Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 191


__ADS_3

Suara teriakan Fang Yin membuat semua binatang yang ada di gunung itu menjadi panik. Mereka pergi meninggalkan tempat tinggal mereka untuk mencari tempat yang lebih aman.


Saat penyerapan Qi yang dilakukan oleh Dewi Naga telah mencapai batas maksimal, tubuh Fang Yin merasakan rasa terbakar yang sangat luar biasa. Roh Dewi Naga menekannya dan memaksa fisik Fang Yin untuk menerima wujud naga yang sempurna.


Hal ini terasa dipaksakan mengingat saat ini Dewi Naga sendiri belum memiliki wujudnya yang sempurna. Namun, tidak ada yang bisa dilakukan oleh Fang Yin selain menerima segala perlakuan roh naga.


Kesenjangan kekuatan di antara keduanya membuat Fang Yin tak berdaya.


"Aku akan segera mengalahkanmu naga iblis! Kamu tidak bisa seenaknya memperlakukanku seperti budakmu! Kamu yang seharusnya berada di bawah kendaliku!" pekik Fang Yin sambil terus menahan hawa panas wujud naga yang membakar fisiknya.


Fisik Fang Yin kini benar-benar telah menyatu dengan wujud naganya. tubuhnya yang bersisik bergerak sangat cepat memutari tempatnya berada saat ini.


Binatang roh yang masih berada di sana mundur secara teratur saat Fang Yin yang berada dalam kendali roh naga mendekatinya. Fang Yin berhenti di depan binatang roh rusa emas, lalu tangannya mendorong ke depan dan menarik binatang roh tersebut.


Dalam pengaruh roh naga, Fang Yin menyerap kultivasi rusa emas dan seluruh esensi darinya. Tubuh binatang roh itu menjadi abu yang beterbangan dan menyisakan sebuah kristal roh yang melayang-layang di udara.


Kristal roh milik rusa emas itu langsung ditelan oleh Fang Yin yang masih dikendalikan oleh roh naga.


"Tidak! Tidak! Kamu benar-benar sudah gila!" teriak Fang Yin ketika kristal roh itu telah menjadi lelehan yang menyerupai magma di dalam mulutnya.


"Arrgghh!" teriak Fang Yin untuk kesekian kalinya dia merasakan siksaan yang kejam dari roh naga.


Sebenarnya semua kekuatan itu juga akan menjadi milik Fang Yin, tetapi roh naga tidak memikirkan rasa sakit yang dirasakan tubuh manusia Fang Yin ketika menerimanya.


Selain memperkuat jurus napas naga dan penyerapan kultivasi lawan, Kitab Sembilan Naga bintang lima juga memperkuat kekuatan roh naga dan membentuk struktur tubuh Fang Yin menjadi naga.


Keadaan menyiksa ini akan terus dirasakan oleh Fang Yin hingga dia menemukan kitab selanjutnya yang berisi tentang cara mengendalikan kekuatan yang besar Dewi Naga di tubuhnya.

__ADS_1


Cahaya simbol naga di punggung Fang Yin mulai memudar, roh naga melepaskan kendalinya dan perlahan tubuh Fang Yin kembali normal.


"Aku tidak tahu bagaimana membuat wujud naga ini muncul dan pergi. Apa yang akan terjadi nanti jika roh naga muncul di saat yang tidak tepat? Atau mungkin tidak mau muncul di saat aku membutuhkannya."


Tubuh Fang Yin terasa lemah. Dengan sisa-sisa kekuatannya, Fang Yin mencoba untuk duduk dengan nyaman dan memulai kultivasinya kembali.


Sisik-sisik ditubuh Fang Yin masih tampak dan belum hilang sepenuhnya. Kultivasinya berlangsung dengan cepat dan pundi-pundi energinya penuh dengan cepat. Kolam Qi di tubuhnya telah dipenuhi saat berkultivasi bersama roh naga.


"Apa kalian ingin aku makan satu persatu?!" seru Fang Yin sambil memelototi binatang roh yang masih berada di tempatnya.


Binatang roh itu dengan cepat berbalik dan pergi meninggalkan Fang Yin.


"Mengganggu saja," omel Fang Yin sambil berdiri dengan susah payah.


Dia merasakan keadaan tubuhnya yang berbeda. Ada sesuatu yang tertanam di dalam tubuhnya dan terasa asing baginya. Meskipun secara fisik tubuh Fang Yin masih terlihat seperti manusia biasa, tetapi sesungguhnya dia telah memulai transformasinya menjadi Dewi Naga.


