Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 225


__ADS_3

Sebelum matahari terbit, Fang Yin telah terbangun. Dia memulai aktifitasnya dengan berkultivasi. Pikirannya terasa segar kembali setelah beristirahat semalaman.


Hari itu Fang Yin kembali bersemangat dan melanjutkan mempelajari Kitab Sembilan Naga bintang enam. Masih ada dua teknik yang harus dia selesaikan yaitu teknik ruang dimensi lain dan ilusi ruang dan waktu.


Kedua teknik ini saling berhubungan dan meskipun ada sedikit perbedaan. Untuk menerapkan teknik ilusi, seseorang harus menciptakan dimensi lain untuk menguasai alam bawah sadar lawannya.


Seseorang yang terkena teknik ini akan sulit mengatasinya. Jika dia memiliki ketakutan atau phobia terhadap sesuatu, maka itu akan menjadi celah bagi teknik ini untuk masuk dan membuatnya semakin sulit untuk keluar dari ilusi.


Fang Yin sangat serius menghapalkan mantra untuk teknik ini dan teknik aliran Qi untuk menembus alam bawah sadar lawannya. Untuk teknik ilusi dia tidak bisa mempraktekkannya langsung.


"Aku tidak bisa mencoba teknik ilusi sekarang karena tidak ada orang yang ingin aku lawan. Sebaiknya aku menciptakan dimensi sebagai persiapan untuk menjebak mangsa." Fang Yin melakukan beberapa gerakan pengendalian Qi.


Cahaya terang muncul di telapak tangan Fang dan bergerak memutar membentuk sebuah gelombang seperti sebuah gasing.


Cahaya gelombang itu semakin lama semakin besar dan terus melebar seiring dengan mantra yang dibacakan oleh Fang Yin.


Saat mencapai diameter sekitar tiga hasta, di tengah pusaran cahaya energi itu muncul sebuah lubang dimensi. Itu bisa mengantarkan seseorang ke sebuah ruang dan waktu yang berbeda dengan alam yang dia tinggali saat ini.


Ruang dimensi ini bisa menjebak seseorang untuk masuk dan harus memecahkan teka-teki yang dibuat oleh pemilik ruang dimensi untuk bisa keluar dari sana.


"Aku belum bisa menghapal mantra ini. Ini baru mantra dengan tingkatan kesulitan paling bawah. Ada tujuh dimensi yang harus aku kuasai."

__ADS_1


Untuk menguasai sebuah mantra saja Fang Yin membutuhkan satu hari penuh. Kira-kira butuh waktu satu minggu untuk menguasai seluruh mantra itu. Sedangkan untuk mantra tentang ilusi di bagi menjadi lima belas mantra yang menyangkut tiga kategori yaitu, ilusi mata, ilusi pikiran, dan memutar balikkan ingatan.


Masing-masing kategori dibagi ke dalam lima tingkat. Di setiap tingkat memiliki mantra yang berbeda dengan total keseluruhan dari semua kategori adalah lima belas mantra.


Hari sudah sore. Fang Yin ingin pergi ke kota yang bisa dia lihat dari tempatnya berdiri sekarang. Dia ingin membeli tungku untuk mengolah pil lagi untuk menggantikan tungkunya yang telah rusak.


"Sepertinya tidak akan menjadi masalah jika aku menginap di penginapan yang ada di kota itu." Fang Yin melompat ke atas artefak daun, pergi meninggalkan bukit batu yang tandus.


Matahari sudah tidak terik lagi meskipun senja belum turun. Setelah menemukan tempat yang aman, Fang Yin turun dan berjalan menuju ke kota yang sangat ramai ini.


Pedagang berjajar di sepanjang jalanan utama yang berada di tengah kota. Banyak juga pendatang yang terlihat sedang menjajakan dagangan mereka.


Mungkin saja kelompok pedagang yang diselamatkan oleh Fang Yin kemarin adalah penduduk kota lain yang berjualan lalu membawa produk yang berbeda untuk dijual lagi di kotanya.


Dia melihat ke arah toko-toko yang berjajar untuk mencari toko yang menjual tungku obat. Setelah beberapa saat berjalan, Fang Yin akhirnya menemukan sebuah toko yang menjual peralatan yang terbuat dari logam.


"Selamat sore, Nona. Apa yang bisa saya bantu?" tanya seorang wanita tua dengan tubuh yang bungkuk.


"Selamat sore, Nek. Saya sedang mencari sebuah tungku obat. Apakah nenek memilikinya?" tanya Fang Yin sambil melihat benda-benda kuno yang terlihat antik.


"Kemarilah!" Nenek tua itu meminta Fang Yin untuk mengikutinya.

__ADS_1


Fang Yin pun berjalan mengikutinya memasuki sebuah ruangan yang hanya dibatasi sekat dengan ruangan sebelumnya. Di dalam ruangan itu terdapat banyak sekali tungku dengan berbagai ukuran dan ketebalan yang berbeda-beda.


"Wah! Lengkap sekali tungku ini. Bolehkah aku memilihnya, Nek?" tanya Fang Yin meminta ijin sebelum menyentuh tungku-tungku itu.


Nenek tua itu mengangguk.


Mendapat persetujuan, Fang Yin segera memeriksa kualitas tungku yang mencuri perhatiannya. Ada tiga buah tungku yang dia sukai. Namun dia tidak mungkin membeli semuanya.


Penjual itu seperti mengerti jika Fang Yin sulit untuk menentukan pilihannya.


"Dari ketiga tungku ini, ini yang paling mahal. Kualitas logam dan kekuatannya berada di atas tungku lainnya. Tungku ini juga sudah sangat langka karena orang yang biasa membuatnya sudah tidak memproduksinya lagi."


"Baiklah, Nek. Aku pilih yang itu." Fang Yin menjatuhkan pilihannya pada tungku yang paling mahal. Sejak tadi dia memang sudah meliriknya. Hanya saja kedua tungku yang lain juga terlihat bagus.


"Kamu tidak perlu membayarnya dengan koin emas. Aku tahu jika kamu seorang alkemis. Aku membutuhkan pertolonganmu untuk mengobati cucuku."


Fang Yin tertegun mendengar ucapan nenek tua itu. Baginya ini sangat mengejutkan. Dia merasa bimbang untuk menerima atau menolak permintaan nenek tua itu.


Sepertinya nenek tua itu tidak memberikan Fang Yin pilihan untuk menolak. Keduanya berjalan melewati sebuah pintu yang terletak di depan kios. Nenek tua itu menutup kiosnya lalu membawanya memutari kios menuju ke sebuah pondok yang berada di belakang kios itu.


****

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2