
Huamei ingin melakukan perintah Yao Lin Feng tetapi Fang Yin mencegahnya. Dia menarik tangannya sehingga Huamei tetap berdiri tegak di sampingnya.
"Sekali kamu bersujud padanya maka jiwamu akan tergadai. Kamu akan kehilangan kendali pada dirimu sendiri dan menjadi budaknya. Percayalah kita harus yakin untuk bisa melewati semua ini." Fang Yin tidak ingin menjadi budak Iblis Yao Dong atau iblis Seruling Maut.
Suara seruling terdengar semakin dekat dengan nada yang memilukan. Fang Yin merasakan hal yang aneh pada tubuhnya. Untuk menghindari pengaruh dari suara itu dia menyumbat telinganya dan menutup jalur pendengarannya.
Dia juga melakukan hal yang sama pada Huamei dan bayinya. Kini mereka bertiga menjadi tuli untuk sementara.
Sebagian anggota Sekte Seruling Maut menutup telinga mereka dan sebagian lain terlihat mengeluarkan Qi mereka untuk bertahan. Iblis Seruling Maut tidak berbelas kasihan dan terus meniup seruling di hadapan pengikutnya.
Sesosok tubuh berdiri melayang di udara sambil meniup seruling. Wajahnya bersinar kemerahan dalam gelapnya malam dengan baju yang berkibar. Dia menatap tajam ke arah Fang Yin dan Huamei yang berdiri saat menyambutnya.
Kelihatannya dia sangat marah tetapi dia tidak langsung menyerang mereka berdua.
Iblis Seruling Maut turun dan terbang rendah di hadapan Fang Yin dan Huamei. Dia memperhatikan bayi Huamei dengan tatapan penuh minat. Mata liarnya bergerak-gerak seperti menyadari sesuatu yang membuatnya ingin tahu.
"Zhihuan!" panggilnya.
"Saya, Yang Mulia." Yao Zhihuan datang ke hadapan Iblis Seruling Maut dan kembali berlutut.
"Siapa mereka? Apakah bayi itu yang membangkitkan gelombang langit perak?" Suara Iblis Seruling Maut terdengar menggelegar.
Yao Zhihuan tidak mengerti akan apa yang dikatakan oleh iblis itu. Gelombang Langit Perak hanya akan bangkit jika ada kelahiran bayi dengan energi tiga elemen. Bayi itu sangat diinginkan oleh Iblis Seruling Maut untuk meningkatkan kekuatannya.
"Dia adalah menantuku dan bayi itu adalah cucuku, putra dari Yao Lin Feng," jelas Yao Zhihuan ketakutan.
Hatinya merasa tercabik-cabik saat mendengar Iblis Seruling Maut menyebut tentang gelombang langit perak. Hatinya tidak akan sampai untuk mengorbankan keturunannya demi mengabdi pada iblis kejam pemakan jiwa itu. Dia lebih memilih untuk mencari tumbal pengganti demi menyelamatkan cucu yang baru dilihatnya itu.
Iblis Seruling Maut menatap ke arah Huamei dan bayinya dengan tatapan curiga. Lalu beralih menatap Fang Yin yang juga menatapnya.
"Kamu begitu sombong dengan tidak mau berlutut pada leluhurmu! Suamimu adalah putra ketua sekte dan orang tuanya adalah patriak Klan Yao yang paling dihormati di sini." Iblis Seruling Maut menghentikan ucapannya dan mendekati Huamei.
"Aku mencium darah murni dari tubuhmu juga anak ini." Iblis Seruling Maut menggores lengan Huamei dari jarak jauh dan menarik setetes darahnya.
Huamei mengaduh kesakitan dan merasakan perih dari luka gores itu. Bayinya tetap terlihat tenang dan tidak bersuara meskipun dia terjaga. Bayi yang belum mengerti apa-apa itu menghisap ibu jarinya dengan santai seolah mengabaikan bahaya yang mengintainya.
"Aku sudah memutuskan untuk berpisah dengan suamiku, jadi aku bukan bagian dari pengikutmu." Huamei menunjukkan keberaniannya di hadapan Iblis Seruling Maut. Dia sudah bisa mendengar suara Iblis Seruling Maut dengan jelas karena dia telah membuka pendengarannya sesaat setelah suara seruling terhenti.
"Bagus! Jadi aku tidak akan sungkan untuk meminum darahmu dan mengambil jiwa kalian. Hahaha!" Tawa Iblis Seruling Maut begitu mengerikan.
