Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 196


__ADS_3

Qing dan Zhao membawa Fang Yin menuju ke sebuah rumah yang berada di tengah desa. Rumah itu sedikit masuk dan tidak langsung berbatasan dengan jalan besar.


Ketika mereka sampai di halaman sebuah rumah, ketiganya di sambut oleh seorang wanita paruh baya yang masih sangat cantik. Senyumnya yang mengembang membuatnya terlihat sangat memesona.


"Qing'er, Zhao'er! Siapa dia?" tanya wanita itu dengan lembut.


Zhao yang lebih lancar berbicara datang menghampiri wanita itu lalu membisikan sesuatu padanya. Wanita itu terlihat sedang mengangguk-angguk tanda mengerti apa yang dikatakan Zhao.


Setelah mendengar penjelasan dari Zhao, wanita itu akhirnya meminta kedua putranya untuk membawa Fang Yin masuk ke dalam rumahnya. Jika dilihat dari luar, rumah itu terlihat begitu sederhana. Namun begitu masuk ke dalam, rumah itu sangat mewah dengan berbagai perabot yang sangat mahal.


Qing dan Zhao terus membawa Fang Yin masuk ke dalam sebuah kamar di mana ayah mereka sedang terbaring sakit. Sudah sekitar dua bulan ini ayah mereka menderita sakit sehingga membuat tubuhnya terlihat sangat kurus.


Di samping ayah Qing berdiri seorang pria yang memiliki wajah yang sedikit mirip dengan Zhao. Fang Yin belum mengenal siapa pria itu tetapi tampaknya dia terlihat kurang menyukai kedatangan Fang Yin.


"Beginilah keadaan suamiku, Nona. Saya sangat berharap Anda bisa mengobatinya," ucap wanita yang tadi.


"Oh, iya, perkenalkan saya Lin Hua, ini adik iparku Zheng Moran, dan ini suamiku Zheng Bairan." Wanita itu memperkenalkan anggota keluarganya.


Fang Yin menyatukan kedua tangannya untuk memberi hormat sebelum memperkenalkan dirinya.


"Saya seorang tabib yang berkeliling ke berbagai benua, namaku Xiao Yin." Fang Yin memakai identitas sebagai seorang ahli pengobatan.


Meskipun status kaum wanita di Benua Utara di anggap rendah, sepertinya menyamar sebagai tabib masih aman untuknya. Para pria di Kekaisaran Benua Utara sangat membenci wanita yang memiliki kekuatan yang lebih besar daripada seorang pria, untuk itu Fang Yin harus berhati-hati agar dirinya aman.


"Saya tidak merasa yakin Anda bisa mengobati kakakku. Jika aku lihat, usia Anda masih sangat muda," ucap Zheng Moran meragukan kemampuan Fang Yin.


"Saya tidak tahu separah apa penyakit tuan ini. Bisakah saya memulai untuk mengobatinya?" Fang Yin meminta ijin untuk memulai pengobatannya.

__ADS_1


Zheng Moran mempersilakan Fang Yin dengan isyarat tangan. Lin Hua mundur dan memberi tempat pada Fang Yin untuk duduk di dekat suaminya yang sedang terbaring.


Fang Yin mengambil tangan Zheng Bairan lalu memeriksa nadinya. Untuk memperoleh hasil yang akurat, Fang Yin mengulanginya hingga beberapa kali. Setelah itu Fang Yin mulai memeriksa kelopak mata, mulut, dan beberapa bagian tubuh lain.


'Lagi-lagi racun. Mengapa tidak ada yang tahu jika pria ini terkena racun? Jika memakai jamur tapak dewa, maka tubuh pria ini akan kehilangan kemampuannya untuk bergerak dan mungkin akan mengalami kelumpuhan secara permanen. Untung saja Qing dan Zhao tidak menemukan jamur itu.' Fang Yin menekan beberapa titik meridian di tubuh Zheng Bairan tanpa mengatakan sepatah katapun.


Zheng Moran terus memperhatikan apa yang dilakukan oleh Fang Yin. Entah apa yang dia pikirkan, dia tidak menunjukkan ekspresi apapun. Wajahnya terlihat datar.


Fang Yin meminta Lin Hua untuk membantunya membuka pakaian bagian atas Zheng Bairan. Tubuh kurus Bairan membuat Lin Hua merasa miris. Dua bulan bukankah waktu yang sebentar bagi seseorang untuk merasakan penderitaan.


