk berkultivasi. Namun baru saja dia bersiap, dia mendengar ada langkah kaki yang mendekat ke kamarnya. Dia pun mengurungkan niatnya dan kembali berdiri.


"Selamat malam, Tuan!" sapa seorang wanita dari luar kamarnya.


"Selamat malam," jawab Fang Yin tanpa membuka pintunya.


"Saya menerima perintah dari putri Ling Ling untuk mengantarkan makanan ini untuk Anda," ucap wanita itu.


Setelah mendengar penjelasan wanita itu, Fang Yin pun segera membuka pintu kamarnya untuk lalu membiarkan dayang itu masuk.


Dia membiarkan dayang itu menyiapkan hidangan di sebuah meja yang berada di pojok kamarnya.


Setelah dayang itu keluar, pintu kamar Fang Yin segera dia tutup lalu dia kunci dari dalam agar dia bisa makan leluasa tanpa cadarnya.


Aroma makanan istana begitu menggugah selera. Makanan-makanan istana di masak oleh juru masak khusus dengan bahan makanan pilihan yang berkualitas.


Meskipun perutnya sudah merasa sangat lapar, tetapi Fang Yin menahan dirinya untuk memakan makanan di hadapannya sebelum dia memastikan tidak ada racun di sana.


Dia tidak ingin mati konyol sebelum misinya berhasil.

__ADS_1


Fang Yin memeriksa satu persatu makanan du hadapannya. Dan memastikan semua makanan dan minuman itu terbebas dari racun.


Keadaan Fang Yin saat ini sama seperti seekor anak domba yang sedang berada di sarang harimau.


Bahaya selalu mengintainya dari arah yang tidak terduga. Di sini dia harus mengandalkan dirinya sendiri tanpa bantuan orang lain.


Demi untuk mendapatkan informasi, Fang Yin pun harus bisa memanfaatkan keadaan sebaik mungkin selama dia berada di sana.


Sesaat setelah Fang Yin menyelesaikan makannya, dia kembali mendengar suara langkah kaki datang mendekat ke kamarnya.


'Siapa lagi yang datang ke kamar ini?' Fang Yin memakai penutup wajahnya dengan cepat lalu berjalan menghampiri pintu dan menempelkan telinganya di sana.


Langkah itu semakin dekat dan membuatnya terlihat waspada. Apapun bisa terjadi di sana tanpa rencana.


"Selamat malam, Yun Feng! Apakah kamu sudah tidur?" Ling Ling memanggilnya dari luar pintu.


'Yun Feng? Ah, iya aku hampir lupa jika aku memakai nama ini untuk menyamar.'


Fang Yin tidak menjawab, berharap Ling Ling akan mengira jika dia telah tertidur dan segera pergi dari sana.


Terdengar suara bisik-bisik antara Ling Ling dan para dayang yang mengikutinya. Mereka bercakap-cakap dan menganggap Fang Yin benar-benar telah tertidur.


Mereka pergi dari sana dengan terus mengobrol di sepanjang langkah mereka.


"Aku bisa menjadi gila jika tinggal berlama-lama di sini. Sungguh menjijikkan jika aku mengingat gadis-gadis itu mengejarku." Fang Yin mengendikkan bahunya sambil bergidik.


Malam ini dia ingin berkultivasi terlebih dahulu sambil menunggu seluruh penghuni istana itu terlelap.


Esensi Qi yang luar biasa terasa di sekitar kamar Fang Yin. Tidak ingin membuang waktu lagi, Fang Yin pun mengambil sikap duduk sempurna lalu berkultivasi.


Pundi-pundi energi miliknya mulai penuh dan merasakan rasa yang begitu luar biasa setelah menyerap Qi alam yang bertaburan di sekitarnya.


Setelah di rasa cukup, Fang Yin pun beranjak dari duduknya lalu memikirkan langkah selanjutnya yang akan dia ambil.


Kali ini dia ingin berkeliling untuk melakukan penyelidikan mengenai kekuatan militer dan pertahanan kerajaan ini.

__ADS_1


Fang Yin mengganti bajunya dengan pakaian serba hitam agar dia bisa menyembunyikan diri di dalam kegelapan.


Di dalam ingatan Fang Yin, masih tergambar jelas peta di dalam istana kekaisaran dan jalan rahasia yang memungkinkannya menembus jalan-jalan yang tidak dia ketahui.


Bahkan Kaisar Ning sendiri belum tentu tahu adanya jalan-jalan rahasia yang diciptakan oleh Kaisar pendahulunya.


Setelah menyiapkan semua yang dia butuhkan dalam penyusupan itu, Fang Yin membuka jalan dari atap kamarnya.


Dia keluar dari kamarnya melalui celah itu dan menyelinap melalui jalur atas.


Para prajurit terlihat masih berpatroli di dalam istana dan berjaga di beberapa titik. Ada tempat-tempat khusus yang biasanya selalu dijaga oleh para prajurit itu.


Fang Yin menyembunyikan hawa kehadirannya dan teknik meringankan tubuh di tingkat paling tinggi sehingga bayangannya saja tidak terendus oleh cahaya.


Masih ada beberapa penghuni istana yang belum tertidur malam itu. Keadaan itu memaksa Fang Yin untuk terus melompat dari satu atap ke atap yang lain.


Merasa keadaan sudah mulai aman dan tidak ada satu orang pun yang menyadari kehadirannya, Fang Yin kembali melanjutkan aksinya.


Dia mengendap-endap mendekati sebuah villa. Di masa lalu sebelum dia dikeluarkan dari istana, Fang Yin sering melihat ayahnya pergi ke sana untuk mengambil buku perencanaan.


Selain tentang urusan administrasi dan kebijakan pemerintahan, ada juga beberapa laporan mengenai keamanan, pengiriman pasukan dan juga semua hal yang berhubungan dengan pertahanan negara.


Fang Yin kecil sering sekali menyusul ayahnya yang sedang bekerja di dalam villa itu


'Aku harus mencari tahu berapa ribu pasukan yang dimiliki Kaisar Ning. Untuk menemukan siapa saja kultivator hebat yang mendukungnya, aku harus mengambil buku administrasi yang mencantumkan pembayaran misi dan upah seluruh orang.'


Fang Yin mencari kesempatan untuk menyelinap masuk ke ruangan itu. Namun sebelum itu, dia harus memastikan keadaan benar-benar aman dan tidak ada satu orang pun yang melihatnya.


Setelah tiba di atas atap villa itu, Fang Yin membuka sedikit genteng villa dan melihat isi di dalamnya.


Keadaan di ruangan itu masih sama seperti ketika Fang Yin tinggal di sana. Semuanya terlihat sama dan tidak banyak mengalami perubahan.


****


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2