Fang Yin mulai bersikap waspada. Setelah melukai Huamei, dia terus memperhatikan gerak-gerik Iblis Seruling Maut. Sepertinya pertama yang dia incar adalah bayi Huamei.
'Jika tidak salah ingat gelombang langit perak akan muncul untuk membangkitkan zirah dewa kematian. Apakah zirah mata dewa sudah berada di tangan iblis kejam ini saat ini?' Fang Yin mencoba memutar kembali ingatannya.
Sebelumnya Yao Lin Feng menceritakan jika dia hampir mati setelah pergi menjalankan misi untuk mengambil zirah mata dewa. Meskipun tidak dikatakan dengan jelas apakah dia mendapatkan zirah itu atau tidak, Fang Yin yakin jika zirah itu kini sudah berada di tangan iblis itu.
Apa yang dipikirkan oleh Fang Yin menjadi nyata. Iblis itu bersiap untuk mengambil bayi Huamei dengan kekuatannya, tetapi Fang Yin bergerak lebih cepat darinya. Kini bayi Huamei telah berpindah ke tangannya.
Fang Yin menekan kening Huamei dengan membuka titik inti pikirannya untuk berkomunikasi. Saat ini dia tidak bisa berbicara secara lisan padanya meskipun Huamei bisa mendengarkan. Sampai saat ini Fang Yin belum membuka pendengarannya untuk menghindari suara seruling yang bisa saja tiba-tiba dimainkan oleh iblis itu.
"Tetap waspada Huamei. Tutup kembali pendengaranmu. Kamu harus memperjuangkan hidupmu dan hidup putramu. Aku akan membantumu dengan sekuat tenagaku. Saatnya iblis ini menerima takdir kematiannya," ucap Fang Yin penuh percaya diri. Dia berbicara pada Huamei melalui inti pikirannya.
Huamei mengangguk lalu menutup kembali jalur pendengarannya. Tidak ada gunanya mendengar ucapan orang-orang disekelilingnya. Hanya Fang Yin yang perlu dia dengar saat ini.
"Kurang ajar! Beraninya kamu ikut campur dalam urusanku. Sepertinya kamu sudah bosan hidup." Iblis Seruling Maut menatap Fang Yin dengan amarah lalu menyerangnya dengan lemparan energi.
Fang Yin telah siap. Saat serangan itu datang dia melompat dengan teleportasi. Sesaat kemudian tubuhnya menghilang.
Iblis Seruling Maut meluapkan kemarahannya pada Huamei saat Fang Yin menghilang. Beruntung segel pengunci energinya telah dibuka oleh Fang Yin sehingga dia bisa menggunakan kekuatan dengan maksimal.
Tubuh Huamei melompat ke udara untuk menghindari serangan Iblis Seruling Maut dan mengeluarkan energi yang sama untuk membalas serangannya.
Tubuh Iblis Seruling Maut tidak bergerak saat bertarung. Hanya dengan gerakan telapak tangan dan jarinya saja sudah mampu mengendalikan energinya untuk menyerang lawan-lawannya.
Kekuatan mereka yang tidak sebanding membuat Huamei kewalahan menghadapi serangan dari Iblis Seruling Maut. Napasnya terengah-engah karena terus menghindar dan menyerang dalam waktu yang bersamaan.
Sebuah serangan melesat dengan cepat ke arah Huamei dan membuatnya sulit untuk menghindarinya. Fang Yin menarik tubuhnya sedetik sebelum serangan itu menyentuh tubuhnya.
Sebuah ledakan keras terdengar ketika serangan itu jatuh pada tempat kosong. Rupanya Iblis Seruling Maut menggunakan kekuatan yang besar dalam serangannya dan berharap Huamei kalah dalam satu serangan.
"Di mana bayiku?" tanya Huamei saat melihat Fang Yin hanya datang seorang diri.
"Tenanglah! Aku telah menitipkannya di tempat yang aman. Mari kita fokus untuk menghadapi iblis ini." Fang Yin dan Huamei berdiri dengan saling memunggungi.
Huamei mengangguk. Dia tidak tahu kekuatan seperti apa yang dimiliki oleh Fang Yin, tetapi dia percaya jika dia ada di pihaknya.
Mata Iblis Seruling Maut berkilat penuh amarah saat dia tidak mendapati di mana bayi Huamei yang dia incar. Dia mengambil serulingnya dan meniupnya untuk menyerang Fang Yin.
