Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 36. Bertemu Murid


__ADS_3

"Kita ... kita kembali setelah kabut ini menghilang agar kita bisa melihat arah." Jian Heng menjawab dengan gugupnya setelah beberapa saat mengatur napasnya.


Kabut pelangi masih terlihat meskipun sudah menghilang lebih dari lima puluh persen.


Meskipun tidak begitu tebal, tetapi masih cukup menghalangi jarak pandang dan masih menutupi jalan yang tadi mereka lalui.


Fang Yin tidak banyak bertanya lagi dan memilih untuk menunggu kabut itu menghilang. Mereka melihat ke arah yang berlawanan karena merasa sama-sama malu. Keduanya sama-sama memiliki perasaan aneh ketika mereka saling berpandangan.


"Sepertinya itu adalah arah jalan yang membawa kita ke sini!" seru Jian Heng sambil menunjuk ke arah jalan yang samar-samar sudah terlihat.


"Aku tidak mengingatnya dengan baik." Fang Yin benar-benar tidak mengingatnya.


Telaga Bias Pelangi berada di tengah-tengah perkampungan yang memiliki empat jalan kecil di mana salah satunya menuju jalan besar ke tempat Fang Yin dan Jian Heng menginap.


"Ya, sudah. Ikuti saja aku! Aku dengar di desa ini terbagi ke dalam empat suku sesuai dengan jalan kecil yang ada di sekeliling telaga ini," jelas Jian Heng pelan agar Fang Yin memahaminya.

__ADS_1


"Apakah mereka memiliki perbedaan dalam adat istiadat dan kebiasaan?" tanya Fang Yin penasaran.


"Benar. Dan salah satunya tidak menyukai orang asing."


Fang Yin membulatkan matanya mendengar pernyataan Jian Heng.


"Untung saja kita datang ke suku yang tepat," ucap Fang Yin sambil menghembuskan napas kasar.


Jian Heng mengangguk membenarkan, " Itulah kenapa aku memanggilmu ketika bertemu di tepi ladang. Aku ingin bertanya di mana penginapan yang menerima orang luar seperti kita."


'Rupanya aku telah salah paham padanya. Aku pikir dia pemuda iseng yang suka menggoda wanita.' Fang Yin tersenyum malu telah berpikir yang tidak-tidak tentang Jian Heng.


Mereka berdua berjalan di atas air menuju jalan yang mereka lewati sebelumnya. Jian Heng berjalan di depan dan Fang Yin mengikutinya di belakang.


Rupanya di tepi danau mereka telah di sambut oleh penduduk desa yang menunggu kedatangan keduanya.

__ADS_1


Penduduk desa mengetahui jika mereka telah berhasil mendapatkan Qi Naga Suci.


Tanpa di duga, keberadaan Jian Heng di desa itu diketahui oleh salah satu muridnya yang tinggal tidak jauh dari tempatnya menginap.


Muridnya itu berada di barisan paling depan dan tersenyum lebar ketika melihatnya semakin dekat dengan daratan.


"Tetua! Aku di sini Tetua!" ucap pemuda tanggung itu sambil melambaikan tangannya.


Jian Heng mendengar tentang keberadaan telaga ini darinya. Dia tidak tahu jika muridnya itu sedang mengambil libur dan pulang ke kampung halamannya.


Mendengar ada yang memanggil Jian Heng dengan sebutan tetua, Fang Yin menatap pria yang menurutnya masih sangat muda itu dengan tatapan aneh.


'Apakah dia benar-benar masih berusia muda atau terlihat muda karena ranah kultivasinya yang tinggi.' Fang Yin bergumam dalam hati sambil terus memandangi Jian Heng diam-diam.


"Tetua! Singgahlah ke rumahku, aku tidak menyangka akan bertemu denganmu di sini." Pemuda itu kembali memanggil Jian Heng dengan panggilan tetua padahal usia keduanya tidak terpaut jauh.

__ADS_1


****


Bersambung ....


__ADS_2