Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 362. Bukan Gong Kim


__ADS_3

Fang Yin tidak bisa menggerakkan tubuhnya dan hanya pasrah ketika perempuan asing itu mendekatinya. Bahkan mulutnya pun sulit di gerakkan untuk bertanya.


Wanita asing berdiri di depan Fang Yin dalam jarak yang cukup dekat. Mata dinginnya terus menatap tajam dengan pupil yang membesar.


"Putri Kaisar Gu," panggilnya.


Ucapannya terdengar mengejutkan bagi Fang Yin. Mereka baru saja bertemu tetapi dia langsung mengenalinya sebagai putri dari Kaisar Gu.


"Kamu tidak akan bisa keluar dari tempat ini kecuali kamu membawa serta diriku. Aku adalah kekuatan jiwa Gong Kim."


Fang Yin tidak lantas percaya dengan semua yang dikatakan oleh Gong Kim. Aura energi di tubuhnya memiliki jenis yang berbeda dengan Aura yang dimiliki oleh Cau Ahlin. Ini berarti jika dia bukan berasal dari binatang roh naga.


Gong Kim mengarahkan dua jarinya ke arah Fang Yin. Sebuah tekanan energi membuat Fang Yin mampu menggerakkan lehernya. Lidah dan mulutnya juga bisa berfungsi dengan normal.


"Siapa kamu sebenarnya? Meskipun kamu hanya kekuatan jiwa, aku bisa mengenali jejak energimu dengan baik. Kamu tidak memiliki aura seperti yang dimiliki oleh Cau Ahlin." Fang Yin menatap Gong Kim dengan tatapan tegasnya.


"Hahaha!" Gong Kim tertawa dengan lantang hingga menampakan gigi-giginya. Mendadak wajahnya berubah menjadi sangat mengerikan.


Wujudnya berubah menjadi siluman yang memiliki tanduk dan gigi-gigi yang sangat runcing dan tajam. Dari balik punggungnya terlihat ekor berwarna coklat kemerahan bergerak-gerak melambai.


"Siluman rubah!" pekik Fang Yin setelah menyadari siapa orang yang ada di hadapannya itu.


'Siluman ini pasti yang menjebak Cau Ahlin dengan teknik terlarang itu. Kakak bodohku itu pasti tidak tahu jika perjanjian darah hanyalah akal-akalan dari siluman ini untuk membebaskan diri dari segel ini. Tidak ... aku tidak boleh menyerah begitu saja. Aku harus menghabisi siluman ini apapun resikonya.' Fang Yin memasang sikap waspada.


Siluman rubah yang menyamar sebagai Gong Kim melompat ke udara. Dia terus tertawa mengerikan yang membuat bulu kuduk merinding. Ekornya terlihat terus tumbuh hingga berjumlah lima buah.


Kekuatan Fang Yin terserap sebagian oleh siluman rubah dan sebagian lain terikat di dalam segel. Satu-satunya kekuatan yang bisa diandalkan adalah kekuatan milik Yang Hui tetapi dia tidak ingin gegabah dan menggunakannya sembarangan.


"Apa yang kamu inginkan sebenarnya? Mengapa kamu menyandera begitu banyak jiwa binatang roh yang tinggal di dimensi ini?" Fang Yin menoleh ke sekeliling tempat itu dan mendapati banyak sekali jiwa binatang roh di sekelilingnya.

__ADS_1


"Mereka adalah mainanku, jika aku lapar aku akan memakan jiwa mereka," jujur Siluman Rubah.


"Picik!" seru Fang Yin dengan wajah penuh amarah.


Bisa dibilang dia juga membunuh binatang roh tetapi dia tidak untuk diperdaya dan dimakan. Selama ini Yang Hui hidup sebagai partner dan binatang roh sebelumnya juga menyatu dengannya.


"Kamu juga memiliki energi lain di tubuhmu. Apakah itu tidak picik?"


"Oh, jadi kamu bisa merasakan keberadaan jejak energi di tubuhku. Aku menyatu dengan binatang roh yang kutakhlukkan bukan memakan mereka. Sampai saat ini mereka masih bisa menjadi diri mereka sendiri tanpa pengaruhku. Aku tidak pernah mereka dan hanya menggunakan kekuatannya untuk membantu kesulitanku." Fang Yin tidak terima dia disamakan dengannya.


Siluman rubah tidak mendengarkan ucapan Fang Yin dan hanya menilai semua ucapannya sebagai ocehan tak berguna. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Fang Yin tidak jauh beda dengan apa yang dia lakukan.


