Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 25. Belum Saatnya


__ADS_3

Dalam perjalanan menuju ke goa, Fang Yin bercerita tentang pengalamannya menjadi murid di Akademi Tujuh Bintang. Fang Yin menceritakan mulai dari awal kedatangannya bersama orang tua angkatnya, saat belajar di sana, seperti apa kehidupan di dalam akademi, hingga dia lulus dari sana. Semua dia ceritakan tanpa ada yang terlewat.


Da Xia mendengarkan cerita Fang Yin sambil menganalisa tentang apa yang ada dipikiran Tetua Song. Jika tidak salah menerka, Tetua Song tidak suka ada seorang jenius dari kalangan wanita. Keberadaan Fang Yin akan menjadi ancaman di masa depan. Dalam sejarah di dunia kultivasi, kurang dari lima orang saja kultivator wanita yang mencapai ranah dewi. Dan Tetua Song tidak ingin Fang Yin menjadi kultivator ranah dewi berikutnya.


"Aku akan mempercepat mengajarkan Jurus Badai Es padamu. Kita harus meninggalkan hutan ini besok pagi!" seru Da Xia yang merasa jika hutan ini sudah tidak aman lagi untuk mereka terutama Fang Yin.


"Aku juga berpikiran demikian," Fang Yin berjalan menunduk sambil memikirkan apa yang akan dia lakukan setelah ini.


"Besok aku ingin pergi ke kota untuk membeli beberapa barang yang aku butuhkan. Apa kamu mau ikut?" tanya Da Xia.

__ADS_1


Meskipun sangat ingin tetapi Fang Yin menahan dirinya untuk pergi ke tempat keramaian.


Identitasnya harus tetap tersembunyi sampai dia berhasil mencapai tujuannya. Berada di tengah-tengah masyarakat akan membuatnya kehilangan kesempatan untuk belajar. Setelah ini Fang Yin harus berpetualang untuk mencari Kitab Sembilan Naga dan memperkuat dirinya.


"Aku memiliki tujuan lain," jawab Fang Yin dengan tatapan dinginnya yang menatap lurus ke depan.


'Anak ini benar-benar bukan gadis biasa. Sorot matanya menggambarkan betapa besar ambisinya. Entah apa yang ingin dia capai, tetapi aku yakin dia memiliki tujuan yang tidak mudah dia capai.' Da Xia diam-diam selalu memperhatikan sorot mata Fang Yin yang dingin.


"Kak Da Xia begitu hebat! Wah, ini benar-benar menakjubkan!" seru Fang Yin sambil berjalan melihat pintu goa yang telah tertutup dengan gelombang aneh mantra pelindung.

__ADS_1


"Belum saatnya kamu menguasai jurus ini dan juga jurus menyerap kultivasi. Setidaknya kamu harus berada di ranah langit bintang atas jika ingin mempelajarinya karena dibutuhkan tubuh yang kuat dan energi yang besar untuk menahan kedua jurus ini." Da Xia merasa perlu menjelaskan ini agar Fang Yin tidak terburu-buru untuk mempelajarinya.


"Aku akan bersabar hingga waktu itu tiba." Seulas senyuman mengembang di wajah Fang Yin.


Meskipun Fang Yin terlihat berada di ranah bumi bintang tengah tetapi sesungguhnya dia sudah menembus ranah langit bintang tiga dan itu berarti tidak akan lama lagi dia punya kesempatan untuk mempelajari kedua jurus hebat itu.


Sebuah jurus dengan kekuatan besar membutuhkan wadah dan sumber energi yang besar pula. Itulah mengapa setiap kultivator membutuhkan perjuangan keras untuk menguasai satu jurus dua jurus. Setiap jurus yang mereka miliki disesuaikan dengan tingkatan kultivasi mereka dan besarnya sumber energi yang tersimpan dalam dantian mereka.


Sore itu juga, Da Xia berniat untuk mengajarkan Jurus Badai Es pada Fang Yin. Dia merasa yakin jika Fang Yin bisa menyempurnakan jurus-jurus yang dia ajarkan meskipun dia hanya mengajarkan dasar-dasarnya saja.

__ADS_1


****


Bersambung ...


__ADS_2