Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 115. Melanjutkan Misi


__ADS_3

Ketua Lama berdiri di depan pintu batu tempat mereka masuk sebelumnya.


Tangannya maju ke depan dengan telapak tangan yang terbuka.


Saat telapak tangan Ketua Lama menyentuh dinding batu itu, terlihatlah sebuah segel mantra yang berbentuk lingkaran dengan simbol yang menyala.


Ketua lama memutar segel itu searah jarum jam dengan energi yang dia alirkan pada telapak tangannya.


Setelah segel mantra itu berputar dengan cepat, Ketua Lama melepaskan tangannya dan bergerak mundur beberapa langkah.


Pintu batu itu pun kembali terbuka.


'Jadi ruangan ini juga dilindungi dengan segel mantra. Itu artinya tidak semua orang bisa melihat keberadaannya ataupun memasukinya.' Ketua Sekte bermonolog dalam hati.


Mereka bertiga keluar dari ruangan itu dari dalam ruangan itu melewati ruangan gelap yang diterangi oleh bola-bola energi Ketua Lama yang masih tertinggal di sana.


"Kalian naiklah lebih dulu!" seru Ketua Lama.


Ketua Sekte dan Fang Yin pun berjalan naik melalui tangga batu yang membawa mereka keluar dari ruang bawah tanah itu.

__ADS_1


Ketua Lama membuat segel pelindung agar tidak sembarangan orang bisa membuka ruangan itu meskipun mereka berhasil memutar guci yang tertanam di tengah ruangan itu.


Fang Yin dan Ketua Sekte masih berdiri menunggu Ketua Lama untuk menyelesaikan penanaman segel itu.


Mereka bertiga kembali ke pondok tempat mereka mengobrol sebelumnya setelah pembuatan pil itu selesai.


"Apa rencanamu setelah ini, Yin'er?" tanya Ketua Lama memecah keheningan di antara mereka bertiga.


"Menyelesaikan kitab yang aku pelajari lalu mencari kitab selanjutnya, Ayah," jawab Fang Yin dengan penuh keyakinan.


Wajah Ketua Sekte terlihat bingung tidak tahu kitab apa yang dibicarakan oleh Fang Yin dan ayahnya. Dia melihat ke arah Fang Yin dan Ketua Sekte secara bergantian.


"Semuanya karena dukungan dari ayah dan juga kak Feng," ucap Fang Yin, menyatukan kedua tangannya pada ayah dan anak itu.


Hati Ketua Lama menghangat ketika mendengar Fang Yin memanggil Ketua Sekte dengan sebutan kakak.


"Sepertinya aku telah melewatkan sesuatu. Kitab apakah yang kalian maksud?" Ketua Sekte akhirnya tidak tahan lagi untuk bertanya.


Ketua Lama menatap Fang dan bertanya-tanya dalam hati. Dia tidak tahu apakah Fang Yin belum sempat memberitahukannya atau mungkin memang Fang Yin sengaja untuk merahasiakannya dari Ketua Sekte.

__ADS_1


"Aku sedang dalam misi untuk mempelajari Kitab Sembilan Naga, Kak Feng."


Ucapan Fang Yin membuat Ketua Sekte terkejut. Dia tidak menyangka jika adik angkatnya itu sedang melakukan misi yang besar.


'Pantas saja aku melihat tanda Dewi Naga di punggungnya. Mungkin Yin'er memang orang terpilih yang akan mendapatkan anugerah itu. Aku harap Yin'er bisa mengendalikan kekuatan yang besar itu di masa mendatang.' Kekaguman Ketua Sekte pada Fang Yin kian bertamah.


Dia berusaha untuk mengendalikan hati dan pikirannya agar tidak jatuh cinta pada gadis yang sangat berbakat itu.


"Aku akan merahasiakan misi dan semua yang aku ketahui tentangmu, Yin'er. Dunia kultivasi ini sangat kejam. Berhati-hatilah dalam memilih teman nantinya," ucap Ketua Sekte.


"Akan selalu kuingat pesanmu ini, Kakak." Lagi-lagi Fang Yin memberikan hormatnya pada Ketua Sekte.


"Di tangan kami, identitasmu akan aman. Jangan sampai ada yang tahu dengan latar belakangmu. Banyak orang yang menginginkan kematianmu di luar sana," imbuh Ketua Lama.


"Aku mengerti, Ayah! Ijinkan aku untuk pergi menyelesaikan kitab yang sedang aku pelajari setelah ini." Fang Yin sudah tidak sabar untuk melanjutkan menyerap Kitab Sembilan Naga yang dia pinjam dari Jian Heng.


'Aku ingin segera mencoba pil rahasia ini.' Fang Yin tersenyum bersemangat di balik cadarnya.


****

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2