Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 315. Hari Kebebasan


__ADS_3

Pagi hari di bukit Giok Hitam,


Penduduk desa telah berkumpul di halaman villa Qin Yushang. Setelah mereka menyelesaikan aktifitas pentingnya, mereka segera bersiap untuk menunggu pembukaan formasi pelindung.


Dari raut wajahnya terlihat jelas jika saat ini mereka merasa tidak sabar untuk menantikan kehadiran Fang Yin. Mereka ingin melihat secara langsung bagaimana proses pembukaan gerbang dimensi itu berlangsung.


Anak-anak kecil berlarian bersama teman-temanya membuat suasana pagi itu menjadi lebih hidup. Para penduduk terus berdatangan hingga memenuhi halaman villa Qin Yushang. Hanya sebagian kecil saja yang masih tinggal di villa untuk menyelesaikan tugas mereka.


Langit yang cerah di pagi itu membuat matahari pagi terasa terik. Udara menjadi hangat ketika cahayanya menyentuh bumi. Bukit Giok Hitam yang indah terasa begitu damai dengan canda tawa dan gurauan para penduduknya.


Kedatangan Fang Yin mampu mengembalikan senyuman penduduk bukit Giok Hitam yang telah menghilang selama ribuan tahun.


"Ayah Angkat, Kakak Cantik! Para penduduk sudah berkumpul di halaman depan!" seru Acong sambil berlari-lari kecil menghampiri Jian Heng dan Fang Yin.


Jian Heng mengangguk dan Fang Yin terlihat santai.


Bukannya beranjak dari duduknya, Fang Yin malah menuang kembali minuman ke dalam cangkirnya. Dengan gerakan yang pelan dia mengambil cangkir dan meminum isinya.


Apa yang dilakukannya tidak luput dari pengamatan orang-orang disekelilingnya. Guan Xing dan Qin Yushang sampai terbengong saat melihatnya.


Jian Heng melihat Guan Xing, Qing Yushang dan Fang Yin secara bergantian. Melihat tingkah konyol ketiganya, dia merasa tidak habis pikir. Telapak tangannya memukul keningnya pelan lalu bergerak turun mengusap wajahnya.


"Ayah Angkat, jangan merasa sedih! Semuanya akan baik-baik saja. Mungkin Kakak Cantik sedang gugup, biasanya orang yang gugup akan melakukan hal yang tidak masuk akal."


Acong berbicara seperti orang dewasa saja. Tak ayal hal itu membuat Fang Yin terkejut. Hampir saja dia menyemburkan minuman yang ada di dalam mulutnya.


"Acong!" pekik Fang Yin dengan wajah kesalnya.


Acong meringis. Tangannya bergerak reflek memeluk lengan Jian Heng untuk meminta perlindungan darinya.


"Aku ... Aku tidak bermaksud menyinggungmu, Kakak Cantik," ucapnya kemudian.


Jian Heng menggelengkan kepalanya lalu berkata, "Sudah-sudah! Kalian membuatku pusing saja."


Fang Yin mendengus kesal. Dia menatap semua orang yang duduk dihadapannya satu persatu. Meskipun tidak begitu penting, dia berpikir untuk meluruskan semuanya agar tidak salah paham dengan sikapnya.


"Aku sebenarnya tidak sedang bersantai. Aku sedang membuka ingatanku tentang cara membuka formasi pelindung. Aku sedang memikirkan bagaimana cara untuk melakukannya tanpa menimbulkan hal yang menarik perhatian orang-orang di luar bukit Giok Hitam," jelas Fang Yin.


Mereka masih menatapnya tidak mengerti. Keempat pria itu belum bisa melihat gambaran dari peristiwa yang dimaksud Fang Yin. Sesuatu hal yang mungkin menarik perhatian orang di luar wilayah ini tentu sangat erat kaitannya dengan gejala alam yang besar.


Melihat wajah kebingungan mereka, Fang Yin kembali menjelaskan tentang efek dari mantra pembuka formasi. Meskipun tidak membawa pengaruh buruk bagi penduduk desa ini, kemungkinan besar efeknya akan menjadi ancaman bagi orang yang berada di luar wilayah.


Efek paling ringan yang bisa terjadi adalah badai tornado yang bisa meluluh lantakkan alam di sekitarnya. Untuk itu, Fang Yin berpikir keras untuk meredam efek itu atau paling tidak menekannya hingga gejala alam yang paling ringan.


