
Di atas kepala Fang Yin terlihat sebuah mahkota energi yang berbentuk lingkaran pelangi dengan lidah api yang menyelimutinya. Matanya berkilat berwarna kebiruan dengan cahaya yang sangat menakutkan. Da Xia tidak percaya dengan apa yang terjadi di depan matanya.
'Anak ini sungguh sangat berbahaya. Semoga saja dia memiliki keberuntungan yang baik sehingga bisa menjadi kultivator yang mampu menerangi dunia kultivasi. Jika di lihat-lihat Xiao Yin bukanlah orang yang jahat, aku percaya dia memiliki tujuan yang baik untuk ke depannya. Semoga saja,' gumam Da Xia di dalam hati.
"Xiao Yin! Kau dengar aku?" tanya Da Xia takut kalau-kalau Fang Yin sedang dikuasai oleh roh energi yang menyelimutinya dan membuatnya tidak terkendali.
Fang Yin mengangguk.
"Bagus! Lepaskan jurus tingkat terendah, ingat tingkat yang paling rendah dan kalau bisa turunkan Qi pada juga pada tingkat yang paling mendasar. Aku takut jika jurusmu memiliki daya rusak yang lebih besar dari jurus milikku!" Da Xia mengingatkan Fang Yin sebelum mereka melepaskan jurus itu.
Fang Yin kembali mengangguk dan langsung menarik sebagian kedalam dantian lalu menguncinya.
Da Xia tersenyum melihat aliran energi yang masuk ke tubuh Fang Yin dan merasakan Qi Awan Salju yang mengalir memiliki jumlah yang rendah.
Goa itu bergetar ketika Da Xia melepaskan jurusnya dengan menggerakkan tangan kanannya yang diikuti oleh bongkahan kristal es menghantam dan menancap di dinding goa. Tangan kirinya melakukan hal yang sama dan goa itu kembali bergetar. Dinding batu di sekeliling tancapan bongkahan es itu berubah menjadi dinding es. Bisa di bayangkan jika kristal es itu menyentuh tubuh lawan, mereka akan berubah menjadi es batu yang tidak bisa bergerak lagi lalu hancur tak bersisa.
Setelah Da Xia selesai memberikan contoh pada Fang Yin untuk melepaskan Jurus Badai Es sesingkat mungkin untuk mencegah goa itu dari kehancuran.
"Sekarang giliran kamu, Xiao Yin!" pekik Da Xia.
Berbeda dengan Da Xia yang melepaskan jurusnya pada dinding di bagian samping goa, Fang Yin melepaskan jurusnya pada dinding bagian dalam yang berbatasan langsung dengan perut bukit itu.
__ADS_1
Fang Yin berputar sembilan puluh derajat dan menghadap dinding yang dia incar.
Boomm!
Tangan kanannya melemparkan kristal es yang diselimuti oleh energi listrik ke arah dinding dan menimbulkan sebuah ledakan.
Bongkahan kristal es itu menembus dinding itu dan membuatnya meledak hingga menimbulkan lubang sedalam beberapa meter ke dalam.
Boomm!
Lemparan kedua membuat dinding itu kembali meledak. Kali ini ledakannya lebih dasyat dari sebelumnya. Bukan hanya meninggalkan lubang yang membuat goa itu semakin dalam, melainkan juga membuat bunga-bunga es di dinding dan langit-langit goa jatuh berguguran.
"Sekarang stabilkan energimu dan tarik semua Qi yang tersisa. Goa ini akan hancur jika kamu melepaskan jurus ini sekali lagi!" seru Da Xia.
"Aku mengerti." Fang Yin mendongakkan wajahnya yang memiliki aura yang menyeramkan menatap langit-langit goa.
Sebelum menyimpan energi yang tersisa, Fang Yin terlebih dahulu menarik energi yang dia keluarkan menggunakan Jurus Napas Naga. Setelah terserap kembali tanpa tersisa, Fang Yin menyimpan energi-energi itu ke dalam dantiannya. Demi keselamatannya, Fang Yin berusaha untuk tidak meninggalkan energi di manapun dia singgah.
Mahkota pelangi mulai memudar lalu menghilang begitupun dengan energi yang menyelimuti tubuhnya.
"Kamu berhasil, Xiao Yin. Baru pertama kali aku bertemu dengan orang yang bisa menguasai dua jurus dalam satu hari, yaitu dirimu. Setidaknya seseorang harus menyelesaikan sebuah kitab dasar tentang teknik menerobos alam bawah sadarnya untuk melakukan ini," jelas Da Xia.
__ADS_1
Fang Yin menggaruk kepalanya berlagak bodoh seolah dia belum mempelajari kitab apapun meskipun sebenarnya sudah dua bagian Kitab Sembilan Naga yang dia kuasai.
Merasa keadaan sudah aman, Da Xia menarik Jurus Perisai Es miliknya dan membereskan kekacauan yang mereka ciptakan.
Mereka menghabiskan malam yang tersisa dengan bermeditasi untuk menyempurnakan kultivasinya mengingat esok mereka harus melakukan perjalanan jauh dan belum tahu kapan lagi bisa berkultivasi dengan tenang.
Baik Fang Yin maupun Da Xia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Hutan Kegelapan memiliki sumber energi yang melimpah meskipun di sini jarang sekali muncul binatang roh seperti di Hutan Kenestapaan dan hutan-hutan yang lain. Ini karena di hutan ini memiliki pepohonan yang berusia ribuan tahun dan menyimpan Qi langka yang jarang ditemukan di tempat lain.
Sebelum matahari menyingsing, Fang Yin telah menyelesaikan kultivasinya sebelum Da Xia.
Fang Yin membereskan barang-barang miliknya yang perlu untuk dia bawa. Di rak rotan masih ada beberapa buah umbi berukuran besar. Sayang jika tidak di makan dan ditinggalkan begitu saja, dia dan Da Xia juga butuh tenaga untuk melakukan perjalanan jauh setelah semalam mereka berlatih hingga lupa makan.
Aroma umbi bakar membuat Da Xia segera mengakhiri kultivasinya yang sebenarnya telah mencapai batas maksimal sejak beberapa waktu lalu, hanya sebelumnya Da Xia masih bersemedi untuk menanti pagi saja.
"Kamu membuat aku lapar, Xiao Yin!" seru Da Xia sambil melakukan gerakan perenggangan otot.
"Tentu saja. Kita telah melewatkan makan malam dan terganggu sebelum selesai makan siang. Haish, rasanya tubuhku sudah tidak ada tenaga lagi," ucap Fang Yin sambil menyeka keringat yang membasahi wajahnya.
****
Bersambung ....
__ADS_1