Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 39. Kekejaman Fang Yin


__ADS_3

Para pembunuh bayaran itu terlihat panik melihat aura membunuh yang begitu kejam di mata Fang Yin. Tatapannya begitu dingin mengalahkan dinginnya udara yang terpapar oleh jurus yang dikeluarkan oleh Fang Yin.


'Sepertinya Tetua Song tidak mengatakan hal yang sejujurnya. Dia tidak menceritakan jika gadis yang harus kami bunuh memiliki jurus langka dari suku es. Dia hanya mengatakan jika gadis ini adalah seorang jenius yang berada di ranah bumi.' Salah seorang pembunuh bayaran itu merasa tertipu.


Sudah kepalang tanggung, mereka tidak bisa untuk mundur lagi. Api permusuhan telah mereka nyalakan dan sangat tidak mudah untuk memadamkannya. Tidak ada hal lain yang bisa mereka kerjakan selain terus bertarung hidup dan mati bersama Fang Yin.


Fang Yin bisa menangkap rasa takut di wajah para pembunuh bayaran itu.


"Sudah terlambat bagi kalian untuk mundur. Aku akan menjadikan kalian sebagai peringatan bagi siapapun yang akan menerima upah atas nyawaku, maka mereka harus menerima nasib seperti kalian!" seru Fang Yin sambil menahan lemparan energi dari penyerang.


Fang Yin menahan serangan lawan dengan Jurus Perisai Es. Di saat yang bersamaan, Fang Yin menyiapkan Jurus Badai Es dengan tangannya yang lain. Pengaturan Qi yang begitu rumit, tetapi hal itu tidak membuat Fang Yin merasa kesulitan. Dia tetap melakukannya dengan fokus dan terlihat santai.


Serangan api dari empat pembunuh bayaran itu menguap begitu saja saat dihadapkan dengan kristal-kristal es milik Fang Yin.

__ADS_1


Tidak satupun serangan yang dilakukan oleh para pembunuh bayaran itu mengenai Fang Yin. Hal ini membuat mereka melangkah mundur dan mencari kesempatan untuk melarikan diri.


Tapi sepertinya rencana mereka itu tidak akan mudah. Fang Yin terus mengejarnya dan menahan serangan yang mereka lakukan. Belum juga Fang Yin memberi mereka serangan balasan tetapi mereka sudah terlihat sangat ketakutan.


Tidak ada rasa belas kasihan lagi. Fang Yin ingin segera mengakhiri pertarungan ini dan berharap tidak akan ada lagi yang berani membunuhnya.


Fang Yin menghentikan langkahnya dan memasang perisai es untuk melindunginya dari serangan lawan. Setelah di rasa keadaannya aman, Fang Yin bersiap untuk mengeluarkan Jurus Badai Es.


Kedua tangannya terlentang dengan mahkota es yang telah muncul di kepalanya. Tubuh Fang Yin terangkat ke udara dikelilingi oleh kristal es di bawah kakinya. Kristal itu diselimuti oleh energi listrik yang berkilat menakutkan.


Para pembunuh bayaran itu tersenyum senang karena merasa kemampuan jurus Fang Yin belum seberapa. Terbukti mereka bisa dengan mudah menghalau jurus mematikan itu. Mereka tidak tahu jika Fang Yin belum mengeluarkan seluruh kemampuannya.


'Jurus Badai Es dengan tingkat energi paling rendah tidak mampu mengatasi mereka. Aku harus menaikkannya ke dalam tingkat dasar. Sungguh merepotkan sekali mereka! Aku takut desa ini akan menjadi berantakan karena ulahku!' Fang Yin meningkatkan energi untuk menyerang lalu kembali melemparkan kristal es pada keempat penyamun itu.

__ADS_1


Mereka terkejut dengan serangan Fang Yin yang melesat begitu cepat. Keempat orang itu melompat mundur. Namun sayang, tubuh mereka tertahan oleh kristal es yang mengikat kakinya.


Fang Yin mendorong tangannya ke depan lalu melakukan gerakan dengan jarinya. Kristal es yang awalnya hanya mengikat kaki bagian bawah pembunuh itu, kini mulai naik ke atas hingga mencapai paha. Melihat serangannya berhasil, Fang Yin berjalan di atas kristal es yang runcing mendekati mereka.


Wajah keempat pembunuh itu memucat. Selain karena udara dingin yang menyelimuti tubuh mereka, keempatnya merasa lemah dan tidak dapat mengeluarkan Qi mereka lagi meskipun tangannya tidak terikat oleh es.


"Aku akan membuktikan kata-kataku!" Fang Yin melihat ke sekeliling di mana ada banya orang yang melihatnya bertarung meskipun mereka berada pada jarak yang aman.


"Kalian semua saksikanlah kekejaman seorang Xiao Yin! Bagi siapa saja yang menerima tawaran Tetua Song dari Akademi Tujuh Bintang ataupun yang lainnya untuk membunuhku, maka aku tidak akan segan untuk mencincang tubuh mereka dengan kejam!" seru Fang Yin.


Setelah mengatakan itu, jemari Fang Yin berubah menjadi bilah-bilah es yang sangat tajam. Dengan gerakan cepat yang sulit ditangkap oleh mata, Fang Yin mencabik-cabik salah satu pembunuh itu. Suara teriakan kesakitan darinya begitu menyayat hati.


****

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2