Jian Heng ikut memikirkan solusi dalam masalah ini. Sifat kemanusiaannya yang tinggi membuatnya begitu peduli. Selain manusia tentunya banyak juga hewan-hewan dan lingkungan alam yang rusak karenanya.


"Kak Heng, aku ada ide!" seru Fang Yin yang membuat semua orang menoleh kepadanya.


Tidak ingin membuat mereka semua merasa penasaran, Fang Yin segera menyampaikan apa yang terlintas di dalam pikirannya. Dia memerlukan bantuan Jian Heng, Guan Xing dan Qin Yushang untuk membuat sebuah formasi perlindungan tak terlihat.


Sebenarnya untuk melakukan formasi ini dibutuhkan empat pilar kekuatan dan Fang Yin sebagai pilar inti yang berada di tengah. Namun, Fang Yin tidak tahu siapa satu orang lagi yang memiliki tingkat kultivasi minimal ranah surgawi.


Qin Yushang langsung memberikan usul. Dia tahu orang yang bisa menjadi pilar keempat. Saat ini Tetua Jung telah mencapai ranah surgawi bintang atas dan memiliki pengalaman yang cukup dalam pembuatan formasi.


Fang Yin dan yang lainnya setuju. Mereka meminta Acong untuk memanggil Tetua Jung untuk datang ke sana. Sebelum keluar dari ruangan itu, mereka harus benar-benar mengerti strategi yang akan disusun oleh Fang Yin.


Formasi yang akan mereka lakukan berbeda dengan formasi biasa yang hanya berjalan searah. Yang harus mereka lakukan saat ini adalah formasi dua arah di mana harus melepaskan dan menahan energi secara bersamaan.

__ADS_1


Ketika Fang Yin melepaskan Qi untuk membuka formasi pelindung maka keempat orang lainnya harus menahan efek energi yang dilepaskan dari pembukaan gerbang dimensi. Keduanya harus saling bekerja sama dan menggunakan energi besar mereka dalam proses ini. Secara tidak langsung formasi kecil empat pilar harus bisa menahan pelepasan dari efek samping energi Fang Yin.


Sebelum mereka keluar dari ruangan itu, Fang Yin menjelaskan teori tentang formasi empat pilar. Dia juga yang mengatur posisi mereka serta energi yang harus dikeluarkan.


Mereka semua mendengarkan semua arahan dari Fang Yin dengan seksama. Tahap demi tahap dengan mudah mereka pahami karena Fang Yin memberikan gambaran yang mudah.


Si kecil Acong merekam semua ucapan Fang Yin dalam ingatannya. Kecerdasannya yang tinggi mampu menyerap pengetahuan tentang strategi ini meskipun dia belum bisa mempraktekannya. Segala sesuatu yang menarik perhatiannya melambungkan rasa ingin tahunya.


Penduduk bukit Giok Hitam terdengar sangat gaduh. Rasa penasaran membuat mereka memaksa Wong Li untuk memeriksa keadaan di dalam villa Qin Yushang. Mereka ingin memastikan keadaan Fang Yin dan yang lainnya, apakah akan melakukan pembukaan formasi pelindung hari ini atau di lain waktu.


"Wong Li datang memberi hormat!" seru Wong Li mengabarkan kedatangannya.


Semua orang terlihat sangat fokus sehingga tidak melihat kedatangannya. Setelah dia memberi salam penghormatan, mereka semua segera memintanya masuk.


Wong Li terlihat bingung saat melihat wajah-wajah para petinggi yang terlihat tegang. Hatinya merasa harap-harap cemas menantikan kabar dari mereka.


"Tunggu sebentar, Wong Li. Katakan pada penduduk desa jika kami akan segera keluar. Saat ini ada sesuatu hal yang harus kami selesaikan." Qin Yushang tidak ingin Wong Li merasa bingung dengan apa yang terjadi.


Meskipun Qin Yushang tidak menjelaskan semuanya secara terperinci, tetapi perintah darinya cukup membuat Wong Li merasa lega.


"Baik, Tetua! Wong Li pamit undur diri." Wong Li memberi hormat lalu berbalik meninggalkan ruangan itu.


"Hmm," angguk Qin Yushang.


Mereka berlima kembali berdiskusi. Mereka berusaha untuk menyelesaikannya dengan cepat. Sudah terlalu lama penduduk di desa menunggu mereka di luar villa.


