Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 329. Membuka Identitas


__ADS_3

Selir Liu, Changyi, Hao Xiang dan Hu Chu berdiri dan menyambut kedatangan Jian Heng dan Fang Yin. Mereka terpukau dengan penampilan barunya dan merasakan aura yang berbeda darinya.


Setelah memeluk dan melepas rindu bersama Selir Tang, Jian Heng berjalan menghampiri Selir Liu dan kedua kakaknya. Mereka merasa senang sekaligus iri dengan peningkatan kultivasi yang dimiliki oleh Jian Heng.


"Kak Heng! Kamu melupakanku!" seru Hu Chu sambil memanyunkan bibirnya.


Semua orang tertawa melihat tingkah lucu si bungsu. Jian Heng segera memeluk adik kecilnya itu dan mengecup kepalanya.


Selir Tang membawa Fang Yin duduk di sampingnya di antara dirinya dan Selir Liu. Ketiga wanita itu memiliki pembahasan yang berbeda ketika bertemu.


Penampilan Fang Yin yang tertutup tidak menunjukkan perubahannya karena sejak awal tidak ada yang tahu seperti apa.


Keseruan mereka mengundang Permaisuri Han untuk turun setelah Kaisar Xi meminta Dewan Kekaisaran untuk meninggalkan ruangan. Saat ini dia ingin merayakan pertemuannya dengan Jian Heng dan Fang Yin. Sudah cukup lama mereka tidak bertemu.


Setelah cukup berbasa-basi, Jian Heng mulai bersiap untuk berbicara serius kepada ayahnya dan mengutarakan maksud kedatangannya.


"Ayah, aku datang bersama Yin'er dengan sebuah tujuan. Tapi sebelum itu, aku ingin mengatakan sebuah hal yang sangat penting dan sedikit mengejutkan. Kuharap tidak ada kesalahpahaman setelah ini." Jian Heng berbicara dengan kedua telapak tangan yang menyatu.


"Katakan saja," ucap Kaisar Xi dengan wajah yang sama seriusnya dengan Jian Heng.


Jian Heng menoleh ke arah Fang Yin dan memintanya untuk mendekat.


Apa yang dilakukan oleh Jian Heng membuat seluruh keluarganya merasa heran. Suasana di dalam ruangan itu seketika menjadi hening. Mereka menunggu apa yang akan disampaikan oleh mereka berdua.


Fang Yin duduk di sampung Jian Heng dan mempersiapkan diri untuk membuka identitasnya di depan keluarga besar Kaisar Xi.


'Aku lebih gugup untuk menghadapi situasi ini daripada menghadapi musuh yang sangat berbahaya. Semoga saja mereka mempercayaiku sebagai putri kandung Kaisar Gu yang telah terfitnah.' Fang Yin mencoba untuk tenang.


Jian Heng mulai berbicara dan menyampaikan tentang siapa Fang Yin sebenarnya. Dia mengungkapkan tentang kisah perjalanan Fang Yin selepas pembantaian yang dilakukan oleh Kaisar Ning.


Bukan itu saja, Jian Heng juga mengatakan bukti-bukti yang menyatakan bahwa Fang Yin benar-benar putri kandung Kaisar Gu. Mulai dari Ketua Lama Sekte Sembilan Bintang, pernyataan Pendekar Seribu Mata, juga kesaksian Selir Ning yang menyatakan jika dirinya bersalah.

__ADS_1


Kaisar Xi menelaah pernyataan demi pernyataan yang disampaikan oleh Jian Heng dengan seksama. Sebenarnya dia sudah tahu sejak kedatangan Fang Yin untuk pertama kalinya, tetapi dia tidak berani berspekulasi dan menduga-duga.


Aura kebangsawanannya begitu kuat dan dia memiliki kemampuan yang mencerminkan akan kualitas dirinya. Kaisar Xi hanya menggoda putranya saja dengan menampilkan sikapnya yang sulit untuk ditebak.


"Aku pernah bertemu dengan Kaisar Gu. Aku juga pernah bertemu dengan putra sulungnya. Mereka terlihat sangat mirip. Waktu itu selir ketiganya sedang mengandung, mungkin itu kamu," jelas Kaisar Xi.


"Aku tidak keberatan jika Yang Mulia dan semuanya ingin melihat wajahku. Selir Ning bilang aku memiliki sedikit memiliki kemiripan dengan ayah secara sekilas." Fang Yin bersiap untuk membuka penutup wajahnya.


Hao Xiang dan Changyi terlihat sangat gembira. Selama ini mereka belum pernah melihat wajah Fang Yin sehingga mereka begitu bersemangat. Mereka tidak ingin melewatkan kesempatan emas ini.


Kaisar Xi menggeleng melihat tingkah kedua putranya itu. Mereka selalu saja mencoba berebut perhatian Fang Yin meskipun sudah jelas jika Jian Heng adalah pemenangnya.


