
Jian Heng menepuk jidatnya mendengar pemikiran konyol kakaknya. Menurutnya tidak masuk akal jika ayahnya itu menyukai wanita yang disukai oleh putranya sendiri.
"Kamu hanya mengalihkan pikiranku saja agar melupakan masalah yang sebenarnya, bukan?" tuduh Jian Heng.
"Buat apa? Kau pikir aku takut denganmu." Changyi melipat tangannya di dada dan mengangkat dagunya.
"Kakak, kumohon kembalikan lukisan itu. Itu adalah karya terbaikku."
"Kamu bisa membuatnya lagi, bukan? Atau begini saja, kita barter. Aku berikan lukisannya dan kamu berikan wanita dalam lukisan itu untuk kunikahi, bagaimana?" Changyi menaik turunkan alisnya.
Sedari dulu dia memang tidak ingin kalah dari Jian Heng dalam hal apapun. Meskipun begitu mereka tidak pernah benar-benar bertengkar. Itu adalah cara mereka untuk menunjukkan kasih sayangnya satu sama lain.
Jian Heng menatap Changyi dengan penuh kecurigaan. Kakaknya itu memiliki ketajaman pikiran yang luar biasa. Kecerdasan yang dimilikinya melampaui kedua adiknya.
"Terserah kamu saja. Lagipula itu hanya ilusi saja. Aku bisa menghayalkan wanita yang lebih cantik lagi." Jian Heng berharap kata-katanya mampu mengubah pemikiran Changyi.
Jian Heng sangat yakin jika Changyi sudah bisa menebak jika wanita di dalam lukisan itu adalah Fang Yin. Sebenarnya itu memang Fang Yin, tetapi dia ingin kakaknya berpikir jika itu hanya hayalannya saja.
"Jadi lukisan itu bukan nona Xiao Yin?"
Sangat jelas gurat kecewa di wajah Changyi. Dia berpikir sepertinya memang tidak mungkin Fang Yin secantik itu. Lukisan itu keluar dari telapak tangannya yang terbuka.
Jian Heng segera mengambilnya dengan cepat sebelum kakaknya berubah pikiran.
"Hei, apa itu?!" Hao Xiang tiba-tiba muncul dan melihat sebuah gulungan kertas di tangan Jian Heng.
"Bukan apa-apa." Gulungan lukisan lenyap dari tangan Jian Heng dan masuk ke dalam cincin penyimpanannya.
Masalah akan menjadi semakin panjang jika Hao Xiang ikut campur. Changyi dan Jian Heng saling berpandangan. Mereka berpikir untuk mengelabui Hao Xiang.
"Ah, bukan sesuatu yang penting. Oh, iya, kamu dari mana? Sejak kemarin kamu tidak kelihatan." Changyi mengalihkan perhatian Hao Xiang.
__ADS_1
"Benar sekali, Kak Hao sangat sibuk akhir-akhir ini hingga mengabaikan adik tampannya ini."
Hao Xiang berpura-pura akan muntah mendengar Jian Heng memuji dirinya sendiri.
Ketiganya akhirnya tertawa dan suasana tegang itu kembali mencair. Mereka bertiga mengobrol sambil berjalan menuju ke arah istana mereka masing-masing.
Di tempat lain, Fang Yin dan Kaisar Xi juga melakukan hal yang sama. Mereka membicarakan banyak hal. Kaisar Xi mengakui jika wanita muda itu memiliki pengetahuan yang luas dalam berbagai bidang. Bukan hanya dalam bidang kesehatan saja.
Di kejauhan, Jing Jihua merasa iri dengan kedekatan Fang Yin dan Kaisar Xi. Harapannya untuk bersanding bersama Jian Heng semakin jauh.
Fang Yin di bawa menuju ke perpustakaan pribadi miliknya yang berada di dekat paviliun hukum dan keadilan. Hanya keluarga inti saja yang pernah memasukinya dan Fang Yin adalah orang di luar keluarga inti pertama yang masuk ke sana.
Perpustakaan itu memiliki pintu yang menjulang tinggi dengan ukiran unik yang berbeda dengan model pintu di istana itu. Sebuah gembok besar menggantung di luar pintu. Untuk membukanya, Kaisar Xi mengeluarkan token khusus miliknya.
Pintu terbuka lebar hanya dengan sekali dorong. Setelah mereka masuk ke dalam, pintu itu tertutup dengan sendirinya.
Sebuah ruangan luas dengan rak buku yang menjulang tinggi hingga menyentuh langit-langit membuat Fang Yin terpukau. Dia seperti melihat keajaiban dunia yang begitu luar biasa. Seseorang yang tidak bisa terbang, tidak akan mampu untuk mencapai buku yang berada di rak paling tinggi.
'Aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini. Siapa tahu aku bisa menemukan informasi tentang Phoenix api dan es di sini.'
Fang Yin melihat buku-buku di hadapannya tanpa berani menyentuhnya. Dia menggunakan indera keenamnya untuk membaca judul buku-buku yang ada di hadapannya. Kaisar Xi membiarkannya bergerak tanpa batas dan menemukan buku yang ingin dia pinjam.
Mencari sebuah buku di dalam ruangan yang sangat luas terasa seperti mencari jarum di dalam tumpukan jerami. Saat hampir menyerah, Fang Yin melihat sebuah rak yang berisi buku-buku tentang hewan-hewan mitologi dan binatang roh kuat.
Dia menghampiri rak itu lalu mempertajam penglihatannya. Ada sebuah buku yang menarik perhatiannya. Dia sangat yakin jika buku itu memuat tentang binatang roh yang dia cari.
"Yang Mulia, bolehkah saya meminjam buku itu?" Fang Yin menunjuk buku yang ingin dipinjamnya.
"Pilihan yang bagus. Sepertinya kamu tertarik untuk mencari kristal roh untuk mendapatkan roh pendamping."
Fang Yin mengangguk.
__ADS_1
'Gadis bodoh. Bukunya bukan yang itu, tetapi yang ada di bawahnya. Meskipun sampulnya terlihat usang, tetapi buku itu memuat tentang Phoenix api dan es secara terperinci.' Roh naga berbicara kepada Fang Yin setelah sekian lama terdiam.
'Heh, Naga Jelek. Mengapa kamu tidak bilang dari tadi? Apakah kamu merasa puas dengan mengerjaiku seperti ini?' Fang Yin merasa kesal, beruntung dia belum mengambil buku itu dan Kaisar Xi juga kurang memperhatikan buku mana yang dia pilih.
Roh naga tertawa lalu perlahan menghilang dari pikiran Fang Yin. Meskipun sangat kesal, tetapi dia merasa berterimakasih, setidaknya naga jahil itu masih memberitahunya. Jika tidak, Fang Yin pasti akan meminjam buku yang sia-sia.
Setelah mendapatkan ijin dari Kaisar Xi, Fang Yin pun mengambil sebuah buku sesuai petunjuk roh naga hitam.
Kaisar Xi meminta Fang Yin untuk segera menyimpannya sebelum mereka keluar dari sana. Jika sampai ada yang melihatnya, maka para pejabat penting kekaisaran pasti akan merasa iri padanya. Mereka tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk meminjam buku-buku milik Kaisar Xi walaupun mereka begitu dekat.
Mereka berdua keluar dari perpustakaan megah itu lalu kembali menguncinya dari luar. Semua orang yang berpapasan dengan keduanya merasa heran melihat kedekatan keduanya.
Banyak muncul spekulasi terhadap keduanya. Ada yang berpikir jika Kaisar menyukainya dan ingin mengangkatnya menjadi seorang putri. Ada pula yang berpikir jika Fang Yin akan dijodohkan dengan salah satu dari putranya. Dan sebagian kecil berpikir jika Kaisar Xi ingin menjadikannya sebagai selir.
"Sebuah kehormatan bagi saya mendapatkan kesempatan untuk meminjam buku pribadi milik Yang Mulia. Saya akan segera mengembalikannya jika sudah selesai membacanya. Sekali lagi terimakasih, Yang Mulia."
"Ini bukan sesuatu yang besar dibandingkan dengan pertolonganmu. Kamu bisa mengatakan apapun kesulitanmu padaku. Aku akan dengan senang hati membantu."
Sikap dan kecerdasan Fang Yin benar-benar telah menghipnotis Kaisar Xi dan membalikkan hatinya. Kini dia tidak akan keberatan jika salah satu putranya menginginkannya.
'Sepertinya aku sudah harus membuka hati dan pikiranku untuk menilai seseorang dari berbagai sudut pandang. Meskipun tidak berdarah bangsawan, tidak menutup kemungkinan dia memiliki kelebihan dan bakat yang luar biasa.'
Kaisar Xi melihat ke arah Fang Yin dalam waktu yang cukup lama. Tanpa mereka sadari, Hao Xiang yang memiliki kepentingan bersama sang ayah merasa heran dengan perubahan sikap ayahnya.
'Apakah ayah menyukai nona Xiao?' Hao Xiang merasa salah paham. Hatinya seketika patah menjadi dua. Mustahil dia bisa bersaing dengan ayahnya.
****
Bersambung ....
__ADS_1
Kak numpang promo novel karya temanku, ya, terimakasih.