Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 119. Terasa Berat


__ADS_3

Melihat Ketua Lama sedang fokus dengan meditasinya, Fang Yin berbalik untuk kembali ke villa Jian Heng. Dia tidak ingin mengganggu ayah angkatnya itu dan berubah haluan untuk mencari Ketua Sekte.


"Mau ke mana, Yin'er?"


Baru satu langkah meninggalkan tempat itu, Fang Yin mendengar Ketua Lama sedang memanggilnya.


Saat dia berhenti dan membalikkan tubuhnya, Ketua Lama sudah berdiri di hadapannya.


'Sungguh hawa kehadiran yang tersembunyi dengan sempurna,' puji Fang Yin.


"Oh, aku pikir ayah sedang tidak ingin untuk di ganggu." Fang Yin memberi hormat pada Ketua Lama.


"Kemarilah!" Ketua Lama membawa Fang Yin berjalan menuju ke sebuah pondok kecil yang berada di tengah-tengah halaman.


Tidak tahu bagaimana untuk memulai pembicaraannya, Fang Yin terus terdiam hingga beberapa saat lamanya.


"Kamu terlihat sangat murung. Apakah ada sesuatu yang membuatmu bersedih?" Ketua Lama melihat ada sesuatu yang sedang dipikirkan oleh Fang Yin.


"Benar, Ayah. Aku sedang bersedih saat ini karena harus berpisah dengan keluarga yang begitu hangat di sini."

__ADS_1


Ketua Lama sedikit terkejut mendengar penuturan Fang Yin.


"Apakah kamu telah menyelesaikan mempelajari kitab itu?" Meskipun Fang Yin menggunakan pil rahasia itu tetapi Ketua Lama tidak yakin jika Fang Yin dapat menyelesaikannya secepat ini.


"Aku sudah menyelesaikan kitab itu, Ayah dan harus pergi untuk mencari kitab selanjutnya di tempat yang lain," jelas Fang Yin.


Sangat terlihat jelas kekhawatiran di wajah Ketua Lama. Dia merasa tidak tega membiarkan Fang Yin berpetualang sendirian di dunia kultivasi yang sangat kejam.


"Sebenarnya ayah tidak rela melepasmu pergi, Yin'er. Namun ayah juga tidak bisa menghalangimu untuk mencapai tujuanmu." Ketua Lama menatap putri sahabatnya itu dengan mata berkaca-kaca.


"Maafkan aku, Ayah. Aku harus tetap pergi untuk membalaskan dendam ayahku dan juga mengembalikan nama baik dan statusku. Saat ini orang begitu hina memandang aku dan ibuku dan mengira jika aku bukanlah darah daging ayah. Aku tidak akan diam saja menerima semua ini, Ayah!"


Ketua Sekte melihat dendam dan amarah yang begitu besar di mata Fang Yin. Namun ada juga ketidakberdayaan juga di sana.


"Ayah sudah melakukan semua yang terbaik untukku. Tanpa resep pil rahasia dari ayah, aku tidak akan semudah ini menyelesaikan kitab itu." Fang Yin mencoba membanggakan ayah angkatnya itu.


"Kapan kamu akan pergi?" tanya Ketua Lama menepikan kesedihan di hatinya.


"Hari ini juga."

__ADS_1


Ketua Lama menatap Fang Yin setengah tidak percaya.


Ketua Sekte yang sejak tadi mendengar percakapan keduanya secara diam-diam pun ikut terkejut mendengar jawaban dari Fang Yin.


Dengan langkah gontai dia berjalan untuk mendekati Ketua Lama dan Fang Yin lalu duduk bersama mereka.


Mereka bertiga duduk dan saling terdiam.


Meskipun berat, akhirnya Ketua Sekte pun merelakan Fang Yin untuk pergi.


Kedua pria itu terlihat seperti sedang kehilangan sesuatu yang berharga dari mereka. Hingga Fang Yin pergi dari sana pun mereka tidak bergeming dari tempatnya.


Kesedihan yang sama juga dirasakan oleh Jian Heng, dia sedang duduk melamun memegangi dua buah tempat makan dari bambu.


Jian Heng tidak menyadari jika Fang Yin sudah berdiri di hadapannya.


"Tetua Yu!" sapa Fang Yin.


Tempat makanan di tangan Jian Heng hampir terjatuh karena dia terkejut dengan kehadiran Fang Yin yang membuatnya terkejut. Beruntung dia segera tersadar dan sigap untuk menangkapnya.

__ADS_1


****


Bersambung ...


__ADS_2