Anggota Sekte Seruling Maut menyingkir dari tempat itu karena tidak kuat menahan suara seruling yang menyakitkan telinga. Mereka berjalan seperti seorang yang mabuk karena kehilangan kontrol keseimbangan tubuh. Ledakan demi ledakan bermunculan akibat besarnya energi yang muncul dari seruling itu
Fang Yin dan Huamei tidak terpengaruh karena telah menutup saluran pendengaran mereka. Meskipun begitu tidak ada waktu untuk bersantai. Seruling itu mengeluarkan energi kuat yang menghantam tubuh keduanya hingga terpental ke belakang.
__ADS_1
Huamei mengalami luka dalam tetapi Fang Yin tidak terpengaruh sama sekali. Dia mengeluarkan sebuah pil pemulih tenaga lalu memberikannya pada Huamei.
"Pulihkan energimu terlebih dahulu. Jangan memaksakan diri untuk menyerang saat mengambil jeda," ucap Fang Yin yang bergerak maju ke depan untuk membalas serangan Iblis Seruling Maut.
Tidak ada waktu untuk bermain-main lagi. Fang Yin tidak bisa berpura-pura lemah lebih lama lagi. Tekanan energi yang dikeluarkan oleh Iblis Seruling Maut semakin besar, dia bisa terlempar jika tidak mengeluarkan energinya.
Fang Yin berjalan maju di udara. Kedua tangannya direntangkan ke samping dengan aura dewi yang mulai muncul. Ranah surgawi tingkat atas merupakan peralihan yang memperlihatkan sifat-sifat lllahiah mulai muncul.
Tanah di sekeliling Sekte Seruling Maut terguncang oleh kekuatan Fang Yin dan membuat orang-orang yang tersisa di sana menjadi tercengang.
Huamei ternganga. Sosok sederhana yang dikenalnya ternyata seorang kultivator yang luar biasa. Hanya energi luarnya saja membuat dadanya terasa sesak.
Yao Zhihuan dan beberapa tetua sekte yang masih bertahan terus mengeluarkan Qi pelindung agar bisa menahan kekuatan Fang Yin dan melihat apa yang terjadi.
"Siapa kamu sebenarnya?" tanya Iblis Seruling Maut menghentikan tiupannya.
Dengan kekuatannya saat ini Fang Yin bisa mendengar apa yang dia katakan. Kepekaannya meningkat bahkan untuk suara yang lebih kecil atau sebuah gerakan yang tak terlihat.
Iblis Seruling Maut pun tidak ingin kalah darinya. Dia juga menunjukkan auranya. Saat ini dia juga berada di ranah surgawi tingkat atas. Keduanya berada dalam satu tingkat. Jika saja dia berhasil mendapatkan bayi itu maka dia bisa menerobos ranah dewa dengan kekuatan tak terbatas.
Dengan wujud dewanya, Iblis Seruling Maut berencana untuk memperluas pengaruhnya dan mengambil jiwa sebanyak-banyaknya untuk bisa hidup abadi. Seluruh umat manusia akan menjadi budaknya dan melakukan semua yang dia perintahkan.
Berbeda dengan iblis itu, semakin tinggi ranah kultivasi yang dimiliki oleh Fang Yin dia semakin bijaksana. Dia mampu menekan kesombongannya dan mengalahkan keburukan yang muncul dari sifat roh naga yang menyatu dengan tubuhnya.
Iblis Seruling Maut memiliki roh pendamping banteng bertanduk emas. Binatang roh itulah yang menekan sifat manusianya dan menjadikannya menjadi sangat kejam. Jiwanya yang lemah tertekan dalam sisi terburuknya dan diperbudak oleh roh banteng tanduk emas.
"Jangan berpura-pura bodoh, Iblis Dungu! Kamu pasti bisa mengenaliku dengan sangat baik. Aku bersumpah untuk membunuhmu dan membebaskan jiwa-jiwa yang kamu tahan dalam dimensimu."
Iblis Seruling Maut terperanjat.
"Bagaimana kamu bisa tahu?"
Wajah terkejut Iblis itu membuat Fang Yin merasa muak. Dia merasa terlalu banyak membuang waktunya. Tidak ada gunanya berbicara banyak hal pada musuh yang harus segera dia musnahkan.
Sudah cukup lama Yao Dong hidup dengan mengambil jiwa-jiwa manusia. Keabadian yang ditempuh dengan cara yang tidak benar. Ribuan nyawa-nyawa tidak berdosa dia korbankan, bahkan dia memperbudak keturunannya untuk membantunya.
