Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 103. Aku Lapar


__ADS_3

Ning Ruoruo pergi meninggalkan tempat itu karena energinya cukup terkuras untuk menghadapi Fang Yin dan Ketua Sekte. Di tambah lagi dengan adanya Qi Awan Salju yang menyelimuti tempat itu terus menekan Qi Cahaya Emas-nya yang mulai melemah.


"Ketua Sekte! Aku pasti bisa menakhlukanmu di masa mendatang!" Ning Ruoruo berjalan sempoyongan karena tidak kuat lagi menahan hawa dingin di tempat itu.


Suhu panas tubuhnya menurun dan darahnya hampir membeku. Dia tidak bisa membayangkan seandainya serangan kristal es itu mengenai tubuhnya. Beruntung dia masih memiliki pil penidur dari bunga iblis.


Di tempat yang tersembunyi, seorang kakek tua dan empat orang pria yang semula ditawan oleh Ning Ruoruo melihat kepergian Ning Ruoruo.


Setelah dia tidak tampak dari tempat mereka sekarang, kelima orang itu keluar dari tempat persembunyiannya dan pergi untuk menghampiri Fang Yin dan Ketua Sekte yang tergeletak akibat terkena racun tidur yang ditebarkan oleh Ning Ruoruo.


Keempat pria itu mengangkat tubuh Fang Yin dan Ketua Sekte ke tempat yang kering karena mereka tak sadarkan diri di atas tanah basah akibat ledakan kristal es Fang Yin.


"Kakek Zhu! Apa yang harus kita lakukan pada mereka!" tanya salah seorang dari pria pada kakek tua itu.


"Aku akan memeriksanya." Kakek tua yang dipanggil dengan sebutan kakek zhu itu mulai memeriksa Fang Yin dan Ketua Sekte secara bergantian.


Kakek Zhu tinggal di desa yang tidak jauh dari tempat itu. Dia adalah seorang alkemis yang sangat terkenal di desa itu. Ketua Organisasi Tentara Iblis Darah itu menculiknya untuk menjadi pengikutnya dan membuatkan pil sumber daya yang banyak untuk seluruh anggotanya.


Penolakan Kakek Zhu berujung pada penangkapan dan menjadikannya tawanan.

__ADS_1


Kakek Zhu tidak tahu jika goa di atas bukit ini adalah markas rahasia Ning Ruoruo.


Dia biasanya tidak pernah mencapai tempat ini untuk mencari obat. Dan hanya berputar-putar di sekitar lembah di dekat tanaman roh berada.


Setelah Kakek Zhu mengalirkan Qi pengobatan ke tubuh Fang Yin dan Ketua Sekte, mereka bisa pulih lebih cepat dari pengaruh racun tidur iblis darah.


"Apa yang terjadi? Kalian siapa?" tanya Fang Yin setelah tersadar.


Tangannya memegang kepalanya yang masih terasa berat. Untuk membuka jalur aliran darah yang tersumbat, Fang Yin menggunakan teknik akupuntur dengan ujung jarinya.


Ketua Zhu mengamati apa yang dilakukan oleh Fang Yin. Sebagai seorang alkemis dan ahli pengobatan dia mengerti jika Fang Yin sedang membuka aliran darahnya meskipun dengan cara yang sedikit berbeda dengannya


"Kami adalah orang yang kamu selamatkan dari penyekapan itu, Nona," jawab salah seorang dari mereka.


"Oh, aku melupakannya. Auu!" Fang Yin merasakan nyeri di perutnya karena merasa sangat lapar.


"Apa yang terjadi padamu, Nona? Apakah kamu merasakan sakit?" tanya Kakek Zhu merasa panik.


Fang Yin menggeleng, "Aku lapar," ucapnya dengan tatapan memelas.

__ADS_1


Ketua Sekte hampir tertawa mendengar ucapan Fang Yin tetapi dia tahan.


"Apa kalian tidak mendengar itu? Cepat cari sesuatu yang bisa di makan untuk penyelamat kita!" seru kakek Zhu.


Keempat pria itu pun segera bergegas meninggalkan tempat itu untuk mencari makanan. Mereka sebenarnya juga merasa lapar karena sejak tertangkap semalam mereka banyak mengeluarkan tenaga untuk melawan prajurit Tentara Iblis Darah.


"Apakah kamu berasal dari tempat ini?" tanya Kakek Zhu sambil melihat ke arah Fang Yin dan Ketua Sekte secara bergantian.


"Bukan! Kami tersesat di lembah tengkorak dan terdampar di tempat asing ini. Kami berasal dari Gunung Telaga Emas dan sedang dalam perjalanan menuju ke Hutan Bintang Selatan," jelas Ketua Sekte pada kakek Zhu setelah merasa jika orang tua itu tidak berbahaya.


"Oh, jadi seperti itu ceritanya! Kalian sangat beruntung bisa selamat dari lembah tengkorak. Untuk apa kalian pergi ke Hutan Bintang Selatan bukankah tempat itu sangat jauh dari tempat tinggal kalian?" tanya kakek Zhu lagi.


"Kami sedang mencari tanaman obat langka, Kek! Aku membutuhkannya untuk membuat sebuah pil," jelas Fang Yin.


Kakek Zhu terkejut mendengar penjelasan Fang Yin.


'Apakah anak ini juga seorang alkemis? Tetapi jika aku lihat-lihat usianya masih sangat muda, rasanya tidak mungkin dia memiliki kemampuan untuk itu.' Kakek Zhu bertanya-tanya di dalam hati tentang siapa Fang Yin sebenarnya.


****

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2