Jian Heng terlihat pasrah dan berharap kedua kakaknya tidak akan bersaing untuk mencari perhatian Fang Yin lagi.


"Tunggu!" seru Kaisar Xi.


Semua orang melihat ke arahnya dan berharap jika Kaisar Xi tidak menghalangi Fang Yin untuk memperlihatkan wajahnya. Meskipun tidak penting seperti apa rupanya, tetapi setidaknya mereka tidak akan merasa penasaran lagi. Tidak masalah jika setelah ini Fang Yin akan menutup wajahnya kembali.


"Baik, Ayah," jawab Hao Xiang dan Changyi dengan malas.


Sebelumnya mereka telah memiliki ketertarikan terhadap Fang Yin dan tidak peduli seperti apapun wajahnya. Saat ini pun masih sama. Pernyataan Kaisar Xi membuat nyali mereka menciut dan tidak berani untuk melanggarnya.


Setelah menyampaikan peringatan, Kaisar Xi mempersilakan kepada Fang Yin untuk memperlihatkan wajahnya.


Karena merasa gugup, Fang Yin terlihat kesulitan untuk membuka tali pengikat penutup wajahnya. Jian Heng mengambil inisiatif untuk membantunya dan perlahan membuka ikatan itu. Setelah ikatannya terlepas, Jian Heng membiarkan Fang Yin untuk membuka sendiri penutup wajahnya.


Ruangan itu menjadi hening. Bukan hanya Fang Yin yang berdebar-debar saat ingin memperlihatkan wajahnya. Namun, keluarga Kaisar Xi juga mengalami hal yang sama dengan kondisi yang berbeda.


Perlahan Fang Yin menggerakkan tangannya untuk menarik penutup wajahnya. Sedikit demi sedikit wajahnya terlihat dan sepenuhnya terbuka.


Keluarga Kaisar Xi begitu terpesona dengan kecantikan Fang Yin. Mereka tidak melihat cela sedikitpun pada wajahnya meskipun sebelum ini dia berpetualang hidup di alam bebas.

__ADS_1


Pangeran kecil Hu Chu yang belum tahu urusan cinta pun menatap Fang Yin tanpa berkedip. "Nona Yin, cantik," ucapnya.


Semua orang menertawakannya dan membuatnya merasa malu. Dia kemudian berpaling dan menyembunyikan wajahnya di balik lengan baju ibunya.


"Jadi kamu ingin bersaing denganku, Hu Chu," goda Jian Heng.


"Tentu saja Nona Yin memilihku. Dia bilang dia menyukaiku." Hu Chu tidak ingin kalah dari Jian Heng.


Dia tidak tahu apa itu arti menyukai untuk orang dewasa. Kepolosannya itu membuatnya kembali menjadi bahan tertawaan. Namun, kali ini Hu Chu ikut tertawa dan tidak malu-malu lagi.


Kaisar Xi meminta Fang Yin untuk menutup wajahnya lagi sebelum ada yang datang ke sana. Meskipun sudah banyak yang tahu jika dirinya masih hidup, tetapi keadaannya saat ini belum bisa dikatakan aman.


Jian Heng mengatakan waktunya di sana tidak lama dan harus segera kembali ke Gunung Perak. Dia meminta ijin kepada Kaisar Xi untuk mengambil pasukan pilihan dan beberapa panglima kerajaan.


Bagi Kekaisaran Benua Tengah, Fang Yin lebih dari sekedar calon menantu. Kaisar Xi merasa berhutang nyawa padanya. Berapapun pasukan yang diinginkan, dia tidak merasa keberatan untuk itu.


Hao Xiang dan Changyi juga siap untuk membantu. Mereka akan membawa pasukan khusus yang berada di bawah kepemimpinannya.


Kaisar Xi terlihat begitu bangga dan bahagia melihat putra-putranya hidup rukun. Dia berjalan untuk membersamai mereka pergi ke asrama keprajuritan.


Jian Heng jarang sekali tinggal di istana sehingga dia tidak tahu kelompok-kelompok prajurit pilihan yang selalu menjadi andalan Kaisar Xi. Hanya dia, Hao Xiang dan Changyi yang tahu tentang ini.


Saat mereka sedang asyik mengobrol, tiba-tiba Selir Tang datang bersama Fang Yin untuk menyusul. Selama ini tidak ada yang tahu tentang kemampuan beladiri Selir Tang selain Kaisar Xi saja.


"Ibu, ini bukan tempat yang tepat untukmu. Apakah ada sesuatu yang penting atau ibu masih merindukanku." tanya Jian Heng.


"Aku akan menjadi bagian dari pasukan yang akan pergi menyerang Kekaisaran Ning," ucap Selir Tang.


Semua orang menatapnya tak percaya. Mereka berpikir jika Selir Tang hanya bercanda.


****

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2