Yao Dong yang kejam tidak pernah berhenti memakan jiwa. Dalam pengaruhnya, seluruh anggota Sekte Seruling Maut melakukan apa saja yang dia minta. Dalam keadaan terpaksa dia menghalalkan jiwa keturunannya untuk diambil juga. Tidak heran jika Yao Dong menginginkan bayi Huamei yang juga merupakan keturunannya.
Pengaruh binatang roh banteng tanduk emas memang sangat kuat. Seluruh pemikiran Yao Dong telah dia kuasai dan dikendalikannya. Sulit baginya untuk terlepas karena roh binatang itu telah meningkat menjadi iblis.
Fang Yin tidak akan menang jika hanya menggunakan kekuatan biasa untuk melawan Yao Dong. Dia juga tidak mungkin melawannya seorang diri tanpa bantuan Yang Hui. Tanpa campur tangan Yang Hui ibaratnya dia hanya memiliki setengah kemampuan yang sebenarnya.
Yang Hui terlihat sangat kesal dengan apa yang dilakukan oleh Fang Yin. Namun, dia juga tidak menyukai Banteng Tanduk Emas yang menghabisi banyak nyawa manusia.
'Aku akan membantumu, tetapi jangan pernah mencegahku untuk menelan inti energinya jika dia berhasil kita kalahkan!' Yang Hui memberi syarat.
'Jangannn ... nanti kamu akan menyerap sifat jahatnya juga!' Fang Yin berpikir jika menyerap inti energi sama dengan menyerap inti roh seperti yang terjadi pada dirinya dan Yang Hui.
'Astaga, Tuan Putri .... Kamu suka berbagi, bukan? Mengapa tidak kamu bagi juga kebodohanmu?' Yang Hui terlihat sangat kesal.
'Beda, ya? Ya, sudah, tidak masalah kalau cuma energinya saja. Sekarang lupakan itu. Kita harus berjuang, kita bisa kalah kalau terus bertengkar.' Fang Yin kembali berkonsentrasi dan menyatukan kekuatannya bersama Yang Hui.
Di tempat lain, Yao Dong juga sedang melakukan hal yang sama. Dia mengambil wujud penyatuan yang mendekati sempurna. Dia telah melakukannya lebih awal sebelum Fang Yin.
Penyatuan yang dilakukannya membutuhkan jeda, berbeda dengan Fang Yin yang tidak memerlukannya karena wujud Dewi Naga telah ada.
Yao Dong berpikir jika Fang Yin belum terhubung dengan binatang roh yang mendampinginya. Dia bergerak maju dengan sombongnya untuk menyerang Fang Yin.
Telapak tangan Fang Yin mendorong ke depan dan membuat Yao Dong terhenti. Tekanan energi Fang Yin begitu besar hingga membatasi gerakan lawan.
"Sial! Wanita ini memiliki tekanan energi yang sangat kuat. Pasti dia telah menguasai Kitab Sembilan Naga lebih dari empat bintang," ucap Yao Dong sambil mengatur strategi.
Memberikan serangan secara kasar hanya akan merugikan dirinya sendiri. Yao Dong berpikir untuk memberikan serangan ringan dan mencari titik kelemahan lawannya.
Keduanya mulai saling serang. Yao Dong meluncurkan serangan angin dan menciptakan pusaran yang besar. Angin itu membuat butiran debu terangkat ke atas dan membuat suasana menjadi gelap.
Villa-villa yang berdekatan dengan mereka menjadi rusak seperti diterjang oleh badai. Yao Zhihuan dan Yao Lin Feng membawa semua orang yang melihat pertarungan itu menjauh. Mereka melompat ke udara dan melihatnya dari tempat yang aman.
'Sepertinya iblis ini sedang mengukur kemampuanku. Aku tidak boleh gegabah. Dia tidak boleh menebak teknik dan jurus yang akan aku gunakan.' Fang Yin memanfaatkan suasana gelap akibat debu itu untuk mengeluarkan teknik ilusi mata.
Fang Yin membagi energinya menjadi beberapa bagian dengan jumlah yang sama. Orang akan melihat energi-energi itu sebagai dirinya dan tidak bisa menemukan tubuhnya yang asli dengan sepintas saja.
Teknik ilusi mata yang dikeluarkannya dipadukan dengan teknik teleportasi yang membuat energi dan tubuh yang asli muncul secara bergantian. Tubuh ilusi seolah menghilang ketika Fang Yin menggerakkannya dalam ruang kosong yang tak terlihat.
