
Kecapi di tangan Han Wu menghilang dari tangannya, masuk dengan sendirinya ke dalam cincin penyimpanannya.
Fang Yin tidak bergeming dari tempatnya berdiri meskipun Han Wu terus berjalan maju dan mengikis jarak di antara keduanya.
"Aku tidak percaya jika kamu datang kemari tanpa tujuan. Jawab dengan jujur apakah kamu anggota dari Klan Mo atau bukan?!"
"Aku tidak tahu tentang Klan Mo. Aku berasal dari Gunung Telaga Emas."
Han Wu mengulurkan tangannya ke depan seperti akan menggenggam sesuatu.
"Aarrghh!" pekik Fang Yin ketika merasakan tubuhnya seperti sedang terjepit diantara dua batu besar yang membuatnya kesulitan bergerak.
Pendekar Iblis Buta berada dalam ranah kultivasi tingkat surgawi bintang atas.
Beberapa tingkat lagi dia bisa menerobos ke ranah dewa.
Tangan Han Wu bergerak ke atas, seketika itu juga tubuh Fang Yin terangkat ke atas.
Saat ini Han Wu sedang menggunakan Jurus Tangan Iblis Pengendali Jiwa. Jurus ini mampu mengendalikan tubuh lawannya sesuka hati.
Sangat sulit untuk menemukan kelemahan jurus ini dan sampai detik ini belum ada yang bisa mengalahkan Pendekar Iblis Buta.
Tubuh Fang Yin terlempar ke sana ke mari mengikuti gerakan tangan Han Wu.
'Sial! Aku benar-benar kehilangan kendali atas diriku. Aku tidak menyangka jika Pendekar Iblis Buta memiliki jurus ini.'
Darah segar mengalir dari sudut bibir Fang Yin ketika Han Wu menggenggam erat tangannya.
"Hentikan! Arrgghh!" Fang Yin merasakan tulang-tulangnya seperti remuk.
__ADS_1
"Kamu sudah mengacau di sini tanpa alasan. Bagaimana bisa aku membiarkanmu begitu saja?!"
Han Wu memutar tubuh Fang Yin dan membuatnya melayang di udara dengan posisi terbalik.
Liontin giok pemberian Jian Heng menyembul keluar dan bersinar.
"Itu kan?" Zhan Li membelalakkan matanya melihat liontin yang hanya dimiliki oleh keluarga Kekaisaran Benua Tengah atau orang-orang khusus yang dekat dengan keluarga kaisar.
Keempat kultivator itu tidak menyangka jika wanita asing itu merupakan kerabat dekat Kaisar Xi.
Wajah mereka memucat dan merasa takut jika Fang Yin adalah mata-mata yang dikirim oleh Kaisar Xi untuk mengawal misi mereka.
"Kita sepertinya telah menjebak orang yang salah," ucap Zhan Li penuh sesal.
Mereka merasa iba melihat Han Wu terus memainkan tubuh Fang Yin seperti sebuah boneka.
Fang Yin berkata terbata-bata karena tubuhnya terasa terhimpit saat Han Wu menggenggam tangannya dengan erat.
Mendengar ucapan Fang Yin, Han Wu pun segera mengendurkan genggamannya.
Bugh!
Tubuh Fang Yin terjatuh di tanah dengan posisi terbalik.
Dengan sisa-sisa tenaganya, Fang Yin mendorong kedua tangannya ke tanah untuk menyangga tubuhnya lalu menurunkan kakinya perlahan.
Han Wu berjalan mendekati Fang Yin dengan wajah dinginnya.
'Sepertinya aku membutuhkan bantuanmu, Paman.'
__ADS_1
Fang Yin mengeluarkan sebutir pil dari Gu Tian Feng dan menggenggam dengan erat untuk meremukkannya. Tenaganya yang terkuras akibat pertarungan dan serangan dari Han Wu membuat tangannya masih gemetar.
"Sekarang katakan apa tujuanmu?!"
Han Wu dan Fang Yin saling berhadapan dalam jarak yang sangat dekat.
"Uhukk! Uhukk! Aku ingin meminjam Kitab Sembilan Naga darimu," jujur Fang Yin.
Shutt!
Dengan gerakan yang sangat cepat tangan Han Wu meraih leher Fang Yin dan mendorongnya ke belakang sambil membawanya terbang.
Fang Yin hampir kehabisan napas ketika punggungnya menghantam sebuah pohon besar dan cekikan Han Wu semakin erat.
Tangan kiri Fang Yin menahan cekikan Han Wu sedangkan tangan kanannya berusaha keras untuk menghancurkan Pil Pemanggil Roh.
'Ayolah! Aku tidak kuat lagi menahannya!'
Wussshh!
Aroma harum tercium ketika debu Pil Pemanggil Roh itu hancur menjadi debu dan tertiup angin.
Kekuatan mantra yang tertanam di dalamnya memungkinkan jiwa yang terpanggil melakukan teleportasi dengan cepat datang ke sana.
Sesosok bayangan melesat dengan cepat dan menyambar tubuh Fang Yin yang telah melemah akibat cekikan Han Wu.
****
Bersambung ....
__ADS_1