
Di dalam dunia ilusi, Fang Yin merasa dirinya sedang berada di istana kekaisaran Gu. Dia melihat ayahnya, keempat ibunya dan kedua kakaknya. Mereka tampak bergembira menikmati makan malam di sebuah ruang perjamuan.
Fang Yin melangkah memasuki ruangan itu ditemani oleh dua orang dayang yang selalu melayaninya.
"Oh, putriku sudah datang rupanya. Kemarilah, Sayang!" Kaisar Gu melambaikan tangannya meminta Fang Yin untuk mendekat kepadanya.
Fang Yin pun berjalan menghampiri ayahnya lalu duduk bersimpuh di sampingnya.
"Ayah!" panggil Fang Yin berkaca-kaca.
"Hei! Kenapa putri kesayangan ayah bersedih? Siapa yang menyakitimu?" Kaisar Gu memeluk Fang Yin dan mencoba menenangkannya.
"Aku merindukanmu, Ayah!" bisik Fang Yin lirih.
Semua anggota keluarganya menyapa Fang Yin satu persatu. Mereka mengambilkan makanan kesukaan Fang Yin dan meletakkannya di depannya. Selir kedua yang biasanya acuh pun terlihat perhatian padanya.
'Tidak ... tidak! Ini bukan kehidupanku. Ini adalah impianku yang tidak pernah terwujud karena mereka semua telah mati, begitu juga dengan diriku. Saat ini aku adalah Agata Moen. Kami sekeluarga telah dibantai habis dan aku tidak tahu selir Ning dan ibu masih hidup atau tidak.'
"Sayang, kenapa kamu melamun? Makanlah!" Kaisar Gu membimbing Fang Yin untuk menghadap ke meja makan dan mengambil makanannya.
__ADS_1
Fang Yin tidak bergeming. Dia terus menatap Kaisar Gu dengan pandangan yang sulit di mengerti. Fang Yin melihat ketidakberesan dalam perhatian sang ayah. Meskipun dahulu dia sangat menyayanginya tapi tidak pernah merendahkan wibawanya sebagai seorang kaisar untuk melayaninya mengambil makanan untuknya.
Diam-diam Fang Yin mengeluarkan Qi Awan Salju dan Qi Cahaya Emas dari kedua telapak tangannya dan membentuk sebuah teratai es.
Setelah terbentuk dengan sempurna, Fang Yin melepaskan teratai es itu dan menekannya ke dada Kaisar Gu.
"Aarrgh!" pekik Kaisar Gu saat tubuhnya terdorong mundur beberapa meter.
"Yin'er! Apa yang kamu lakukan?!" teriak semua orang yang ada di ruangan itu.
Boomm! Boom!
"Siapa kamu sebenarnya?!" pekik Fang Yin dengan teratai es yang lebih besar dari sebelumnya.
"Yin'er! Ini ayah! Apa yang kamu lakukan? Kamu ingin membunuh ayahmu sendiri?" pekik Kaisar Gu dalam ilusi Fang Yin.
"Ayahku memang sudah mati! Kamu siapa, berani-beraninya menyamar sebagai ayahku!" Fang Yin berada dalam jarak kurang dari satu depa dari Kaisar Gu.
Saat Fang Yin melemparkan teratai es miliknya, Kaisar Gu palsu itu melompat ke atas dan menghindari serangan Fang Yin.
__ADS_1
Tubuhnya berangsur-angsur berubah menjadi seekor naga emas. Naga yang sama dengan naga yang menemui Jian Heng. Sebenarnya naga itu berwujud fana dan bisa membagi dirinya menjadi beberapa ekor sebanyak kultivator yang hadir di Telaga Bias Pelangi.
"Gadis cerdik! Kamu sangat pemberani. Aura membunuhmu sangat mengerikan!" Naga itu mengeluarkan suara seperti layaknya manusia.
"Sudah aku duga. Aku tidak akan tertipu olehmu! Kamu menyamar menjadi orang yang salah!" Fang Yin tersenyum di balik cadarnya.
"Aku salut padamu! Kamu orang pertama yang berhasil mengecohku dengan ingatan palsu." Naga itu terlihat mengeluarkan energi berwarna putih menyerupai Qi Awan Salju milik Fang Yin.
"Apa kamu ingin menyerangku dengan Qi dasar yang aku miliki?" tanya Fang Yin menatap Naga itu curiga.
"Kamu terlalu waspada! Aku hanya ingin memberikan apa yang sudah aku janjikan pada siapa saja yang berhasil melalui dunia ilusi ini." Qi Naga Suci yang terkumpul di tangannya mulai mencapai jumlah maksimal.
"Baiklah! Aku telah siap menerimanya!" Fang Yin membuka seluruh titik meridiannya untuk meminimalisir tekanan besar dari Qi Naga Suci yang begitu menyakitkan.
Naga emas terkejut merasakan aura binatang roh naga yang menyelimuti tubuh Fang Yin. Kedua binatang roh itu memberi tatapan peringatan pada naga emas di luar kendali Fang Yin. Hanya naga emas saja yang bisa melihat tatapan mengintimidasi kedua roh naga itu.
****
Bersambung .....
__ADS_1