Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 32. Dunia Ilusi


__ADS_3

Jian Heng memimpin di depan saat mereka sudah memasuki kawasan Telaga Bias Pelangi. Fang Yin yang tidak mengerti apa-apa tentang tempat itu tidak bisa berbuat banyak selain mengikuti ke mana Jian Heng melangkah. Mereka kini sampai di sebuah telaga kecil yang terlihat biasa saja. Tidak ada warna pelangi di sana seperti namanya. Entah mengapa orang-orang menamainya Telaga Bias Pelangi.


Di tengah telaga itu ada sebuah batu. besar. Untuk mencapai ke sana butuh teknik ilmu meringankan tubuh atau jurus terbang. Jian Heng terbang ke atas batu di tengah telaga. Sebenarnya Fang Yin juga sudah menguasai jurus terbang, tetapi dia tidak ingin sembarangan menunjukkan kemampuannya. Fang Yin berjalan di atas air dan menyeberang ke tengah telaga.


Tanpa banyak bertanya, Fang Yin hanya mengikuti apa saja yang dilakukan oleh Jian Heng.


'Gadis unik ini terlihat aneh. Sejak tadi dia selalu diam. Apakah dia merasa takut berada di tempat ini? Harusnya aku tidak membawanya kemari. Jika terjadi sesuatu padanya, aku juga yang bakalan repot!' gumam Jian Heng dalam hati.


Apa yang ada di pikiran Fang Yin berbeda dengan Jian Heng. Saat berada di tengah telaga, Fang Yin mulai merasakan gelombang energi yang sangat kuat. Merasa canggung berada di atas batu yang sama dengan Jian Heng, dia memilih melompat ke batu kecil yang tidak jauh dari sana.


"Hei! Kenapa kamu pergi? Biar aku saja yang duduk di batu keci itu!" seru Jian Heng mengkhawatirkan Fang Yin.


"Tidak perlu! Aku lebih senang berada di sini," jawab Fang Yin tidak ingin menerima tawaran Jian Heng.


"Ya, sudah. Berhati-hatilah!"


'Dasar gadis keras kepala! Di kasih tempat yang lebih nyaman malah memilih tempat yang berbahaya.'


Jian Heng tidak ingin berdebat lagi dengan Fang Yin dan memutuskan untuk memulai kultivasinya.


Mereka berdua sama-sama mengambil sikap duduk sempurna dengan kaki bersila di atas batu. Kedua tangannya mereka letakkan di atas paha dengan telapak tangan menghadap ke atas. Ibu jari dan jari tengahnya menyatu sehingga telapak tangan itu hanya terbuka setengah saja.


Telaga yang semula tenang mulai mengeluarkan cahaya energi warna warni yang menyelimuti seluruh permukaannya. Lama kelamaan cahaya itu membumbung ke atas dan terus naik hingga menutupi keberadaan Fang Yin dan Jian Heng. Mereka seakan tenggelam di dalam gelombang pelangi yang semakin terlihat pekat.


Penduduk desa berkumpul mengelilingi Telaga Bias Pelangi untuk melihat apa yang terjadi. Sudah lama sekali peristiwa seperti ini tidak terlihat. Dalam tiga tahun terakhir, belum ada kultivator yang berhasil membangkitkan Bias Pelangi dan mendapatkan Qi Naga Suci.

__ADS_1


Jian Heng mulai masuk ke dalam dunia ilusi yang diciptakan oleh kekuatan pelindung Qi Naga Suci. Dia merasa sedang berjalan di dunia yang asing seorang diri. Semuanya terlihat sangat mirip dengan tempat pertama kali bertemu dengan Fang Yin tetapi dalam suasana yang berbeda.


"Xiao Yin!" panggil Jian Heng ketika melihat Fang Yin muncul dari balik pohon dan berjalan menghampirinya.


"Kakak, kamu ke mana saja? Aku sedang mencarimu," omel Fang Yin sambil bergelayutan di lengan Jian Heng.


"Maaf tadi aku kehausan. Aku mengambil ini." Jian Heng menunjukkan kantong minumnya.


Fang Yin merebut kantong minum itu lalu membuka cadarnya. Dia menenggak beberapa tegukan air yang di bawa oleh Jian Heng. Lalu kembali menutup kantong air itu.


Jian Heng tidak bergeming sedikitpun dari keadaannya yang terpesona melihat keindahan wajah Fang Yin.