'Sial! Aku salah perhitungan. Teknik yang aku gunakan malah menjebak diriku sendiri.' Yao Dong tidak bisa membedakan mana tubuh Fang Yin yang asli. Jumlahnya pun terlihat tidak jelas karena tubuh itu muncul dan hilang di sekelilingnya.
Sayangnya, Fang Yin tidak bisa melakukan serangan pada Yao Dong dengan tubuh tiruannya. Dia belum menguasai teknik lanjutan untuk ini. Hanya tubuhnya yang asli saja yang bisa menyerang lawan.
Setiap kali Yao Dong menyerangnya, dia hanya menghindar dengan gerakan tubuh yang sama persis seperti yang dilakukan oleh tubuh utamanya. Butuh ketelitian bagi lawannya untuk menemukan dirinya yang asli.
'Permainan ini cukup mengasyikkan juga.' Fang Yin mengulum senyum melihat Yao Dong terlihat kebingungan dan meluncurkan serangan membabi buta ke arah bayangannya.
__ADS_1
Tidak berhenti sampai di situ saja, Fang Yin melakukan gerakan cepat memutari Yao Dong dan membuatnya sakit kepala.
"Aarggh!" Yao Dong berteriak ketika bayangan Fang Yin membuatnya kacau.
Akhirnya Yao Dong tidak bisa menahan dirinya lagi dan harus menunjukkan kemampuannya yang sebenarnya. Musuhnya lebih licik dari dirinya jadi tidak mungkin baginya akan berhasil menjebaknya.
Yao Dong bertransformasi menjadi wujud yang sangat mengerikan. Tubuhnya membesar dan kehilangan wajah tampannya. Meskipun tidak setampan Yao Zhihuan, tetapi pria berusia ribuan tahun itu cukup mengesankan. Namun, kini wajahnya berubah menjadi sangat menyeramkan.
Dari kepalanya muncul tanduk emas yang berkilauan. Wujudnya saat ini adalah perpaduan antara manusia dan banteng.
Huamei melihat pertarungan dari kejauhan. Tubuhnya terdorong dan terhempas ke belakang setiap kali energi Fang Yin dan Yao Dong saling berbenturan. Luka dalam yang dia alami sebelumnya tidak memungkinkannya untuk mengeluarkan Qi pertahanan.
Yao Lin Feng yang masih mencintainya berusaha menolong dan melindunginya. Awalnya Huamei berusaha untuk bertahan dengan kemampuannya sendiri dan menolak pertolongan Yao Lin Feng. Namun, semakin lama, energinya semakin melemah. Entah apa yang telah dilakukan oleh Yao Dong padanya, setelah dia menggores lengannya, energinya seperti terhisap olehnya.
Fang Yin tidak mengambil wujud utuh sebagai naga. Yang Hui muncul sebagai naga emas yang mengerikan sedangkan dia berdiri di atas punggungnya. Malam menjadi terang oleh kemilau cahaya energi dari Yang Hui.
"Apa?! Jadi kamu adalah Dewi Naga!" Yao Dong terperanjat saat melihat Fang Yin yang berdiri anggun di hadapannya.
"Bersiaplah untuk mati, iblis jahat! Sudah cukup kamu mengaku-ngaku sebagai dewa. Aku pastikan jika malam ini adalah saat terakhir kamu melihat dunia ini!" Fang Yin menyerang Yao Dong dengan energinya.
Mereka bertarung dalam ketinggian. Fang Yin sengaja melakukannya untuk menghindari banyaknya kerusakan. Yang Hui pun sekarang telah melembut karena pengaruh energi positif Fang Yin lebih kuat darinya. Energi jahatnya perlahan terkikis meskipun masih menyisakan rasa dendam dan kesombongan.
"Aku tidak takut padamu, wanita iblis! Aku juga menantikan kematianmu. Dengan begitu, setelah ini aku akan memiliki kekuanmu!" Yao Dong membalas serangan Fang Yin.
Pertarungan mereka terlihat seperti dua buah cahaya yang bergerak cepat di langit. Cahaya energi milik Fang Yin berwarna kuning keemasan sedangkan cahaya energi milik Yao Dong berwarna merah menyala.
Kedua cahaya itu berkejaran di langit dengan arah yang tidak beraturan. Sesekali pertemuan dari kedua serangan mereka menghasilkan ledakan dasyat yang terlihat seperti kembang api.
Orang-orang yang melihat pertarungan mereka dari bawah tidak tahu siapa yang menang dan kalah. Segalanya terlihat samar karena jarak yang cukup jauh dan gerakan mereka yang cepat.
