
Setelah sejenak terdiam, Tian Feng kembali melanjutkan ceritanya bagaimana dia harus berjalan tanpa arah menyusuri tempat asing yang membuatnya melewati berbagai macam bahaya.
Awalnya dia menangis tetapi dia berpikir sampai air matanya berubah menjadi darah sekalipun, tidak akan pernah merubah keadaan.
Selama berhari-hari hidup di tempat yang entah seperti apa, Tian Feng memakan berbagai macam tumbuhan yang dia temukan di sekitarnya untuk bertahan hidup.
Suatu ketika dia memakan tumbuhan beracun yang hampir saja merenggut nyawannya. Beruntung di hari itu ada seorang pertapa yang kebetulan lewat datang menolongnya.
Pertapa itu tidak sendirian, dia datang bersama seorang anak yang tidak lain adalah kakek Zhu.
Kakek Zhu juga memiliki nasib yang sama, bahkan lebih miris. Dia tidak mengingat nama panjangnya dan hanya ingat ibunya dulu memanggilnya Zhu'er.
Mereka tumbuh dan berkembang bersama di bawah naungan sang pertapa itu.
Mengingat usianya yang telah renta, pertapa itu membekali kakek Zhu dan Tian Feng dengan ilmu pengobatan dan teknik pemurnian Qi.
Setelah sang pertapa meninggal dunia, Tian Feng dan kakek Zhu berpetualang bersama untuk mengenal dunia luar. Mereka tidak pernah berpisah hingga seorang pendekar yang juga buta membawa Tian Feng pergi bersamanya.
Setelah kepergian Tian Feng, Kakek Zhu tinggal bersama sepasang suami istri yang bekerja sebagai alkemis dan
__ADS_1
Mereka kembali bertemu di bukit keramat ini. Baik Tian Feng maupun kakek Zhu tidak tahu jika mereka sebenarnya tinggal di tempat yang berdekatan.
Baru sekitar satu tahun ini kakek Zhu bertemu dengan Tian Feng di tempat ini ketika sedang mencari tanaman obat.
Fang Yin terdiam mendengar kisah pilu di masa lalu Tian Feng. Cerita itu bisa menjadi tamparan untuknya agar lebih bersemangat dalam perjalanan hidupnya.
"Aku pun memiliki nasib yang tidak kalah tragis, Tuan," ucap Fang Yin dengan suara beratnya.
"Lebih baik kamu memanggilku paman saja. Mungkin dengan begitu aku akan merasa jika aku adalah bagian dari Klan Gu." Tian Feng berharap Fang Yin akan memenuhi keinginannya.
"Baik, Paman. Aku juga akan membagi cerita hidupku padamu." Fang Yin ingin mencari dukungan sebanyak-banyaknya untuk merebut kembali tahta ayahnya dan juga membalaskan dendamnya pada para pemberontak itu.
Dia juga akan membersihkan nama ibunya dari tuduhan keji itu dan mengembalikan kehormatannya.
"Jika tiba waktunya tiba aku pasti akan datang untuk membantumu, Yin'er! Ambil ini! Pakai ini di saat kamu mengalami kesulitan, maka aku akan datang."
Tian Feng menyerahkan lima buah pil yang berwarna putih kemilau.
Terlihat jelas kebingungan di wajah Fang Yin ketika menerima pil-pil itu.
__ADS_1
Sebelum dia bertanya, Tian Feng sudah menjelaskan padanya lebih dulu tentang pil apakah pil itu dan bagaimana cara menggunakannya.
"Pil pemanggil roh!" pekik Fang Yin merasa takjub dengan pil-pil di tangannya itu.
Di dalam pil ini ada darah atau bagian tubuh orang yang akan di panggil sehingga jiwanya terhubung dengan pil ini.
"Benar. Simpan baik-baik. Aku akan datang sebanyak jumlah pil itu jika kamu mengalami kesulitan. Setelah pil itu habis lain kali aku akan memberikannya lagi padamu."
"Ah! Hampir saja aku berpikir jika paman tidak ingin bertemu lagi denganku tanpa pil ini." Fang Yin berbicara sedikit santai untuk mengurai ketegangan mereka.
"Kamu bebas bertemu denganku tanpa harus menggunakan pil itu. Lalu apa rencana mu setelah ini?" tanya Tian Feng.
Fang Yin tampak berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan Tian Feng.
'Aku tidak akan mengatakan apa tujuanku dan langkah yang akan aku ambil. Aku menghargai niat baik paman ini tetapi aku tidak boleh lemah dan tetap bergerak sesuai kata hatiku.'
"Aku akan kembali belajar di Sekte Sembilan Bintang untuk menempa diriku, Paman," jawab Fang Yin mencoba menutupi tujuannya yang sebenarnya.
'Aku tahu keinginanmu tidak sesederhana itu, Keponakan. Aku merasakan ambisi yang besar dalam dirimu. Tetapi tidak jadi soal untukku jika kamu tidak ingin mengatakannya. Terus berjuanglah dan bawa kehormatan Klan Gu di masa mendatang.' Tian Feng bermonolog dalam hati.
__ADS_1
****
Bersambung ....