
Fang Yin terkesiap melihat kekuatan yang dimiliki oleh Jian Heng. Tekanannya begitu besar dan membuat ruang di sekitarnya terasa menyempit karena jarak mereka terlalu dekat. Dengan sekuat tenaga Fang Yin berusaha menahannya.
'Aku tidak menyangka jika saat ini kakak Heng memiliki kemampuan yang setara denganku. Sungguh ini merupakan kabar yang mengejutkan.' Fang Yin tersenyum di sela perasaan sesak akibat tekanan energi Jian Heng.
Energi berwarna biru yang muncul di tangan Jian Heng semakin membesar. Udara tenang di sekitar tempat itu mulai berhembus kencang. Pusaran angin yang besar menyingkirkan butiran salju yang jatuh di sekelilingnya.
Setelah energi itu berukuran sesuai yang dia inginkan, Jian Heng melepaskannya ke atas gumpalan energi milik Fang Yin yang terus berkurang. Suara guntur menggelegar bersamaan dengan energi Jian Heng yang menyentuh gumpalan energi Fang Yin.
Anggota suku es dan suku gletser kembali mundur untuk menjauh. Suara Guntur yang terus bersahutan memaksa mereka untuk pergi. Telinga mereka terasa sakit dan jantung mereka tersentak setiap kali guntur menggelegar.
'Aku baru melihat penyatuan energi dari tiga elemen yang berbeda. Sebaiknya aku berhati-hati.' Guan Xing bersikap waspada dan terus melemparkan pedang kristal miliknya.
"Berhentilah, Yin'er! Serahkan sisanya padaku!" seru Jian Heng.
Fang Yin melihat pedang-pedang Guan Xing meluncur ke arahnya, tetapi dia percaya pada Jian Heng bahwa dia bisa mengatasi itu.
Telapak tangan Fang Yin terbuka lalu memutar pergelangan tangannya hingga terlihat mendorong ke depan. Aliran Qi ringan mengalir di sana. Dia akan menghambat laju pedang es Guan Xing sebelum jurus Jian Heng bekerja.
Jian Heng mendorong ke dua tangannya ke atas dengan wajahnya yang juga menengadah. Bola matanya juga mengeluarkan aura yang sama dengan energi yang mengalir dari telapak tangannya.
"Jurus hujan petir!" pekik Jian Heng menyebut nama jurus itu untuk yang pertama kalinya.
Tangan kanannya bergerak ke bawah seolah sedang menarik sesuatu. Tidak lama kemudian ratusan kristal es berselimut api dan energi listrik meluncur ke arah Guan Xing. Gerakan kristal-kristal yang sangat cepat membuatnya sulit untuk menghindar.
Guan Xing mengeluarkan segel pelindung dan menghalau serangan Jian Heng. Namun, kecepatan dan tekanan energi yang mengarah padanya sangat besar sehingga membuat segel itu menjadi retak dalam dua kali serangan.
Fang Yin memperhatikan pertarungan antara Jian Heng dan Guan Xing. Dengan cermat dia memperhatikannya setiap gerakan yang dilakukan oleh Guan Xing dan Jian Heng.
Energi yang dikendalikan oleh Jian Heng akan habis dalam satu serangan lagi. Dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini saat pertahanan Guan Xing melemah. Tangannya menarik gumpalan energi itu dengan cepat dan melemparkannya ke arah Guan Xing.
Sebuah ledakan keras terdengar menggelegar. Gelombang energi yang ditimbulkannya mengakibatkan terjadinya tekanan horizontal yang sangat kuat. Beruntung posisi tubuh Guan Xing berada di udara sehingga tidak menimbulkan efek di dalam ketinggian.
Tubuh Guan Xing tidak terlihat karena tertutupi oleh ledakan yang menghasilkan kabut tebal. Kilatan api dan petir yang menyelimuti tubuhnya juga menyebabkan menurunnya jarak pandang orang-orang di sekitarnya.
__ADS_1
Fang Yin merasa ini belum berakhir. Saat keadaan terdesak, roh pendamping Guan Xing bangkit dan menyebabkan kondisi tubuhnya bertambah kuat. Bisa juga dikatakan jika saat ini dia dikuasai oleh binatang roh pendampingnya.
