
"Hei! Seranglah bagian kepalanya yang menjuntai itu!" seru Fang Yin pada Jian Heng.
"Baiklah!" seru Jian Heng sambil terus melakukan serangan tanpa henti pada binatang roh ular itu.
Sepertinya ular itu mengerti perkataan Fang Yin meskipun dia tidak bisa berbicara dengan bahasa manusia.
Setelah mendengar teriakan Fang Yin ular itu terlihat lebih was.pada dan lebih mengandalkan ekor serta serangan jarak jauh untuk melawan Jian Heng.
Banggg!
Sabetan ekor dari ular itu mengenai tubuh Jian Heng dan membuatnya terlempar menghantam sebuah pohon besar.
Ular itu seperti kesetanan dan menyerang Fang Yin dengan brutal. Mungkin kata-kata Fang Yin telah membuatnya marah. Tanpa dia sadari kemarahannya itulah yang membuat Fang Yin semakin yakin jika kelemahannya adalah untaian yang ada di kepalanya.
"Berhati-hatilah, Xiao Yin! Makhluk ini sangat berbahaya! Jangan sampai lengah!" Jian Heng mencoba berdiri dengan tegak dan menahan sakit akibat menghantam pohon itu.
"Iya! Kamu tenang saja!" teriak Xiao Yin sambil terus bertarung melawan binatang roh ular itu.
Meskipun saat ini tubuh Fang Yin berusia lima belas tahun, tetapi jiwanya adalah seorang wanita matang yang telah berusia dua puluh lima tahun.
Semua pemikiran dan kemampuan yang dimilikinya terbawa dan berpadu dengan ingatan Fang Yin sehingga membuatnya lebih hebat dari anak seusianya.
Kekuatan ular itu tidak kunjung melemah meskipun telah bertarung melawan Jian Heng sebelumnya.
__ADS_1
Ular legenda itu menyerang Fang Yin dengan penuh amarah. Sepertinya dia memang mengincar Fang Yin sejak tadi. Lidahnya terlihat menjulur-julur seolah tidak tahan untuk memangsanya.
Gerakan Fang Yin yang sangat lincah dan gesit mampu mengimbangi gerakan ular itu. Beberapa kali tubuh ular itu terkena sabetan pedang energi milik Fang Yin. Namun luka-luka yang ditimbulkan langsung menghilang tanpa bekas.
Fang Yin berpikir keras bagaimana caranya untuk bisa menyerang bagian kepala ular itu.
'Ular ini benar-benar sangat cerdik. Dia bisa membaca gerakanku. Akan sangat sulit jika aku hanya melawannya sendiri. Aku harus berkolaborasi dengan Jian Heng untuk menghadapinya,' gumam Fang Yin dalam hati.
Jika Fang Yin memanggilnya dengan suara keras maka itu akan mengundang perhatian ular itu dan mengetahui akan rencananya.
Fang Yin berusaha menghindar dan mundur untuk menghampiri di mana Jian Heng berada.
"Untuk mengalahkannya, kita harus bekerja sama. Kita tidak akan berhasil untuk menyerang kepalanya jika kita menyerangnya sendiri-sendiri," bisik Fang Yin di sela-sela menghindari serangan ular itu ketika sudah berada di dekat Jian Heng.
Jian Heng melayang di udara dan kembali menyerang ular itu. Fang Yin pun segera menyusulnya. Kali ini Fang Yin tidak lagi menggunakan pedang energinya.
Fang Yin mengeluarkan jurus yang tidak kalah melegenda dan hampir punah karena sangat sedikit orang yang menguasainya.
Bukan karena jurus ini sulit untuk dipelajari tetapi karena para pemilik jurus ini telah meninggal secara masal dalam sebuah perang besar antar benua di masa lalu.
Jurus itu adalah Jurus Phoenik Api Menari. Jurus yang pernah membawa kemenangan bagi Fang Yin saat bertarung menghadapi Naga Merah di dalam Hutan Kenestapaan.
'Apa?! Gadis ini juga menguasai jurus ini? Berapa banyak lagi rahasiamu yang belum aku ketahui. Xiao Yin. Semakin lama aku mengenalmu, kamu semakin membuatku jatuh cinta.' Jian Heng bergumam dalam hati sambil terus bergerak menahan serangan ular legenda itu.
__ADS_1
Fang Yin melayang di udara dengan tubuh yang diselimuti api berwarna merah. Tangannya terangkat ke udara dan terus melakukan gerakan untuk membentuk api yang sangat besar. Api itu berwujud seperti seekor burung phoenik yang sangat besar.
Burung phoenik api itu bergerak sesuai kehendak Fang Yin yang mengendalikannya dengan Qi dari api naga merah.
Kekuatan jurus ini meningkat beberapa kali lipat dari sebelumnya seiring dengan meningkatnya kolam Qi yang ada di tubuh Fang Yin dan ranah kultivasinya yang telah meningkat beberapa bintang dari sebelumnya.
Melihat Jian Heng yang mulai kewalahan menghadapi serangan ular itu, Fang Yin pun segera melepaskan burung phoenik apinya.
Sejenak Jian Heng menjauh dari pertarungan ular dan phoenik api sembari menunggu kesempatan untuk menyerang kepala ular.
Sringg! Blashh!
Jian Heng mengayunkan pedang energinya dan berhasil membabat untaian yang menjulur dikepalanya.
Suara lengkingan panjang dari sang ular terdengar begitu nyaring memekakkan telinga.
****
Bersambung ....
Jurus Phoenix Api Menari
__ADS_1