Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 223


__ADS_3

Kedua energi yang saling bertemu itu saling dorong untuk memberikan tekanan satu sama lain. Energi yang dikeluarkan oleh Fang Yin berhasil mendorong energi biru petir binatang roh singa.


Nasib binatang roh singa itu sedikit beruntung karena energinya yang tersimpan di dalam tubuh Fang Yin habis terkuras sesaat sebelum menyentuh tubuhnya. Namun dia tidak bisa bersantai karena roh naga hitam telah bersiap dengan serangan berikutnya.


Kedua tangan Fang Yin terlapisi oleh energi yang membentuk cakar naga. Begitu juga dengan tulang belakangnya memanjang menyerupai ekor naga.


Binatang roh singa bersiap untuk melakukan serangannya. Namun saat baru memulai untuk mengeluarkan energi, roh naga hitam datang dengan cepat dan mengibaskan ekornya.


Tubuh binatang roh singa terlempar ke ketinggalan. Tanpa menunggu tubuh itu turun, roh naga hitam menyusulnya dengan berteleportasi dan kembali menghajarnya.


Singa itu meraung sangat keras ketika tubuhnya beberapa kali terpelanting di udara dan dijadikan mainan oleh roh naga hitam.


Cakaran dan sabetan ekor energi menyerang binatang roh singa tanpa jeda. Dia tidak memberi kesempatan sedikitpun untuk membalas semua serangannya.


Tubuh binatang roh singa menyala terang. Sepertinya dia masih menyimpan kekuatan yang besar untuk menyerang.


'Gawat! Aku harus menghentikannya sebelum dia menjadi lebih kuat. Binatang roh ini rupanya susah juga untuk ditaklukkan! Aku harus mendapatkan kristal rohnya.' roh naga hitam tersenyum licik.


Dia mengakses keduanya tangan Fang Yin dan mengeluarkan Jurus Napas Naga untuk yang kedua kalinya. Setelah jurus itu benar-benar siap, dia melesat dengan berteleportasi dan berdiri dengan tubuh terbalik.


Tangan kanannya menyentuh kepala binatang roh singa dan menyerap kultivasinya. Roh naga hitam tidak memedulikan raungan binatang itu dan terus menyerap juga menyusupkan daya rusak ke dalam dantiannya.

__ADS_1


Aura di tubuh binatang roh singa meredup seiring dengan perubahan fisiknya. Kini wujudnya berubah menjadi seekor singa biasa tanpa basis kultivasi.


Tidak berhenti sampai di situ saja, roh naga hitam menusuk jantung binatang itu dengan pedang energi yang dilapisi oleh api hitam. Kristal roh muncul di atas tubuhnya yang mati terbakar.


Roh naga hitam tersenyum puas setelah kristal roh itu berpindah ke tangannya. Awan hitam yang menutupi tempat itu berangsur menghilang.


"Jangan bilang kamu akan menelan kristal roh itu lagi! Lambungku hampir hancur karenamu!" sungut Fang Yin berbicara sangat keras pada dirinya sendiri.


Roh naga hitam hanya tersenyum dan menggerakkan tangan Fang Yin ke depan wajahnya. Saat dia membuat mulutnya terbuka, Fang Yin mengambil alih tangan kirinya untuk menutup mulutnya.


"Singkirkan tanganmu, Gadis Bodoh!" teriak roh naga yang sudah tidak sabar lagi untuk menelan kristal roh singa di tangannya.


Kepala Fang Yin menggeleng. Tubuhnya terlihat sangat aneh karena melakukan gerakan yang saling bertolak belakang. Kedua jiwa yang sama-sama kuat itu menguasai tubuh yang sama dan membuat keadaan menjadi tak terkendali.


"Kristal roh singa berbeda dengan kristal roh lain. Sifatnya dingin. Kamu tidak perlu khawatir."


Mendengar ucapan roh naga, Fang Yin mulai mengurangi ketegangannya. Kendali akan tangan kirinya mulai melemah.


Dengan gerakan cepat, roh naga memasukkan kristal itu ke dalam mulutnya sebelum Fang Yin menyadari jika dia telah menipunya.


Kerongkongan Fang Yin terasa terbakar saat kristal roh itu melewatinya. Dia merasakan pergerakan benda berenergi itu melewati pencernaannya.

__ADS_1


Saat kristal roh menyentuh lambung, roh naga hitam menekannya hingga pecah dan membuat esensi energi dari kristal roh menyebar ke seluruh tubuhnya. Darahnya terasa mendidih dan ulu hatinya terasa sangat nyeri. Ini pertama kalinya Fang Yin merasakan siksaan secara sadar ketika roh naga hitam menelan kristal energi.


Di dalam hatinya Fang Yin terus mengumpat dan merutuki kebodohannya. Namun sepertinya roh naga sudah tahu jika dirinya akan mendapatkan kemarahan. Setelah berhasil menyerap kristal roh, dia langsung meninggalkan tubuh Fang Yin dan bersembunyi pada simbol Dewi Naga.


Fang Yin mencoba mengatur napasnya ketika tubuhnya terasa seperti terpanggang hidup-hidup. Aliran darahnya pun masih menyebabkan denyutan panas di jantungnya. Kali ini lambungnya memang tidak terasa nyeri, tetapi tetap saja dia merasa ditipu oleh roh naga hitam.


Keringat yang mengalir di sekujur tubuhnya menetes membasahi hanfu hitam yang dikenakannya. Hampir saja Fang Yin melupakan jika dia memiliki elemen energi dingin sebagai keturunan suku es.


Kedua tangan Fang Yin melakukan sebuah gerakan dan muncullah hawa dingin yang menyelimuti tubuhnya. Suhu tubuhnya kembali normal dan kedua elemen Qi di tubuhnya menjadi seimbang.


Fang Yin melihat ke bawah di mana rumput-rumput yang semula mengering karena terpanggang api kini kembali menghijau. Rupanya Qi Awan Salju di tubuhnya mengalami peningkatan seiring peningkatan tingkat kultivasinya.


Qi Awan Salju yang dikeluarkannya memiliki daya hidup yang mampu membangkitkan kehidupan tumbuhan yang hampir mati. Fang Yin melihat ke arah pepohonan yang kehilangan daun dan rantingnya akibat pusaran angin berapi binatang roh singa.


"Semoga belum terlambat. Walaupun tidak semuanya, pasti sebagian diantara tumbuhan-tumbuhan itu masih hidup."


Fang Yin mulai berkonsentrasi untuk mengeluarkan Qi Awan Salju dan menyebarkannya ke arah rerumputan dan pepohonan kering di hadapannya. Tumbuhan yang masih memiliki inti kehidupan kembali bersemi dan menghijau.


Di kejauhan, para pedagang yang semula bersembunyi datang menghampiri Fang Yin untuk memberi hormat dan mengucapkan terimakasih. Terbesit rasa takut di hati mereka saat melihat bagaimana Fang Yin membunuh binatang roh singa dengan sangat kejam.


Mereka memilih untuk segera pergi dan mengumpulkan barang-barang mereka yang tersisa setelah tersapu oleh pusaran angin berapi.

__ADS_1


****


Bersambung ....


__ADS_2