Jian Heng juga merasakan hal yang sama dengan Fang Yin. Dia bersiap untuk melawan binatang roh yang menguasai Guan Xing.
Bayangan binatang roh pendamping Guan Xing belum terlihat jelas, tetapi suara lolongannya terdengar begitu menyeramkan. Dari karakteristik suaranya, roh pendamping Guan Xing adalah beruang kutub legenda.
Seiring dengan menghilangnya kabut akibat pertarungan, tubuh Guan Xing pun terlihat semakin jelas. Kini dia telah bertransformasi menjadi seekor beruang kutub dengan jirah besinya. Di tangan kanannya memegang sebuah pedang sedangkan tangan yang lain memegang perisai.
"Roh pendamping hanya bisa dilawan oleh roh pendamping. Seberapa kuatnya kita tetap tidak bisa bertarung seorang diri melawan roh pendamping yang telah menyatu dengan tubuh pemiliknya." Fang Yin berbicara kepada Jian Heng.
Melihat kesempurnaan wujud dari Guan Xing, saat ini dia telah mencapai ranah dewa tingkat awal. Jika tidak maka dipastikan dia telah mati oleh serangan Jian Heng, atau paling tidak terluka parah. Namun, keadaannya saat ini masih baik-baik saja dan tetap berdiri dengan tegak di hadapan mereka.
"Kamu benar. Kita harus mengikuti permainannya." Jian Heng mengangguk.
Jian Heng dan Fang Yin sama-sama memiliki binatang roh pelindung naga. Meskipun awalnya roh naga Fang Yin berwarna hitam, kini mereka memiliki warna yang sama. Setelah menyerap kekuatan dari cermin pemberian Selir Tang, naga hitam Fang Yin berubah menjadi warna emas.
"Yang Hui!" panggil Fang Yin sambil melakukan gerakan penyatuan energi.
Seekor naga berwarna kuning keemasan muncul dan menjadi kendaraannya. Penampilan Fang Yin yang semula memakai mahkota es berubah menjadi setengah naga. Beberapa bagian dari tubuhnya mengeluarkan sisik-sisik meskipun secara sepintas dirinya bertubuh selayaknya manusia. Dalam wujud naga sempurna dia akan menyatu bersama Yang Hui, tetapi tidak dilakukannya malam ini.
Jian Heng juga berdiri di atas binatang roh pendampingnya. Tubuhnya tidak bertransformasi menjadi naga karena dia memiliki elemen yang tidak bisa menyatu dengannya. Namun, dia memiliki kendali penuh atas roh pendampingnya.
Ketiganya mengambil jeda untuk beberapa saat sebelum memulai pertarungannya. Guan Xing terlihat sedang memperhitungkan kekuatan dua lawan di hadapannya. Dia tidak bisa mundur lagi, meskipun ada rasa segan ketika mengetahui kekuatan lawannya.
Melihat Guan Xing tidak kunjung menyerang, Jian Heng maju lebih dulu dan melakukan serangan. Mereka terlibat perkelahian serius yang membuat pertarungan itu tidak main-main. Dari kejauhan tampak cahaya tiga warna dari aura energi yang terpancar dari keduanya. Guan Xing memancarkan cahaya energi berwarna putih dan Jian Heng memancarkan cahaya energi berwarna biru dan kuning terang.
'Apakah aku tidak akan mendapatkan bagian untuk ini? Sepertinya kakak Heng bisa mengatasi ini.' Fang Yin tersenyum melihat Jian Heng yang berhasil mendesak Guan Xing beberapa kali.
Tubuh Guan Xing terjatuh tepat di hadapan Shi Jun Hui dan Yu Ruo. Tangannya mengeluarkan sebuah benda berbentuk jepit rambut. Dia melemparkannya sembarangan hingga menancap di lengan kanan Yu Ruo.
Guan Xing tidak lagi memperhatikan apa yang akan terjadi pada Yu Ruo dan kembali bertarung melawan Jian Heng. Dia yakin jika artefak pemilih roh akan bekerja tanpa dia kendalikan.
