Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 230


__ADS_3

Malam sudah sangat larut sehingga tidak ada lagi penduduk kota yang lalu lalang di sekitar tempat itu.


Pria misterius itu membuka penutup kepalanya sehingga tampaklah wajahnya yang aneh. Dia memiliki sisik di wajahnya dan lidah yang bercabang seperti ular.


Fang Yin tidak terkejut ataupun takut karena dia sendiri juga memiliki sifat binatang roh. Perbedaannya, Fang Yin memiliki roh pendamping naga dan pria itu memiliki roh pendamping ular.


'Naga jelek! Bisakah kamu menyatu dengan tubuhku? Ingat sesama teman harus saling membantu!' Fang Yin memanggil roh naga di tubuhnya.


'Kamu menggangguku saja! Tapi baiklah, kelihatannya ular itu cukup menarik.' Roh naga hitam setuju untuk masuk ke dalam tubuh Fang Yin meskipun saat ini dia tidak bisa menguasai dan mengendalikannya sesuka hati.


Sisik-sisik mulai bermunculan di permukaan kulit Fang Yin dengan bayangan ekor yang membuat tubuhnya mulai terangkat ke udara.


Tidak ingin ketinggalan pria itu pun melompat ke udara mengikuti Fang Yin. Mereka saling mengeluarkan aura membunuh dari tubuh mereka.


Udara malam yang tenang kini mulai bergerak akibat pengaruh gelombang energi yang mereka keluarkan. Cahaya energi dari tubuh mereka pun memancing perhatian orang dan membuat mereka berdatangan ke tempat itu.


"Apa yang kamu tunggu?! Aku ingin bertarung denganmu dan mengambil kristal roh milikmu!" seru pria misterius itu.


Fang Yin tertawa lantang lalu berkata, "Kamu terlalu meremehkan diriku. Kuharap kamu tidak dipermalukan oleh rasa percaya dirimu itu!"


Pria itu sangat marah dan segera menyerang Fang Yin dengan melepaskan energi ke arahnya.


Fang Yin tidak bergeming sedikitpun dari tempatnya dan terlihat tenang. Tangannya mendorong maju ke depan dan munculah sebuah portal kecil mirip seperti lubang hisap yang merupakan perwujudan dari Jurus Napas Naga.


Setiap energi yang datang menyerang terserap masuk ke dalam telapak tangan Fang Yin. Namun pria itu tidak menyerah dan terus menyerangnya dari segala arah.


Energi spiritual yang tidak tertangkap oleh jurus Fang Yin menimbulkan suara ledakan yang sangat keras. Ledakan itu menghasilkan lubang yang cukup dalam di tanah dan menggetarkan benda-benda di sekelilingnya.


Penduduk kota yang berkeliling di sekitar tempat itu mundur untuk mengambil jarak. Pertarungan Fang Yin dan pria misterius itu mulai terlihat semakin sengit. Keduanya saling serang dengan energi spiritual yang mereka lepaskan.


Ledakan demi ledakan terus terdengar seiring dengan hantaman kedua energi yang bertabrakan. Kerusakan di tempat itu semakin parah sehingga membuat penjaga keamanan kota mulai turun tangan.

__ADS_1


"Hentikan!" pekiknya membuat Fang Yin dan pria misterius menoleh ke arah sumber suara.


Seorang kultivator berbadan kekar berdiri gagah dengan aura energi yang menyelimuti tubuhnya. Di belakangnya berdiri beberapa orang kultivator lain yang merupakan bawahannya.


Meskipun Fang Yin bisa mengalahkan mereka tetapi berurusan dengan penjaga keamanan akan membuatnya kesulitan setelah ini. Mereka pasti memiliki organisasi yang akan mengejar dan menangkapnya sementara dia masih harus mencari Kitab Sembilan Naga bintang tujuh yang juga ada di Benua Utara.


Fang Yin memilih turun lalu datang ke hadapan penjaga kota memberi hormat. Sementara pria misterius yang sombong tidak segera turun dan tetap menyerangnya dari arah belakang.


Melihat sikap baik Fang Yin, penjaga kota menangkis serangan pria misterius itu untuknya.