"Sudahlah! Simpan saja amarahmu itu. Mari kita bekerja sama dan kita kuasai dunia dengan kemampuan yang kita miliki. Jangan terlalu keras kepala, Yin'er!" Siluman rubah mencoba bernegosiasi.


"Meskipun aku pembunuh dan memiliki sifat yang kejam aku tidak suka memakan jiwa-jiwa mereka. Esensi energi yang diambil dari kristal roh sudah lebih dari cukup. Sekarang keluarkan aku dari sini atau ...." Fang Yin tidak melanjutkan perkataannya mengingat saat ini dirinya memiliki kemampuan jauh di bawah siluman rubah.


Siluman rubah bersikap santai seolah tidak ada yang terjadi di antara mereka. Jika tidak bisa dengan cara halus maka dia akan memaksa Fang Yin untuk merelakan tubuhnya untuk ditempati.


Fang Yin bertarung dengan seluruh kemampuannya. Tanpa bantuan Yang Hui dirinya masih bisa bertahan hingga beberapa saat.


Melihat Fang Yin tidak menyerah, siluman rubah terus mendesaknya dengan mengerahkan kemampuannya. Dia benar-benar ingin memperbudak Fang Yin dengan masuk ke dalam tubuhnya.


Serangannya yang bertubi-tubi akhirnya membuat Fang Yin terhempas membentur batu besar. Meskipun tubuhnya menghantam batu dengan begitu kuat tetapi dia masih bisa bertahan. Dengan susah payah dia bangkit dan mempertahankan kesadarannya.


Siluman rubah tertawa senang ketika melihat Fang Yin benar-benar tidak berdaya. Sorot matanya menyiratkan dendam dan kebencian. Entah apa yang telah dilaluinya hingga membuatnya seperti itu.


'Tuan Putri! Aku akan membantumu!" seru Yang Hui.


'Tidak Yang Hui, apapun yang terjadi kamu harus tetap bertahan dan menguasai tubuhku. Jangan biarkan rubah iblis ini menang. Aku memang sengaja mengalah. Setelah dia masuk ke dalam tubuhku maka aku akan menyegelnya di sana.'

__ADS_1


'Tapi itu sangat berbahaya, Tuan Putri.' Yang Hui tampak khawatir. Dia membayangkan hal terburuk yang mungkin saja menimpa Fang Yin dan dirinya jika kekuatan rubah itu lebih besar dari mereka.


'Percayalah padaku!' ucap Fang Yin penuh keyakinan.


Setelah bersusah payah akhirnya Fang Yin bisa berdiri dengan tegak. Betapa terkejutnya dirinya saat mendapati siluman rubah telah berdiri sangat dekat dengannya. Dengan sisa-sisa energinya Fang Yin kembali melawannya tetapi tidak membuatnya bertahan dalam waktu yang lama.


Tubuh Fang Yin kembali terhuyung dan akhirnya jatuh ke tanah.


Siluman rubah tertawa menyeramkan. Suaranya menggema memantul ke segala arah. Dia berjalan menghampiri Fang Yin dengan senyum menyeringai mengukuhkan kemenangannya.


"Apa yang kamu inginkan? Aku tidak akan pernah membiarkanmu mengendalikanku!" seru Fang Yin dengan suara parau karena menahan perasaan.


"Aku ingin hidup bersamamu. Bukankah kamu bilang kamu bisa membiarkan binatang roh ditubuhmu hidup dengan bebas? Aku juga ingin kamu memperlakukanku dengan hal yang sama."


Fang Yin menggeleng. Meskipun dia akan menjebak siluman rubah tetapi dia tidak bisa menunjukkan keberaniannya lagi.


"Tolong jangan lakukan itu! Biarkan aku pergi dari sini dan kembali ke duniaku!" Fang Yin beringsut mundur dengan bertumpu pada kedua tangannya.


Siluman rubah kembali tertawa. Tangannya mendorong energi me arah Fang Yin dan membuka portal jiwa untuk masuk ke dalam tubuh Fang Yin.


Dia tidak menyadari jika seseorang berdiri di belakangnya dan ikut masuk ke dalam tubuh Fang Yin bersamanya.


Fang Yin berteriak dengan sangat keras ketika kekuatan jiwa siluman rubah dan orang yang berdiri di belakangnya menerobos masuk ke dalam tubuhnya.


****


Bersambung ....


Kak numpang promo novel karya temanku, ya. Terimakasih.

__ADS_1



__ADS_2