
Serangan Ning Yao Xi dan Ning Mu Shen tidak bisa diremehkan. Mereka memaksimalkan serangan dari berbagai arah untuk membatasi gerak Jian Heng.
Hampir saja Jian Heng tidak memiliki kesempatan untuk membalas.
Tidak ingin kalah semudah itu dari mereka, Jian Heng menggunakan tapak berlian untuk meluruhkan logam yang dia sentuh. Jurus ini membuat Ning Yao Xi dan Ning Mu Shen harus kehilangan pedangnya yang telah melebur menjadi abu.
Keduanya tidak menyangka jika Jian Heng memiliki kemampuan yang hebat. Mereka kembali bekerja sama untuk memberikan serangan yang mematikan pada Jian Heng.
Mereka bertiga melompat ke udara dan bertarung dengan sengit. Perpaduan kekuatan kakak beradik itu membuat Jian Heng tidak bisa bersantai sedikit saja.
Merasa sangat kewalahan, Jian Heng akhirnya memilih untuk mengeluarkan roh pendampingnya. Seekor naga berwarna emas keluar dari dalam tubuhnya dan membantunya untuk menangkis setiap serangan yang dilakukan Ning bersaudara.
Pertarungan itu terlihat seimbang lalu sesaat kemudian Jian Heng menguasai pertarungan.
Para kultivator pendukung Kaisar Ning tidak tinggal diam melihat Ning Yao Xi dan Ning Mu Shen menjadi bulan-bulanan Jian Heng. Mereka meluncur ke udara dan menyerang Jian Heng.
Untuk melindungi tubuhnya dari serangan tidak terlihat, Jian Heng menggunakan armor pelindungnya. Energi berwarna biru melesat dari tangannya menyambut serangan yang datang ke arahnya.
Langit yang diselimuti oleh awan tebal terus bergejolak mengundang badai. Petir yang menggelegar seperti akan menyambar kepala para prajurit yang bertarung di bawahnya.
Kekuatan Selir Tang membuat alam itu terus mengacaukan konsentrasi musuh-musuhnya. Sebelum ini, pasukan pendukung Fang Yin telah diberitahukan tentang fenomena buatan ini dan cara mengatasinya.
Di tempat yang berbeda, Guan Xing melawan Ning Ruo Ruo yang pernah bertarung dengan Fang Yin. Mereka lawan yang seimbang dan bertarung sengit untuk menentukan siapa yang akan menang.
Jurus Pedang Iblis darah milik Ning Ruo Ruo berhasil dihalau dengan apik oleh Guan Xing. Banyak kelebihan yang dimiliki oleh Guan Xing yang mampu membuatnya kewalahan. Terima ataupun tidak, suku es memegang kemenangan penuh atas lawan-lawannya.
Sangat sedikit korban jiwa yang jatuh dari suku es karena sebelumnya mereka telah dibekali dengan teknik bertarung dan beberapa strategi. Mereka menjadi lebih unggul dari pasukan Kaisar Ning yang hanya seorang prajurit biasa.
Da Xia dan Huang Ran bekerja sama untuk melawan para kultivator kuat dan melindungi pasukan di sayap kiri. Sementara itu, Kaisar Jing dan Gu Tian Feng melindungi pasukan sayap kanan dan melawan musuh yang setara dengan mereka.
Shi Jun Hui dan Shi Han Wu berada di garda belakang sedangkan Acong dan pasukan alam bawah memimpin di depan. Di bagian tengah penduduk bukit Giok Hitam yang dipimpin oleh Qin Yushang cukup beruntung dan membunuh banyak pasukan lawan.
Ketua Sekte Sembilan Bintang juga hadir di sana bersama beberapa murid pilihannya. Ketua Lama juga tidak ingin ketinggalan dan menyerang penuh semangat dan menghabisi musuh yang menghadang.
Adapun dari ras serigala dan beberapa pasukan lain dari berbagai ras berpencar di berbagai arah. Mereka menyerang lawannya dengan brutal dan mencabik-cabik tubuhnya hingga tak berbentuk.
Tidak ada yang bisa lari dari kejaran mereka hingga tertangkap dan menjadi mangsanya.
Makhluk alam bawah lebih diuntungkan lagi. Kekuatan mereka terus bertambah seiring dengan bertambahnya prajurit yang dia kalahkan. Mereka memakan banyak jiwa dan mengesensi tubuh mereka menjadi sumber kekuatan mereka.
Jumlah pasukan Kaisar Ning terus menipis dan tak berdaya. Bisa dipastikan dalam waktu singkat mereka akan habis.
