
Fang Yin melemparkan ke belakang, penyusup yang terkena racun. Mata kejamnya mengincar penyusup pemegang pisau beracun itu.
Setelah melukai temannya sendiri, penyusup pemegang pisau sedikit kehilangan konsentrasinya. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Fang Yin, dengan gerakan cepat dia mengayunkan pedang energinya.
Wush! Krashh!
Pedang itu menebas bahu sebelah kiri si penyusup. Serangan Fang Yin meleset, tetapi cukup membuat pria itu merasa tersiksa karena harus kehilangan tangan kirinya.
Tidak ada kesempatan bagi Fang Yin untuk merasa senang karena penyusup yang berpakaian prajurit menyerangnya tiba-tiba dengan serangan mematikan.
Dia menggunakan Jurus Pengunci Bayangan. Beruntung Fang Yin mengetahuinya sebelum jurus itu mengenai dirinya.
"Pantas kamu sombong, rupanya kamu memiliki jurus ini. Tapi sayang aku telah menyadarinya." Fang Yin mengatakan itu lalu menusuk penyusup yang terluka sebelumnya dengan sekali tusuk.
Jerit kematian menggema di sekitar villa perdana menteri hingga mengundang rasa penasaran para prajurit yang ada di sekitarnya.
Meskipun demikian, tidak ada yang berani memasuki wilayah itu tanpa seijin perdana menteri.
Para prajurit dan pengawal khusus berdatangan untuk melihat pertarungan Fang Yin dari jarak jauh tanpa berani untuk mendekatinya.
Penyusup yang tersisa terus berusaha untuk menyerang Fang Yin dengan jurusnya, tetapi Fang Yin yang telah menguasai Kitab Sembilan Naga Bintang empat, mampu bergerak dengan sangat lincah.
Untuk mengatasi serangan penyusup yang menggunakan jurus yang merupakan jenis serangan bawah, Fang Yin menggunakan jurus yang berpusat pada serangan udara.
Dia memilih untuk menggunakan Jurus Phoenix Api Menari sehingga penyusup itu tidak akan mampu menemukan bayangannya.
Prajurit yang berada di tempat itu terbelalak ketika melihat Fang Yin menggunakan jurus itu.
Fang Yin melupakan jika Jurus Phoenix Api menari adalah jurus andalan dari Klan Gu.
Nyawanya dalam bahaya jika sampai Kaisar Ning dan para pengikutnya melihat hal ini.
Dengan sekali serangan saja Fang Yin mampu melumpuhkan penyusup itu.
'Astaga aku lupa jika jurus ini adalah jurus warisan dari Klan Gu.' Fang Yin segera menyadari kesalahannya.
Segera saja dia mengakhiri jurusnya sebelum semakin banyak lagi yang melihatnya.
Tidak ingin semua yang dia lakukan ini bocor, Fang Yin bergerak cepat untuk mendekati prajurit itu dan menodongkan pedang energinya.
__ADS_1
"Kalian memilih untuk hidup atau mati!" ancam Fang Yin dengan tatapannya yang terlihat sangat kejam.
"Tolong lepaskan kami! Kami janji tidak akan membocorkan rahasiamu pada siapapun," ucap salah satu dari mereka dengan wajah yang ketakutan.
"Ulurkan tangan kalian satu-satu!" perintah Fang Yin.
Mereka pun melakukan apa yang diminta oleh Fang Yin tanpa berani membantahnya.
Di dalam Kitab Sembilan Naga bintang empat tercantum cara membuat segel mantra yang memungkinkan pembuatnya mengikat jiwa orang yang menerima segel itu berada di dalam kekuasaannya.
Telapak tangan Fang Yin mengeluarkan sebuah segel mantra yang terbuat dari api hitam.
Satu persatu tangan para prajurit itu diberi tanda oleh Fang Yin. Secara tidak langsung jiwa mereka telah terhubung dan dikuasai oleh kekuatan Fang Yin. Mereka yang tersegel selamanya akan menjadi budak Fang Yin yang setiap saat bisa dia kendalikan.
Ini pertama kalinya Fang Yin menggunakan segel mantra pengikat jiwa dan berharap semakin lama dia akan mendapatkan banyak pengikut dengan mantra ini.
Setelah selesai menandai mereka, Fang Yin memberikan perintah pertama pada mereka untuk membereskan kekacauan akibat pertarungan dan menyingkirkan mayat ketiga penyusup tersebut.
Fang Yin melipat tangannya di dadanya melihat kerja mereka. Dengan gerakan yang nyaris tidak terlihat oleh mata, jemari Fang Yin melakukan penghapusan ingatan mereka tentang jurus Phoenix Api Menari.
