Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 234


__ADS_3

Malam itu Fang Yin tidak bisa tidur. Setelah membersihkan dirinya dia tetap terjaga menghabiskan malam yang singkat untuk berkultivasi.


Meskipun berada di pusat kota, tetapi Fang Yin merasakan esensi energi yang cukup kuat di sana. Pundi-pundi energi terus berdatangan dan menerobos masuk ke dalam tubuhnya.


Cahaya di tubuhnya membuat seluruh ruangan itu menjadi terang dan sebagian menerobos keluar.


Pelayan yang berjaga di luar kamar Fang Yin merasa heran dan saling bergantian mengintip ke dalam. Mereka terkejut melihat apa yang terjadi pada tamu istimewa kaisarnya tersebut. Salah satu dari mereka berlari menuju ke kamar kaisar untuk melaporkan.


Di negara itu seorang wanita tidak diijinkan untuk melatih kekuatan yang besar. Merasa ini adalah sesuatu yang membahayakan, pelayan itu segera pergi melapor. Mereka takut Fang Yin akan menjadi ancaman bagi negaranya.


Kaisar Jing juga tidak tidur malam itu. Mendengar suara berisik di luar, dia mengakhiri kultivasinya dan pergi untuk melihat apa yang terjadi.


Penjaga dan pelayan yang bercakap-cakap di depan pintu seketika terdiam. Mereka menunduk saat Kaisar Jing menatapnya secara bergantian.


"Apa yang kalian perdebatkan di pagi buta seperti ini?" Kaisar Jing merasa kesal pada para pelayannya.


Pelayan yang baru datang dari kamar Fang Yin maju beberapa langkah untuk menjelaskan tentang kejadian yang baru saja dia lihat. Kaisar Jing mendengarnya dengan seksama. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh tamunya itu masih wajar.

__ADS_1


Setelah menyampaikan semuanya pada Kaisar Jing, pelayan itu kembali untuk bergabung dengan yang lainnya.


Pelayan itu sangat terkejut ketika dirinya sampai di depan kamar Fang Yin. Keempat rekannya telah terkapar tak bernyawa dengan tubuh yang membujur kaku.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Penjagaan di istana kekaisaran sangat ketat, tidak mungkin jika ada penyusup yang masuk dan membuat kekacauan." Pelayan itu terus berpikir.


Dengan perasaan takut dia mendekati teman-temannya yang telah mati. Baru saja dia akan menyentuh tubuh temannya, dia merasakan sesuatu menusuk lehernya. Darahnya tiba-tiba terasa membeku dan tubuhnya sulit untuk digerakkan.


Tidak lama berselang, pelayan itu pun pergi menyusul teman-temannya meregang nyawa.


Meskipun mereka tidak mengenali dirinya, tetapi ingatan mereka bisa saja membuat identitas Fang Yin terbongkar.


Langkah kaki kembali terdengar mendekat ke arah Fang Yin berada. Kali ini dia merasakan aura energi yang dia kenal.


"Nona! Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Kaisar Jing sambil berjalan tergopoh-gopoh dia mengira jika ada penyusup yang masuk ke sana.


Fang Yin menatap lekat ke arah Kaisar Jing.

__ADS_1


"Aku yang telah membunuh mereka! Hukum saja aku jika kamu tidak terima dengan apa yang sudah aku lakukan."


Fang Yin terlihat sangat tenang saat mengatakan sebuah kesalahan besar yang telah dia lakukan.


Kaisar Jing terkejut mendengar ucapan Fang Yin. Namun dia tidak ingin membuat masalah lagi dengan Fang Yin.


"Ah, tidak masalah. Aku hanya berpikir jika mereka mati karena dibunuh oleh penyusup."


Kaisar Jing tersenyum getir melihat mayat-mayat pelayan yang telah melayaninya beberapa tahun ini.


"Aku tidak bermaksud untuk menjadi kejam, keadaanlah yang memaksaku. Siapapun yang mencuri lihat wajahku tanpa ijin dariku maka mereka harus mati!" tegas Fang Yin.


Kaisar Jing baru mengerti alasan Fang Yin membunuh seluruh pelayan yang ada di sana.


****


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2