
"Aku mengerti, Kek. Aku akan tetap menyembunyikan jati diriku hingga tujuanku tercapai. Masih ada lima bagian kitab lagi yang harus aku temukan dan aku pelajari. Apakah kakek tahu di mana Kitab Sembilan Naga bintang lima berada?" tanya Fang Yin.
"Sayangnya kakek tidak tahu Yin'er. Terakhir aku dengar kitab itu berada di tangan Mu Shen Yi di Benua Barat. Apakah sekarang kitab itu masih berada di tangannya atau tidak, aku tidak tahu pasti."
Beberapa tahun belakangan ini, Han Wu memang tidak pernah bepergian terlalu jauh dari gunung ini dan menghindari pertarungan besar dengan kultivator yang ada di seluruh daratan.
"Terimakasih, Kek. Aku akan bertemu banyak orang di dalam sayembara itu. Semoga aku akan mendapatkan informasi dari sana." Fang Yin mengungkapkan harapannya.
"Keberuntungan akan selalu menyertaimu, Yin'er." Han Wu mengusap kepala Fang Yin dengan lembut.
"Malam sudah larut, kita harus beristirahat untuk menghadapi latihan besok." Tian Feng merasa mereka tidak akan berhenti mengobrol jika dia tidak memperingatkan mereka.
Mereka bertiga pun memutuskan untuk kembali ke kamar masing-masing dan beristirahat.
Sebelum tertidur Fang Yin melepaskan hiasan rambutnya lalu menyisirnya. Setelah latihan seharian dan pertarungannya dengan Yun Lan, tubuhnya terasa remuk. Banyak energi yang terkuras di dalam pertarungan, terutama energi pendampingnya.
'Sepertinya aku tidak bisa tertidur dengan nyenyak jika aku tidak memulihkan tenagaku terlebih dulu.'
Fang Yin tidak langsung tertidur melainkan berkultivasi dan memulihkan Qi pendampingnya.
__ADS_1
Esensi energi alam di pegunungan itu masih sangat besar sehingga membuat kultivasi yang dia lakukan berlangsung dengan cepat.
Fang Yin baru bisa beristirahat sesaat sebelum tengah malam.
Pagi-pagi sekali Fang Yin, sudah terbangun dan berlatih di dekat air terjun. Fang Yin tidak berani melatih teknik dan jurus menggunakan Qi.
Bukan karena takut pada Han Wu jika membuat tempat itu hancur, melainkan karena dia sendiri yang merasa sayang.
Keindahan alam di sekitar tempat tinggal Han Wu, sudah menawan hatinya. Itulah mengapa dia selalu berlatih di tempat yang sedikit jauh dari kediaman mereka.
Meskipun tampa mengeluarkan Qi, gerakan Fang Yin terlihat sangat lincah dan enerjik.
Dia mengulang semua teknik yang dia pelajari dari Kitab Sembilan Naga bintang empat.
Rasa kagum menyelimuti hati mereka tetapi juga terselip kesedihan di hati keduanya.
Setelah ini tidak ada alasan lagi bagi mereka untuk menahan Fang Yin tetap tinggal.
"Guru! Yin'er sudah menguasai seluruh isi kitab itu dengan sangat baik. Aku merasa bangga akan hal itu. Namun, setelah ini dia tidak akan bisa bersantai karena dia akan masuk ke dalam medan yang berbahaya."
__ADS_1
Tian Feng mengungkapkan kekhawatirannya pada Fang Yin.
"Sebenarnya aku juga tidak rela Yin'er pergi dari sini. Aku belum mengajarkan jurus-jurus yang aku miliki padanya. Semoga saja dia tidak akan keberatan untuk kembali lagi kemari."
"Guru benar. Jurus kecapi guru akan sangat berguna untuknya di masa mendatang."
Meskipun begitu, guru dan murid itu tidak bisa memaksa Fang Yin untuk mempelajari jurus itu.
Merasa latihannya sudah cukup, Fang Yin kembali ke pondok dengan berlari-lari kecil.
Han Wu dan Tian Feng memberinya pujian karena telah berhasil menyelesaikan latihannya.
Seperti kesepakatan mereka sebelumnya, setelah Fang Yin menguasai kitab itu dia diperbolehkan untuk pergi mengikuti sayembara di Kekaisaran Benua Timur.
Han Wu mengutarakan keinginannya untuk mewariskan jurus kecapi miliknya pada Fang Yin dan menunggunya untuk datang jika dia punya kesempatan.
Fang Yin mengiyakan permintaan itu meskipun dalam hatinya dia tidak merasa yakin jika dia bisa.
'Aku? Bermain kecapi? Sungguh ini membuatku takut. Aku pasti akan menyakiti telinga banyak orang dengan nada sumbang yang aku ciptakan. Belum lagi jika aku memutuskan senarnya.' Fang Yin meringis dan merasa ngilu membayangkan apa yang akan terjadi jika dia berlatih kecapi bersama Han Wu di masa mendatang.
__ADS_1
****
Bersambung ...