'Setelah aku memegang kendali atas jiwa mereka ternyata ini menjadi mudah.' Senyum kemenangan tersungging di balik cadar Fang Yin.
Di kejauhan terlihat Ling Ling sedang berlari-lari kecil menghampirinya.
Fang Yin melipat tangannya memberi hormat. Baru saja dia ingin mengajukan pertanyaannya, Ling Ling sudah menarik lengannya dan membawanya pergi ke villa-nya.
Tidak ada yang bisa dia lakukan selain pasrah menerima perlakuan Ling Ling.
Sesampainya di villa Ling Ling, sudah banyak sekali orang yang berkerumun di sana.
Istri perdana menteri dan para selirnya berkumpul mengelilinginya.
Rupanya, racun di tubuh perdana menteri belum bisa disembuhkan hanya dengan pil penawar yang diberikan oleh Fang Yin. Pil itu berkerja dengan baik tetapi dia hanya mampu menghambat penyebaran racun saja tanpa menhilangkannya.
Suara isak tangis para wanita memenuhi ruangan itu membuat Fang Yin menutup telinganya karena bising yang ditimbulkannya.
"Tuan Putri, bisakah kamu meminta mereka untuk keluar sebentar. Aku akan mengobati, Perdana Menteri," bisik Fang Yin pada Ling Ling.
Ling Ling mengangguk lalu melakukan apa yang diminta olehnya. Setelah mereka semuanya keluar, Fang Yin menutup pintu kamarnya dan menguncinya dari dalam.
__ADS_1
"Tolong ambilkan lentera itu!" Fang Yin duduk di samping perdana menteri yang masih tersadar tetapi tidak bisa bergerak.
Sambil menunggu Ling Ling mengambil lentera itu, Fang Yin mempersiapkan jarum akupuntur yang ingin dia gunakan untuk mengobati perdana menteri.
Ling Ling memberikan lentera pada Fang Yin.
"Tolong kamu buka pakaian bagian atas perdana menteri!" lanjut Fang Yin.
Tanpa membantah, Ling Ling pun segera melakukan apa yang diperintahkan oleh Fang Yin.
Perdana menteri tergores senjata beracun pada lengan kanannya. Luka itu masih terbuka dan Fang Yin sengaja membiarkannya terbuka untuk sementara waktu.
Nantinya, luka itu akan berguna untuk mengeluarkan racun yang dia dorong dengan Qi pengobatan.
Satu persatu Fang Yin memanaskan jarum akupunturnya dengan lentera agar steril. Di rasa cukup aman digunakan, Fang Yin langsung menusukkan jarum itu satu persatu di tubuh perdana menteri.
Ling Ling menutup wajahnya karena merasa ketakutan saat melihat tubuh ayahnya yang dipenuhi dengan jarum.
Semua titik-titik penting sudah diberi jarum, kini Fang Yin mulai berkonsentrasi untuk mengalirkan Qi di sana.
Qi itu masuk ke dalam tubuh perdana menteri melalui jarum akupuntur lalu mendorong racun yang terperangkap di dalam tubuh perdana menteri keluar dari seluruh pembuluh darahnya.
Cairan berwarna kehitaman mulai keluar dari luka yang menggores di lengan perdana menteri.
"Uhukk! Uhukk!" Perdana menteri terbatuk-batuk saat merasakan hawa dingin dari Qi yang dialirkan oleh Fang Yin.
Ujung jari tangannya mulai bergerak yang menandakan jika racun itu sudah mulai menghilang.
Wajah perdana menteri itu pun sudah kembali terlihat cerah. Seluruh permukaan kulitnya yang semula berwarna merah kehitaman, kini sudah mulai terlihat normal.
Fang Yin mengelap cairan racun dari lengan perdana menteri sesaat setelah dia menghentikan aliran Qi-nya.
Semua jarum di tubuh perdana menteri sudah dicabut dan disimpan oleh Fang Yin.
"Yang Mulia sudah baik-baik saja sekarang. Aku akan pergi sekarang." Fang Yin berbalik untuk meninggalkan ruangan itu. Namun perdana menteri memegang tangannya hingga membuatnya menghentikan langkahnya.
"Jadilah menantuku!" ucap perdana menteri dengan suaranya yang masih lemah.
Fang Yin membulatkan matanya sambil meringis lalu berkata di dalam hati, 'Mati aku! Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku harus menemukan alasan yang tepat untuk menolaknya.'
__ADS_1
****
Bersambung ...