Fang Yin tersenyum miring di balik cadarnya. Sebenarnya dia tahu jika pria misterius itu menyerangnya, dia sengaja membiarkannya dan menampakkan jika bukan dirinya yang mencari gara-gara.


Tangannya bersih dan energinya tidak terbuang sia-sia ketika para penjaga kota mengepung pria misterius itu dan menangkapnya.


'Untung saja para penjaga kota tidak melihat sisiku. Mereka juga tidak merasakan aura energi ditubuhku sehingga berpikir jika aku wanita lemah.'


Roh naga hitam yang paham akan keadaan, telah bersembunyi sesaat sebelum Fang Yin turun untuk menghadap ketua penjaga kota.


"Terimakasih, Tuan Penjaga Kota. Tanpa bantuan dari Anda, mungkin saya akan mati di tangannya." Kedua tangan Fang Yin kembali menyatu di depannya sebagai penghormatan.


Pemimpin penjaga kota itu tidak serta langsung percaya dengan ucapan Fang Yin mengingat dia adalah seorang wanita. Di negeri itu perempuan dianggap memiliki status yang lebih rendah dari pria.


"Kalian akan menyesal karena telah menyelamatkannya. Harusnya kalian membantuku untuk melenyapkannya!" Pria misterius itu berusaha untuk memprovokasi para penjaga kota.


Berbicara hanya akan membuat keadaan Fang Yin semakin sulit. Sadar akan hal itu, dia memilih diam.


Pemimpin penjaga kota terlihat berpikir dan memperhatikan kedua pembuat kekacauan itu bergantian.


'Sial pria jelek itu tidak ingin menyerah untuk menghancurkan ku. Apa yang bisa kulakukan?' Fang Yin mulai berpikir agar para penjaga kota itu melepaskannya.


"Aku akan membawa kalian berdua dan mengawasi kalian malam ini."

__ADS_1


Wajah Fang Yin seketika menjadi pias mengingat dia tidak bisa melakukan apapun selain menerima. Dia pasrah ketika para penjaga kota membawanya pergi bersama pria misterius itu ke penjara kota.


Di dalam perjalanan, pria misterius itu tersenyum menyeringai saat pandangan mereka bertemu. Fang Yin membalasnya dengan sikap dingin yang penuh dengan kebencian.


Seberapa keras Fang Yin berusaha untuk menahan dirinya, tetapi hatinya tetap berguruh emosi yang membuat darahnya seakan mendidih.


Kemarahannya membuat aura energi ditubuhnya mampu menembus artefak yang selama ini menyembunyikan aura energinya. Qi Awan Salju yang lebih dominan membuat bekas pijakan kakinya menjadi kristal es.


Dalam sejarah Benua Utara yang jarang diketahui oleh orang, Suku Es pernah membantu kaisar mereka melawan Iblis Api. Mereka tidak pernah mengusik keturunan suku es dan menjadikan mereka sebagai pahlawan.


Sebenarnya ini bukan sebuah kebetulan, Fang Yin telah lama menekan energi itu dan jarang menggunakannya. Tidak heran jika energi itu menekan energi lain dan menjadi lebih dominan.


"Tuan Li!" panggil penjaga kota yang mengawal di belakang Fang Yin setengah berteriak.


Pemimpin itu tidak menggubrisnya dan memberinya isyarat untuk diam.


Empat orang penjaga kota yang mengawal Fang Yin dan pria misterius itu terlihat semakin ketakutan. Hawa dingin yang mereka rasakan semakin parah seolah akan membuat hati mereka membeku.


Pria misterius itu mulai menjauh dari Fang Yin saat merasakan bunga es muncul di permukaan bajunya yang berdekatan dengannya. Tulangnya juga terasa sangat ngilu.


Pemimpin penjaga kota mengusap kedua lengannya dan mulai merasakan hawa dingin, tetapi dia tidak juga menoleh ke belakang. Dia tidak tahu jika bawahannya mengambil jarak yang cukup jauh di belakang untuk menghindari hawa dingin yang mendera mereka.


Fang Yin masih dikuasai amarah. Pandangannya penuh kebencian dan aura menakutkan seakan ingin menghancurkan apa saja yang menghalanginya.


****


Bersambung ....



Numpang promo novel baruku ya akak2 cantik n ganteng... Moga aja karya recehku bisa menghibur... Terimakasih... 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2