Pagi hampir menjelang, tetapi pertarungan keduanya belum juga berakhir.
'Aku tidak boleh berdiam diri. Iblis itu harus dimusnahkan. Aku tidak peduli jika setelah ini aku akan mati, aku akan tetap membantumu, Xiao Yin. Kamu adalah teman yang baik, aku percaya jika putraku akan lebih aman berada di tanganmu,' gumam Huamei dalam hati saat melihat pertarungan seri antara Fang Yin dan Yao Dong.
Huamei melepaskan dirinya dari pelukan Yao Lin Feng dan mengatur posisi duduknya. Sikapnya yang tenang dan napasnya yang teratur menunjukkan jika dia sedang berkonsentrasi untuk mengeluarkan sebuah jurus yang melibatkan tenaga dalam.
"Huamei, jangan bodoh! Kamu sedang terluka parah. Ini sangat berbahaya," seru Yao Lin Feng merasa khawatir.
Dia berusaha untuk menggagalkan jurus Huamei dengan menggoyangkan tubuhnya, tetapi dia terpental sebelum berhasil menyentuh tubuhnya.
"Lin Feng! Menjauhlah!" seru Yao Zhihuan pada putranya.
Saat ini Huamei sedang mengeluarkan jurus terlarang Klan Luo, Jurus Pelepas Jiwa. Jurus ini membuat roh praktisinya terlepas dari jasmaninya dan menyerang roh lawannya.
Sesosok bayangan bercahaya keluar dari tubuh Huamei. Bayangan itu melompat ke langit ke tempat pertarungan antara Fang Yin dan Yao Dong berlangsung.
Yao Lin Feng berteriak histeris melihat ini. Namun, dia tidak bisa melakukan apa-apa.
Fang Yin yang sedang fokus bertarung terkejut dengan kedatangan sosok yang mirip dengan Huamei. Penampilannya terlihat beda meskipun wajahnya sangat mirip. Wanita yang menghampirinya itu memakai zirah perang dan pedang yang berkilauan.
Saat wanita itu mengangkat pedangnya ke langit, suara petir terdengar menggelegar. Wanta itu kemudian menyerang Yao Dong dengan jurus pedangnya.
Fang Yin tidak tinggal diam. Mereka menyerang Yao Dong secara bersama-sama. Tenaga Fang Yin dan Yao Dong sudah sama-sama melemah akibat pertarungan mereka dan dengan kedatangan Huamei, keadaan berpihak padanya.
Huamei mengayunkan pedangnya untuk menebas leher Yao Dong, sayangnya serangannya itu berhasil dihindari.
Fang Yin mendorong telapak tangannya ke punggung Yao Dong dengan aliran energinya yang besar. Tubuh Yao Dong terhuyung ke depan.
Kraash!
Saat dia lengah, pedang Huamei menebas kedua tanduknya hingga patah. Meskipun tidak berhasil mengenai lehernya, tanpa tanduknya Yao Dong akan melemah.
Dia sangat marah. Dengan sisa-sisa tenaganya dia menyerang Huamei dan membuat roh Huamei jatuh ke bawah.
"Huamei!" teriak Fang Yin melihat wanita yang begitu mirip Huamei itu terjun bebas.
Tubuh Yao Dong perlahan berubah menjadi manusia biasa. Wujud bantengnya hilang seiring dengan tanduknya yang terpotong. Seiring dengan itu, butiran cahaya yang mirip seperti kunang-kunang beterbangan ke langit.
Wajah Yao Dong yang ada di hadapannya sekarang sangat berbeda dengan wajah yang dilihatnya pertama kali. Sekarang dia terlihat seperti seorang kakek tua yang menyedihkan.
"Apakah butiran cahaya ini adalah jiwa-jiwa manusia yang terbebas?" Fang Yin terdiam sejenak melihat situasi di hadapannya.
Yao Dong masih tetap berdiri meskipun tubuhnya terlihat lemah dengan pandangan mata yang sayu. Mulutnya menyeringai seakan menahan sesuatu yang teramat menyakitkan. Kedua tangannya memegangi dadanya dan kini tangan kirinya memberi isyarat pada Fang Yin untuk mendekat.
Fang Yin merasa ragu. Dia mendekat dengan kewaspadaannya. Bisa saja lawannya itu memiliki kekuatan yang tersembunyi meskipun terlihat lemah.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Jeng ... jeng ...
****
Bersambung
__ADS_1