
Kepekaan yang dimiliki oleh Fang Yin jauh melampaui Bai An dan Liu Sheng. Telinganya mampu mendengar frekuensi suara yang sangat kecil. Meskipun sumber suara itu masih berada pada jarak yang cukup jauh, dia sudah mampu mendengarnya.
Alunan musik kecapi yang dia dengar begitu familiar di telinganya. Jika bukan Gu Tian Feng, pasti Shi Han Wu yang memainkannya. Kedua kerabat dekatnya yang merupakan guru dan murid itu tidak sembarangan berhubungan dengan dunia luar. Kemunculan mereka pasti menandakan sesuatu hal yang tidak baik.
Semakin dekat dengan suara kecapi, suasana yang dirasakan oleh Fang Yin semakin terasa berbeda. Angin bertiup dengan kencang disertai gumpalan awan hitam yang menutupi sumber energi yang di keluarkan oleh alunan kecapi.
Keyakinan Fang Yin semakin bertambah seiring dengan keberadaannya yang semakin dekat. Dengan sangat jelas dia melihat Shi Han Wu sedang bertarung melawan dua orang kultivator yang cukup kuat. Salah satunya sangat di kenali olehnya dan satu lagi dia tidak mengenalnya.
"Ning Ruoruo, bagaimana wanita iblis itu bisa sampai di sini? Untuk apa dia datang kemari dan siapa wanita yang satunya? Sepertinya dia juga golongan iblis sepertinya." Fang Yin berbisik pada dirinya sendiri di tempat persembunyiannya.
Aroma wangi yang memabukkan mulai memenuhi rongga hidungnya. Fang Yin menutup jalur pernapasannya dan mendekat untuk membantu Shi Han Wu.
"Kakek!" panggilnya.
"Yin'er, berhati-hatilah!" Shi Han Wu terus memainkan kecapinya untuk menghalau serangan Ning Ruoruo dan rekannya.
Fang Yin bertelepati dengan Shi Han Wu dan mengatakan jika dia pernah bertarung dengan Ning Ruoruo. Sesaat sebelum dia bertemu dengan Wu Tian Feng, dia telah mengalahkannya.
Shi Han Wu tidak terkejut karena cucunya memang memiliki bakat yang luar biasa. Dia memintanya untuk melawan Ning Ruoruo sedangkan dirinya menghadapi Li Yulin.
Li Yulin yang dikenal dengan sebutan Iblis Bayangan Hitam lebih berbahaya dari Ning Ruoruo. Keduanya adalah iblis yang sangat kejam dari Kekaisaran Benua Selatan. Benua ini memang terkenal menjadi sarang iblis sehingga kaisarnya sering dibuat kerepotan oleh ulah mereka.
"Apa kabar, Wanita Iblis? Kemana pasukanmu?" tanya Fang Yin menyapa Ning Ruoruo.
Sepertinya Ning Ruoruo tidak mengingatnya. Dia memandangi Fang Yin dengan penuh tanya. Wajahnya terlihat asing baginya karena mereka hanya sekali saja bertemu.
__ADS_1
"Aku adalah murid Sekte Sembilan Bintang yang menyelamatkan Ketua Sekte yang kamu culik beberapa waktu yang lalu. Apakah kamu sudah ingat?" Fang Yin maju kehadapan Ning Ruoruo tanpa rasa takut.
Ning Ruoruo tesentak saat mengingat kekalahannya. Dia baru menyadari mengapa dia datang dan terlihat akrab dengan Iblis Buta Shi Han Wu. Mereka sama-sama berasal dari suku es.
"Oh, gadis es? Lama tidak bertemu. Kamu sangat senang mencampuri urusanku. Dahulu kamu sudah menggagalkan pernikahanku sekarang kamu menggagalkanku untuk merebut kitab Sembilan Naga bintang empat darinya. Seharusnya aku membunuhmu waktu itu." Ning Ruoruo menatapnya bengis sambil tersenyum sadis.
"Hahaha! Iblis bodoh! Kamu tidak mungkin mendapatkan kitab itu karena telah berganti pemilik. Kamu pikir kamu bisa memunculkan api abadi dengan menyerap isi dari kitab itu? Hemh, jawabannya tidak. Lihat ini!" Fang Yin mengeluarkan api hitam dari tangannya.
Tidak ada rasa takut di wajahnya meskipun Ning Ruoruo terlihat menyeramkan. Suasana malam membuatnya terlihat buruk dengan cahaya kemerahan di tubuhnya. Binatang roh ular iblis yang penuh dendam membuatnya terus diliputi aura jahat.
