
Fang Yin menyadari tentang perubahan sikap Han Wu setelah mendengar jika ibunya berasal dari Klan Shi.
'Apa yang membuat Pendekar Iblis Buta seperti itu? Dia terlihat sedang dalam suasana hati yang berantakan.' Fang Yin terus mengamati apa yang terjadi pada pria tua itu.
"Apakah benar kakekmu bernama Shi Jun Hui?" tanya Han Wu.
"Be-benar, Tuan Pendekar."
"Siapa yang menyuruhmu memanggil kakekmu seperti itu," ucap Han Wu dengan nada tidak terima.
"Apa? Kakek?!" pekik Fang Yin yang tidak bisa lagi menahan keterkejutannya.
Dia memandang ke arah Tian Feng berharap pamannya itu bisa memberinya penjelasan.
"Pamanmu tidak tahu menahu tentang hubunganku dengan klan Shi meskipun dia tahu jika ibumu berasal dari Klan Shi."
Penjelasan Han Wu yang setengah-setengah membuat Fang Yin merasa semakin penasaran.
"Ka-kakek. Bukankah kakekku adalah Shi Jun Hui?" Fang Yin masih tidak mengerti tentang maksud pembicaraan Han Wu.
__ADS_1
"Tidakkah kamu memperhatikan wajahku? Dan lihatlah baik-baik!" seru Han Wu.
Kedatangan Han Wu ke gunung ini saat hari sudah gelap membuat Fang Yin tidak bisa mengenali wajahnya dengan jelas.
Di dalam pondok yang remang-remang ini pun wajahnya tidak begitu jelas.
Han Wu melemparkan energinya hingga membuat lampu gantung yang berada di tengah ruangan itu menyala. Sepertinya dia mengerti jika Fang Yin mengalami kesulitan untuk mengenalinya dalam kegelapan.
Dalam keadaan yang terang Fang Yin melihat wajah Han Wu dengan seksama dan ternyata benar jika dia memiliki wajah yang sangat mirip dengan kakeknya, hanya matanya yang buta saja yang membedakan keduanya.
Fang Yin ternganga ketika menyadari akan hal itu.
"Namaku adalah Shi Han Wu saudara kembar kakekmu. Dia memiliki fisik yang normal sehingga lebih beruntung dari pada aku. Saat kami mencintai wanita yang sama, saat itulah kami berpisah dan mencari jalan hidup sendiri-sendiri."
Mata Fang Yin membola saat mendengar pernyataan Han Wu. Hatinya semakin terhenyak mendengar tentang kisah mereka.
Tian Feng pun tidak menyangka jika ternyata gurunya juga memiliki hubungan kekerabatan dengan keponakannya tersebut.
"Kakekmu dahulu adalah seorang kultivator es yang hebat. Kami sering menjalankan misi bersama-sama. Namun setelah menikah dengan nenekmu dia memilih untuk mundur dari dunia pertarungan dan menjadi warga sipil biasa."
__ADS_1
Fang Yin belum mengeluarkan pendapat apapun dan memilih untuk menjadi pendengar saja. Kejutan demi kejutan yang dia terima hari ini cukup membuatnya hatinya berantakan.
Han Wu beranjak lalu berjalan dengan kedua tangan yang dia sembunyikan di balik punggungnya.
"Aku minta maaf atas apa yang aku lakukan padamu sebelumnya. Aku tidak seperti Tian Feng yang bisa mengetahui identitas seseorang hanya dengan menyentuh bahunya saja."
Fang Yin menatap wajah Han Wu yang masih terlihat murung.
"Itu bukan kesalahan kakek. Aku saja yang terlalu gegabah menggunakan kekuatan yang belum aku kuasai sepenuhnya. Andai kakek tidak datang untuk menghentikan api itu, mungkin gunung ini akan menjadi gundul."
"Dasar anak nakal! Mengapa kamu mengeluarkan api hitam jika kamu tidak tahu cara memadamkannya."
Fang Yin menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Rambutnya yang sudah berantakan semakin berantakan.
"Cara memadamkan api hitam itu, kan ada di dalam Kitab Sembilan Naga bintang empat yang kakek bawa. Mau aku pakai jurus Badai Es sekalipun pasti tidak akan mempan."
Han Wu terkejut mendengar nama jurus ciptaannya itu telah di kuasai oleh cucu nakalnya itu.
****
__ADS_1
Bersambung ...