Yu Ruo mencoba mencabut artefak itu dari lengannya tetapi tidak berhasil. Jun Hui dan Han Wu berusaha untuk membantu mencabutnya tetapi mereka juga tidak berhasil.
__ADS_1
Artefak itu seperti telah menyatu dengan tubuh Yu Ruo. Tidak ada yang bisa dilakukannya lagi selain berusaha untuk melawan energi dari artefak itu dan menolak pengaruhnya.
Tubuh Yu Ruo mulai kehilangan kendali. Dia merasa jika tubuhnya akan mengeluarkan binatang roh pendamping yang selama ini dia tutup-tutupi. Sedikit orang yang tahu jika dirinya adalah seorang kultivator, apalagi tentang binatang roh pendamping yang dia miliki.
Yu Ruo berjalan maju dengan langkah sempoyongan. Han Wu terlihat sangat khawatir tetapi Jun Hui menghalanginya untuk mendekati Yu Ruo. Dalam posisinya sekarang ini hanya Yu Ruo sendiri yang bisa menyelesaikannya.
Fang Yin terlalu sibuk melihat pertarungan antara Guan Xing dan Jian Heng sehingga tidak memperhatikan keadaan neneknya yang berada cukup jauh darinya. Dari pertarungan antara Guan Xing dan Jian Heng, Fang Yin bisa mempelajari banyak teknik serangan baru. Dia enggan beranjak dari menatap keduanya sembari mencari kesempatan untuk ambil bagian.
Di tempat lain, Yu Ruo mengeluarkan roh pendampingnya di luar kemauannya. Artefak pemilih roh terus mengeluarkan pengaruhnya. Daya pikir Yu Ruo seakan di tekan ke sudut yang tak terlihat dan segala yang terjadi merupakan hasil dari pengaruh negatif artefak pemilih roh.
Perubahan wujud Yu Ruo terjadi dengan sangat cepat. Kini dia telah berubah menjadi seekor phoenix api dengan aura menakutkan. Pengaruh artefak itu dikendalikan mewujudkan keinginan Guan Xing. Secara tidak sadar Yu Ruo pun menyerang Fang Yin, cucunya sendiri.
Insting Fang Yin yang tajam membuatnya selalu waspada. Dia bisa mendeteksi serangan Yu Ruo meskipun dari arah belakang.
'Aku seperti merasa familiar dengan energi dari phoenix ini. Jika dia berasal dari klan yang sama denganku, mengapa dia menyerangku?' Fang Yin berpikir di tengah menghindari serangan-serangan dari Yu Ruo.
Binatang roh pendamping yang begitu melegenda itu tiba-tiba muncul di tengah pertarungan sengit antara suku es dan suku gletser. Fang Yin terlihat seperti memiliki beban di mana dia harus bertarung tanpa melukai lawannya. Dia harus mencari kelemahannya dan menaklukkannya dalam keadaan baik-baik saja.
Keheranan Fang Yin akan kemunculan phoenix ini belum menghilang, tetapi muncul situasi lain yang membuatnya semakin tidak mengerti. Kedua kakeknya menyusulnya dan berdiri di sampingnya. Dari wajah mereka terbaca sebuah kecemasan yang mengundang keinginannya untuk bertanya.
"Mengapa kakek berada di sini?" tanyanya singkat di tengah pertarungannya dengan phoenix api.
"Pengaruh jahat telah membuat nenekmu berubah menjadi binatang roh pendampingnya?" jawab Jun Hui.
Mata Fang Yin terbelalak dan seketika dia lengah. Lemparan api Yu Ruo hampir saja mengenainya seandainya Han Wu tidak menarik tubuhnya untuk menghindar. Dia masih belum bisa mempercayai apa yang barusan didengarnya.
Serangan phoenix api terus datang menghampiri ketiganya secara bertubi-tubi. Tenaganya seakan tidak ada habisnya dan membuat mereka sedikit kewalahan. Mereka tidak sanggup untuk membalas serangan Yu Ruo demi menjaganya agar tetap selamat.
"Kakek, aku ada ide!" pekik Fang Yin sambil melompat dari atas tubuh Yang Hui.
Tanpa perintahnya Yang Hui tidak akan menyerang siapapun.
****
__ADS_1
Bersambung ....