Hujan yang diciptakan oleh Selir Tang terus mengguyur medan perang hingga ketinggian air mencapai mata kaki. Melihat pasukan pendukung Fang Yin meraih kemenangan dia tersenyum puas.
__ADS_1
Jian Heng mengikat tubuh Ning Yao Xi dan Ning Mu Shen dengan energinya dan membuatnya tidak bisa bergerak lagi. Dia lalu pergi menyusul Fang Yin yang sedang bertarung antara hidup dan mati bersama Kaisar Ning.
Setelah memiliki roh pendamping Naga Api, Kaisar Ning memiliki kekuatan yang berlipat-lipat dari sebelumnya. Serangannya begitu sulit untuk diatasi dengan energi tak terbatas yang tidak tahu kapan akan habis.
Beberapa kali Fang Yin memberikan serangan yang mengenainya, tetapi luka ditubuhnya bisa pulih dengan cepat. Kekuatan jiwa manusia yang diserap oleh Kaisar Ning membuatnya memiliki daya pulih yang luar biasa.
Esensi tubuh manusia yang terserap juga membuat regenerasi tubuh dari luka berlangsung dengan sangat cepat. Dalam wujud naganya, Kaisar Ning sangat sulit untuk dikalahkan.
Namun, Fang Yin juga tidak terluka sedikitpun. Hanya saja pertarungan keduanya berlangsung monoton dan tidak ada peningkatan.
Mereka memiliki cara tersendiri untuk melepaskan dan menangkis serangan masing-masing.
"Apakah kamu baik-baik saja, Yin'er?" tanya Jian Heng yang telah berdiri di samping Fang Yin.
"Kak Heng," bisiknya lirih lalu kembali berkata, "Aku baik-baik saja. Namun, aku pikiranku seakan tertutup untuk mencari cara mengalahkannya. Sejak tadi aku dan Yang Hui bertarung dengan hasil yang sama."
Kaisar Ning terlihat sedang mengambil jeda dan mempersiapkan jurus selanjutnya. Fang Yin dan Jian Heng tidak menyadari akan bahaya yang mengintai mereka.
'Apa yang sedang dilakukan oleh Kaisar Ning? Aku merasakan aura yang buruk. Aku harus berhati-hati.' Fang Yin bermonolog dalam hati.
"Yin'er. Aku merasakan bahaya. Sepertinya kita telah terlambat untuk menyadari pergerakan kita telah terkunci," ucap Jian Heng yang merasa mengenal teknik yang sedang dilakukan oleh Kaisar Ning.
Fang Yin menatap Jian Heng dalam. Yang Hui kembali dengan cepat dan terdorong kasar masuk ke dalam tubuh Fang Yin. Ada kekuatan yang menekan energi mereka agar tidak bisa keluar.
Ketiganya kini terkurung di dalam jurus api pengunci jiwa. Api menyerupai bola raksasa menyelimuti tubuh mereka dan membuat mereka tidak tampak dari luar bola yang mengurungnya.
"Kak Heng," panggil Fang Yin.
Jian Heng menatapnya dan mengangguk.
"Kita berkomunikasi melalui pikiran saja. Aku tidak ingin Kaisar Ning tahu dengan rencana yang akan kubuat," jelas Fang Yin.
Jian Heng kembali mengangguk.
'Kak Heng. Bersiaplah untuk berpindah ke dimensi lain. Roh Naga Api di tubuh Kaisar Ning hanya bisa ditaklukkan dengan disegel ke tempatnya. Leluhur Benua Timur mengurungnya di dalam segel mantra untuk melindungi negeri ini dari bencana. Rupanya naga api ini memang syarat dengan kejahatan. Kita harus segera menyegelnya kembali sebelum kerusakan yang lebih besar terus terjadi.'
'Aku sependapat denganmu, Yin'er. Tetapi bagaimana mungkin kita menyegelnya sedangkan untuk menggerakkan tubuh pun terasa sulit.' Jian Heng belum mampu mengerti jalan pikiran Fang Yin.
'Kita akan membawanya ke tengah formasi sembilan matahari. Kak Heng tolong bantu untuk mengikatnya maka aku yang akan menyegelnya ke dalam sebuah mantra dan menyimpannya di tempat yang tersembunyi.'
Untuk kali ini Jian Heng cukup jelas dengan rencana Fang Yin. Namun, lagi-lagi dia belum tahu bagaimana cara untuk pergi ke dalam formasi sembilan matahari sementara tubuh mereka terikat di dalam api iblis.