Penduduk bukit Giok Hitam bersorak sorai ketika melihat kedatangan mereka. Acong bergabung bersama keluarganya karena tidak ingin mengganggu Fang Yin dan yang lainnya.


Fang Yin berjalan di depan beriringan dengan Qin Yushang. Di belakang mereka Jian Heng, Guan Xing dan Tetua Jung mengikuti keduanya pergi menuju tempat yang telah di sepakati. Hanya Fang Yin yang tahu di mana pusat formasi itu berada.


Penduduk bukit Giok Hitam mengikuti mereka berlima membentuk sebuah iring-iringan panjang. Mereka tidak tahu ke mana pemimpin mereka akan pergi. Rasa ingin tahu membuat mereka mengabaikan rasa lelah dan terus melangkah.


Fang Yin berhenti di sebuah padang rumput yang luas. Masyarakat di sana biasa menggunakan tempat itu untuk menggembalakan ternak pada waktu sebelum musim gugur.


Ada sebuah tempat yang tidak ditumbuhi oleh rumput. Tempat itu mirip seperti pelataran sebuah batu yang datar. Lebarnya kira-kira sepuluh depa.


"Tempatnya berada di sini. Mari kita membuat formasi seperti yang telah kita sepakati." Fang Yin mulai mengatur posisi.


"Kami siap, Nona Yin," jawab Qin Yushang mewakili yang lainnya.


Mereka menduduki empat penjuru mata angin dengan Fang Yin berdiri di tengah. Keberhasilan dalam formasi ini ditentukan oleh kekompakan mereka dan kestabilan energi yang dipancarkan oleh keempatnya. Bisa dikatakan Fang Yin berdiri sendiri karena memiliki tugas yang berbeda.


"Mari segera kita mulai. Ingat, posisi dan porsi kalian masing-masing. Jangan melakukan hal-hal yang berada di luar kesepakatan kita karena akan mempengaruhi hasil. Sebuah formasi akan timpang jika keempat pilar pendukungnya tidak seimbang," jelas Fang Yin.


"Kami mengerti, Nona Yin!"


Setelah mengatakan itu, Fang Yin mulai berkonsentrasi. Kedua tangannya direntangkan ke samping dengan posisi telapak tangan lebih rendah dari bahunya. Aura energi yang kuat berwarna kuning keemasan membuat tubuhnya bersinar sangat terang.


Udara di sekelilingnya bergerak dan menerbangkan benda-benda ringan yang ada di sekitar mereka. Seiring dengan pertambahan energi yang dikeluarkan oleh kelima pembentuk formasi, gejala alam yang ditimbulkannya pun semakin besar.


Penduduk bukit Giok Hitam bergerak mundur. Mereka sulit untuk melawan gelombang energi yang menekan tubuh mereka. Fang Yin menarik tubuhnya dan tubuh keempat orang lainnya ke udara.


Apa yang dilakukannya ini sedikit merubah rencana karena semula mereka berpikir untuk melakukannya di darat. Namun, ini bukan sebuah hal yang besar.


"Wah, kita tidak bisa melihat mereka dengan jelas dari sini. Kupikir mereka akan melakukannya di darat sehingga kita bisa melihat prosesnya dengan jelas," ucap salah satu penduduk.


"Iya, benar. Tetapi kurasa semua ini dilakukan oleh Nona Yin agar kita terlindungi," ucap yang lainnya.

__ADS_1


"Benar. Tekanan energinya sangat besar, kita bisa celaka jika Nona Yin tidak menjauh dari kita."


Para penduduk bukit Giok Hitam terus saja terlibat perdebatan-perdebatan kecil yang membuat mereka semua semakin dekat.


Pemandangan di langit yang cerah dan menyilaukan membuat mereka sulit untuk melihat apa yang dilakukan oleh Fang Yin dan yang lainnya dengan jelas. Mereka hanya melihat cahaya warna warni dari tubuh kelima orang itu.


Fang Yin menggerakkan tangannya perlahan ke atas dan melakukan beberapa gerakan yang hanya dia mengerti. Setiap gerakan mengeluarkan sebuah simbol mantra yang bergerak ke langit. Semakin cepat gerakan tangan Fang Yin maka semakin banyak pula simbol-simbol mantra yang dihasilkannya.