"Apa? Bagaimana bisa kamu memiliki api itu?" Ning Ruoruo terlihat sangat marah. Kesabarannya mulai menghilang. Dia berpikir jika Fang Yin adalah saingan terberatnya, apapun yang diinginkannya selalu didapatkan lebih dulu olehnya.
Ning Ruoruo mengayunkan tinjunya yang mengandung Qi. Keadaan mereka yang dekat memungkinkan keduanya untuk bertarung fisik dengan serangan langsung. Fang Yin akan merasa diuntungkan dengan teknik ini karena dia bisa menggunakan Jurus Napas Naga tanpa di sadari oleh lawannya.
Tinju Ning Ruoruo mengenai tempat kosong karena Fang Yin berhasil menghindarinya.
Saat kondisi tubuh Ning Ruoruo belum stabil, Fang Yin kembali mengejar dan menyerangnya dengan pukulan-pukulan yang mengandung energi. Telapak tangannya berhasil memukul dadanya hingga membuatnya muntah darah.
Tidak ingin melepaskan Ning Ruoruo lagi, Fang Yin mengeluarkan Jurus Napas Naga dan menyerap energi kultivasinya.
"Gadis licik! Apa yang kamu lakukan? Arrgh!" teriak Ning Ruoruo.
"Hahaha! Nikmati saja kekalahanmu, Wanita Iblis. Aku menyesal tidak bisa membunuhmu waktu itu."
Jurus Napas Naga milik Fang Yin telah sempurna sehingga Ning Ruoruo tidak bisa melepaskan diri darinya.
__ADS_1
Wusshh!
Fang Yin melemparkan sebuah serangan pada Li Yulin yang mencoba menyerangnya dari arah belakang. Rencananya untuk menyelamatkan Ning Ruoruo telah di ketahui olenya.
Pendekar Iblis Buta tersenyum ketika melihat kepekaan Fang Yin yang sangat meningkat. Cucunya itu memiliki insting yang tinggi dan mampu mendeteksi kedatangan serangan lawan sebelum mengeluarkan energi.
Li Yulin berhasil menghindari lemparan api hitam dari Fang Yin tetapi dia tidak berhasil menghindari serangan dari Shi Han Wu. Karena kecerobohannya kini dia berhasil tertangkap oleh musuhnya.
Shi Han Wu menggenggam erat tangannya dan membuat Li Yulin berteriak kesakitan. Jurus Tangan Iblis Pengendali Jiwa membuatnya tidak bisa berkutik. Tulang-tulangnya seakan remuk ketika tangan Shi Han Wu menggenggam.
Tubuh Li Yulin bergerak seiring gerakan tangan Shi Han Wu. Tangan Iblisnya benar-benar telah membuatnya tak berdaya.
"Tua Bangka, lepaskan aku! Kamu sangat licik. Kamu mengambil kesempatan di saat aku sedang lengah. Arrgghh!" Li Yulin berbicara sambil menahan rasa sakit.
"Kamu terlalu peduli pada nyawa orang lain dan mengabaikan nyawamu sendiri. Tidak ada kelicikan melainkan kesempatan!" Shi Han Wu mengeratkan genggamannya dan membuat Li Yulin tidak bisa menahan rasa sakitnya lagi. Siksaan yang lebih menyakitkan daripada luka akibat sabetan pedang.
Tulang rusuk Li Yulin patah dan menghunjam jantungnya. Kali ini dia benar-benar tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Kekuatannya telah terkunci sehingga membuatnya tak berdaya.
Shi Han Wu tertawa puas. Suaranya menggema di keheningan malam. Sesaat sebelum kematian Li Yulin, Shi Han Wu menyerap seluruh energinya.
"Aku juga tidak akan membiarkan iblis ini hidup, Kek." Fang Yin mengambil seluruh inti energi Ning Ruoruo dan menyerapnya.
Mereka berdua tertawa bersama merayakan kemenangannya. Sudah lama mereka tidak bertemu. Fang Yin dan Shi Han Wu berjalan meninggalkan tempat itu dan menghapus jejak kematian kedua wanita iblis dari Benua Selatan.
"Mengapa kakek bisa berada di sini?" tanya Fang Yin sambil berjalan kembali ke tempat Bai An dan Liu Sheng.
__ADS_1
****
Bersambung ....