Kaisar Ning terus memberikan serangan meskipun itu percuma saja. Aura energi ditubuh Fang Yin dan Jian Heng tidak bisa ditembus oleh serangannya. Dengan gusar, tubuhnya yang berwujud naga hitam bergerak memutari tubuh keduanya.
__ADS_1
"Aku akan memakan kalian dan menyerap seluruh kekuatan yang kalian miliki. Aku akan menjadi penguasa dunia setelah ini. Putri Gu yang malang, bersiaplah untuk menyusul ayah dan saudara-saudaramu. Hahaha!" Kaisar Ning tertawa dengan keras.
Fang Yin tersenyum miring lalu berkata, "Lakukanlah!"
Jian Heng menatapnya tak percaya. Dia percaya Fang Yin menyiapkan sebuah rencana tidak terduga untuk mengalahkan Kaisar Ning.
Ketika Kaisar Ning berada di dalam jarak yang cukup dekat, Fang Yin segera membungkus tubuh Kaisar Ning dengan energinya yang pekat. Tangan Fang Yin memang tidak bisa bergerak tetapi keadaan menjadi lebih beruntung ketika energi Kaisar Ning menyentuhnya.
"Kurang ajar! Kamu balas mengurungku! Tapi lihat ini, aku masih bisa bergerak!" Kaisar Ning mengibaskan ekornya untuk menghempaskan tubuh Fang Yin.
Sebelum ekor itu menyentuh tubuh Fang Yin, mereka bertiga telah keluar dari kurungan api pengikat jiwa dan berada di dalam dimensi lain. Mereka melintasi dimensi tujuh elemen secara cepat lalu mendarat di tengah formasi sembilan matahari yang berada di istana Kekaisaran Benua Timur.
Sepasang mata Kaisar Ning terbelalak. Warna bola matanya yang merah menyala itu seakan ingin keluar dari tempatnya.
"Apakah ini ilusi mata?" Kaisar Ning berputar-putar di dalam ruangan itu dan sangat mengenali isi di dalamnya.
Semuanya terlihat asli.
Saat Kaisar Ning berusaha menganalisa keadaan, Fang Yin melepaskan ikatan sihir dari jurus Kaisar Ning yang telah melemah. Jian Heng pun mengikutinya dan melakukan hal yang sama. Kini mereka bisa bergerak dengan bebas.
Fang Yin menutup tempat itu dengan mantra pelindung agar Kaisar Ning tidak bisa keluar dari sana.
"Sekarang giliranmu, Paman!" Fang Yin tersenyum miring lalu mengangguk pada Jian Heng.
Kaisar Ning bergerak mendekat, berniat untuk menyerang Fang Yin. Namun, Fang Yin kini lebih waspada dan dapat menghindar dengan cepat.
Dari arah belakang, Jian Heng datang dengan serangan tak terduga yang membuat Kaisar Ning terkejut. Saat dia menoleh ke belakang, energi yang mirip seperti sebuah tali panjang dari kedua tangan Jian Heng telah siap menyongsongnya.
Energi pengikat milik Jian Heng begitu kuat hingga membuat Kaisar Ning tidak bisa bergerak. Bagian mulutnya juga terikat sehingga tidak bisa menyemburkan api atau sekedar untuk berbicara.
"Dorong tubuhnya ke tengah formasi itu, Kak!" seru Fang Yin ingin menyelesaikan semuanya dengan cepat.
"Baik."
Tangan Jian Heng mendorong naga api berwarna hitam itu ke tengah ke tengah formasi yang dimaksud oleh Fang Yin.
Kaisar Ning terlihat ingin memberontak tetapi apa yang dilakukannya tidak mampu melepaskan dirinya dari ikatan itu.
Sebelum kesempatan bagus ini menghilang, Fang Yin segera memulai penyegelan. Kedua tangannya membuka ke atas dan mengeluarkan bola energi yang diselimuti oleh api hitam sebanyak sembilan buah berbaris melengkung.
Dalam pertarungan mereka, Fang Yin tidak mengeluarkan api hitamnya karena tidak ingin mencelakai orang-orang yang berada di sekelilingnya. Hal ini begitu mengejutkan bagi Kaisar Ning dan membuatnya ternganga.
'Jadi api hitam abadi itu benar-benar ada?' Kaisar Ning terkesiap. Tiba-tiba ketakutan menyelimuti hatinya dan merasa jika dirinya tidak bisa lagi menghindari formasi sembilan matahari.
__ADS_1
****
Bersambung ....