"Kamu cantik seperti Dewi," gumamnya lirih.


Fang Yin buru-buru menutup kembali wajahnya dengan cadarnya dan duduk membelakangi Jian Heng


"Untuk apa kamu menanyakannya? Apakah aku melakukan kesalahan?" Fang Yin memberanikan diri menatap mata Jian Heng.


Jian Heng meletakkan kedua tangannya di bahu Fang Yin dan membalas tatapan itu.


"Kamu benar! Kamu telah membuat kesalahan! Xiao Yinku tidak pernah bersikap semanis ini padaku. Dia juga tidak mungkin membuka cadarnya di depanku seperti yang kamu lakukan tadi. Katakan! Siapa kamu sebenarnya?" Jian Heng mencengkeram bahu sesosok makhluk yang menyerupai Fang Yin itu.


Suara melengking terdengar ketika dari kedua telapak tangan Jian Heng mengeluarkan Qi Penembus Jiwa. Qi berwarna biru itu membuat tubuh Fang Yin palsu terikat dan tidak bisa digerakkan. Suara lengkingannya semakin keras seiring dengan tubuhnya yang perlahan-lahan berubah menjadi seekor naga berwarna emas.


Naga itu bergerak ke atas dan melayang-layang di udara. Sorot matanya yang tajam menatap Jian Heng dengan tatapan yang sulit diartikan. Jian Heng tampak bersikap waspada, berjaga-jaga jika sewaktu-waktu naga itu menyerangnya.

__ADS_1


"Bagus anak muda! Kamu berhasil melewati ujian ini!"


Ternyata naga emas itu bisa berbicara dengan bahasa manusia. Suaranya tidak seseram wajahnya yang terlihat seperti akan menelan Jian Heng hidup-hidup. Di seluruh tubuh naga itu diselimuti dengan lidah api berwarna senada dengan tubuhnya.


Jian Heng mulai mengurangi kewaspadaannya dan mencoba berdamai dengan naga di depannya itu. Di salah satu tangan naga itu tampak mengeluarkan bola energi berwarna biru, mirip seperti warna energi Penembus Jiwa miliknya. Bola energi itu terus membesar hingga membuat tempat di alam bawah sadar Jian Heng itu ikut berwarna biru terang.


"Duduklah! Kamu berhak mendapatkan Qi Naga Suci milikku. Setelah ini kamu akan menjadi lebih kuat dari sebelumnya!" seru naga emas itu.


"Tunggu! Aku ingin bertanya. Mengapa energi Naga Suci itu sangat mirip dengan energi Penembus Jiwa milikku?" Jian Heng merasa penasaran dengan kepemilikan energi milik Suku Phoenix Biru yang merupakan suku Jian Heng berasal.


"Hahaha! Kamu pikir Qi Naga Suci itu adalah Qi yang berbeda? Jawabannya adalah tidak. Qi Naga Suci adalah Qi pendukung yang menyempurnakan Qi paling mendasar dalam dantian penerimanya."


Jian Heng mengangguk tanda dia mengerti.


"Bersiaplah!" Naga emas itu mulai melepaskan bola energi berwarna biru itu.


Bola energi meluncur mendekati tubuh Jian Heng dan menghantamnya keras-keras.


"Arrgghh!" pekik Jian Heng merasakan tubuhnya seperti terbakar.


Butuh beberapa saat lamanya bagi Jian Heng untuk menerima energi itu dan menyerapnya ke dalam dantiannya. Seluruh tubuh Jian Heng diselimuti oleh aura biru dari Qi Naga Suci yang diserapnya. Tubuh Jian Heng semakin terkontrol ketika energi itu telah terserap seluruhnya.


Saat ini, Jian Heng merasa jika dia telah naik beberapa tingkat dan menerobos ke ranah Suci. Tubuhnya terasa lebih ringan dan melayang di udara tanpa menggunakan teknik apapun. Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Jian Heng melatih beberapa jurus dari Kitab Sembilan Naga bintang dua yang dikuasainya di alam bawah sadarnya saat ini.


Tidak jauh berbeda dengan Jian Heng, Fang Yin pun masuk ke dalam dunia ilusinya. Namun keadaan dan situasi yang di alaminya berbeda dengan apa yang dialami oleh Jian Heng.

__ADS_1


****


Bersambung ...


__ADS_2