Energi yang dikeluarkan oleh formasi empat pilar mengantarkan simbol-simbol mantra itu ke atas hingga menyentuh dimensi pelindung. Setelah melakukan penerobosan, energi formasi empat pilar bertugas meredam efek buruk yang ditimbulkan setelah menerobos dinding tak terlihat yang begitu kokoh menyelimuti bukit Giok Hitam.


Semakin banyak tantangannya, maka semakin banyak keunggulan yang akan kita peroleh. Keempat pilar formasi itu berusaha keras untuk membuat efek dari gerbang yang mulai meluas.


Tangan Fang Yin terus bergerak dengan lincahnya. Semakin lama gerakannya semakin cepat dan menghasilan simbol mantra yang berpencar ke segala penjuru dan terus melemahkan formasi pelindung.


Merasa apa yang dilakukannya membutuhkan waktu yang cukup Lama, Fang Yin melakukan jurusnya dengan Qi yang dialirkan secara penuh ke alat gerak di tubuhnya.


Sebuah ledakan yang cukup besar terdengar di langit. Suara itu terus bertambah keras seiring dengan besaran energi yang semakin kuat. Dengan ritme cepat, Fang Yin berhasil menyingkat waktu.


Keseimbangan formasi empat pilar membuat mulai sedikit goyah. Tidak ingin hal yang buruk terjadi pada keempat pendukungnya, Fang Yin membagi energinya untuk membantu mereka. Secara otomati Fang Yin melakukan dua jalur formasi dengan energinya.


Semua ini diluar perkiraannya. Fang Yin tidak menyangka jika tenaga dari keempat pilar tidak bisa mengimbangi tenaga yang dikeluarkan olehnya.


Formasi pelindung yang telah terbuka terus melebar saat simbol-simbol mantra bergerak dengan sangat cepat.


Di luar wilayah bukit Giok Hitam terjadi badai yang cukup besar. Pusaran angin muncul di berbagai tempat. Ada yang semakin membesar, ada pula yang tiba-tiba menghilang begitu saja.


Suara ledakan dari formasi pelindung yang terbuka juga menghasilkan getaran yang menyerupai gempa besar. Penduduk di wilayah Daratan Utara berlari ketakutan dan bersembunyi di tempat yang aman.


Fang Yin telah menyelesaikan tugasnya. Namun, dia tidak tinggal diam ketika melihat formasi empat pilar timpang. Sebenarnya tenaganya telah banyak terkuras tetapi rasa pedulinya pada orang-orang diluar memaksanya untuk berkorban.


Ketakutan penduduk di sekitaran Daratan Utara terhenti ketika keadaan sudah kembali normal. Udara berhembus dengan semestinya begitu juga dengan getaran gempa yang tidak lagi terasa.


"Uhukk .... Uhukk!" Fang Yin terbatuk-batuk setelah mereka selesai melakukan penghapusan dinding pelindung tak terlihat.


"Yin'er!" pekik Jian Heng yang langsung menangkap tubuh Fang Yin yang hampir jatuh tersungkur.


Ketiga orang yang lainnya pun segera mendekat dan turun bersama-sama.


"Aku baik-baik saja," ucap Fang Yin sambil tersenyum. Dia tidak ingin membuat Jian Heng khawatir.


"Katakan, apa yang sebenarnya terjadi. Apakah ada masalah dengan formasi kami?" tanya Jian Heng.


Fang Yin menggeleng lemah.


"Tidak ada masalah. Sekarang wilayah ini telah terbuka dan terhubung langsung dengan dunia luar," ucap Fang Yin dengan suara yang lemah.


"Aku melihatmu begitu pucat, Yin'er. Kamu pasti telah kehilangan banyak tenaga." Jian Heng ingin memberikan energinya untuk Fang Yin, tetapi dia sendiri juga sangat lemah.


Sesampainya di darat, Fang Yin mengeluarkan lima butir pil pemulih dan membaginya untuknya dan yang lainnya. Mereka memakannya bersama-sama.


"Semua diluar perkiraanku. Formasi pelindungnya begitu kuat. Hampir saja kita gagal. Tapi kurasa tidak. Kita bisa meredam efek buruk itu dan menekannya hingga menjadi paling kecil," jelas Fang Yin.


Qin Yushang dan yang lainnya merasa sangat berterimakasih. Dia memimpin penduduk bukit Giok Hitam untuk memberi hormat. Keadaan kembali riuh, mereka bersorak menyambut kebebasan. Setelah ini mereka akan bisa melihat luasnya dunia serta kehidupan luar yang syarat akan misteri.


****


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2