Fang Yin membuat perapian dan merebahkan tubuhnya di alam terbuka. Kali ini dia sengaja membiarkan sisik-sisik naga yang ada di tubuhnya. Secara alami aura naga dalam dirinya mampu melindunginya dari gangguan dari luar.


'Menurut rumor yang kudengar, Kekaisaran Benua Utara menganggap pria dan wanita memiliki derajat yang berbeda. Mereka menganggap kaum wanita itu lemah. Kemungkinan aku akan merasa aman jika aku menggunakan identitas sebagai seorang wanita.' Fang Yin melihat gugusan bintang di langit sambil memikirkan rencana yang akan dia jalani esok hari.


Tidurnya terasa begitu singkat, Fang Yin merasa kesal pada sinar matahari yang mengganggu matanya yang masih terpejam.


"Baru saja aku bermimpi bertemu dengan Tetua Yu. Aku sangat merindukan Zidane versi muda. Huhh!" Fang Yin bangkit dan berjalan terseok-seok ke tepi jurang untuk melihat pemandangan.


Fang Yin merentangkan kedua tangannya lalu mengubah dirinya ke dalam wujud manusianya yang sempurna.


Beberapa ekor burung melintas terbang di atas Fang Yin. Merasa perutnya sangat lapar, Fang Yin menangkapnya dengan menembakkan Qi pada mereka.

__ADS_1


Tiga ekor burung jatuh dan mendarat tepat di hadapan Fang Yin. Segera saja Fang Yin membawanya ke dekat perapian, mengeluarkan isi perutnya lalu membakarnya hingga matang.


"Aku tidak memiliki kenalan di Benua Utara. Sepanjang sejarah, hubungan Benua Timur dan Benua Utara tidaklah akrab meskipun tidak saling bermusuhan. Aku harus benar-benar berjuang dengan berbekal informasi yang sangat minim aku ketahui." Fang Yin menyelesaikan makannya lalu membakar sisa-sisanya dengan api hitam miliknya.


Api itu kini telah berpadu dengan Jurus Napas Naga sehingga benar-benar mampu menghapus jejak energi miliknya hingga tidak ada yang tertinggal.


Fang Yin terbang ke Benua Utara dengan menggunakan artefak daun. Selain kecepatannya yang melesat seperti angin, Fang Yin juga menyembunyikan hawa kehadirannya sehingga tidak ada seorangpun yang menyadarinya ketika dia melintas di atas mereka.


Berbekal peta yang diberikan oleh Liu Xiangqi, dia mampu menemukan rute paling pendek dan aman untuk sampai di Benua Utara. Diperkirakan, Fang Yin akan sampai di perbatasan antara Benua Timur dan Benua Utara sebelum matahari tenggelam.


Fang Yin tidak ingin membuang-buang waktunya dengan beristirahat. Seharian penuh dia melakukan perjalanan dan mengabaikan rasa lelahnya.


Keadaannya yang selalu terintimidasi oleh roh naga yang bercokol di tubuhnya membuatnya ingin segera menemukan cara untuk bisa membalikkan keadaan.


'Apa yang terjadi jika aku memiliki semua ini di jaman modern? Pasti semua orang akan berpikir jika aku adalah hantu terbang.' Fang Yin menyunggingkan senyumnya saat melintasi perbukitan yang indah dan menemukan banyak sekali hal menakjubkan yang memanjakan mata.


Saat ini dia telah sepenuhnya menerima kehidupannya yang sekarang. Suka ataupun tidak dia harus menjalaninya karena ini bukanlah sebuah pilihan.


Perlahan matahari mulai turun di ufuk barat. Fang Yin memelankan laju artefak daunnya ketika dia telah melihat sebuah perkampungan yang masuk dalam wilayah Kekaisaran Benua Utara.


Fang Yin turun dalam jarak yang cukup jauh dari pemukiman lalu berjalan dengan santai menuju ke sana. Ketika dia berjalan, tiba-tiba dia merasakan lambungnya sangat nyeri.


'Sial! Apakah ini efek dari menelan kristal roh mentah-mentah semalam? Mengapa baru terasa saat ini?' Fang Yin memegangi perutnya dengan tangan kirinya dan tangan kanannya bertolak pada pohon untuk menyangga tubuhnya.


****


Bersambung ...

__ADS_1



numpang promo novel karya temanku ya kak...


__ADS_2