Setelah tubuh Zheng Bairan berbaring dengan nyaman, Fang Yin mengeluarkan jarum akupuntur miliknya yang dia simpan di dalam ikat pinggangnya. Jarum yang terbuat dari perak itu telah disterilkan oleh Fang Yin sebelum menyimpannya jadi bisa langsung dia gunakan saat ini juga.


Tubuh Zheng Bairan kini telah dipenuhi dengan jarum akupuntur yang ditancapkan oleh Fang Yin. Lin Hua memalingkan wajahnya karena merasa ngeri melihat pemandangan di hadapannya itu. Dia tidak sanggup untuk melihatnya lebih lama lagi.


Qing dan Zhao mencoba tegar dan melihat secara langsung apa yang dilakukan oleh Fang Yin.


"Kamu tidak akan menyakiti kakakku, kan? Aku akan menghentikanmu jika sampai itu terjadi." Zheng Moran akhirnya angkat bicara.


Tubuh Zheng Bairan bergerak-gerak ketika energi itu mulai masuk ke dalam tubuhnya. Dia terlihat sedang menahan rasa sakit yang teramat menyiksa. Mulutnya menggigit kuat-kuat hingga wajahnya yang semula pucat kini berwarna kemerahan.


Zheng Moran ingin menghentikan pengobatan yang dilakukan oleh Fang Yin tetapi Qing dan Zhao menghadangnya. Mereka tidak ingin pamannya itu mengganggu jalannya pengobatan yang dilakukan oleh Fang Yin.


Racun yang mengendap di tubuh Zheng Bairan sudah terlalu banyak. Fang Yin pun terlihat berkeringat saat berusaha keras untuk mengeluarkannya. Qi pengobatan yang dia keluarkan meluruhkan racun itu lalu mendorongnya keluar bersama keringat yang keluar dari pori-pori kulit Zheng Bairan.


Cairan hitam kehijauan keluar dan mengalir di permukaan kulit Zheng Bairan. Fang Yin meminta Zhao dan Qing untuk mengelap keringat bercampur racun itu.


Keadaan Zheng Bairan sedikit demi sedikit mulai membaik. Dia tidak lagi merasakan sakit di tubuhnya dan keringat yang keluar dari tubuhnya berangsur menjadi jernih.

__ADS_1


"Coba Anda gerakkan tangan dan kaki Anda, Tuan," pinta Fang Yin ingin melihat apakah Zheng Bairan sudah membaik.


Zheng Bairan melakukan apa yang diperintahkan oleh Fang Yin. Semua orang terkejut melihatnya. Meskipun sangat lemah, tangan dan kaki Zheng Bairan bisa bergerak dengan leluasa.


Fang Yin membereskan jarum akupunturnya lalu meminta Qing untuk membuat Zheng Bairan duduk dengan tegak. Setelah itu Fang Yin mengambil posisi duduk di belakang Zheng Bairan.


"Makanlah pil ini, Tuan!" Fang Yin memberikan sebuah pil pemulih untuk Zheng Bairan.


"Tunggu! Aku ingin melihatnya terlebih dahulu. Aku takut jika pil itu berbahaya untuk kakakku." Zheng Moran berjalan mendekati Zheng Bairan tetapi Zheng Bairan buru-buru menelan pil itu.


Merasa dirinya diacuhkan, Zheng Moran terlihat sangat marah. Kedua tangannya mengepal dan menatap Fang Yin penuh dengan kebencian.


Kedua tangan Fang Yin mendorong ke depan dan menempel di punggung Zheng Bairan. Kali ini keadaan berbeda dengan sebelumnya, Qi pengobatan yang diberikan Fang Yin akan membuat tubuh Zheng Bairan merasa sejuk. Dia akan merasakan sakit ketika Qi yang masuk ke dalam tubuhnya telah mencapai batas maksimal.


Fang Yin segera menghentikan pengobatannya ketika melihat kedua tangan Zheng Bairan meremas pakaiannya. Meskipun tidak mengatakannya, Fang Yin cukup paham jika Zheng Bairan merasakan sakit.


Kruukkk!


Suara perut Fang Yin terdengar keras sekali.


Semua orang mendengarnya dengan sangat jelas terutama Zheng Bairan.


'Memalukan sekali. Sungguh perutku tidak bisa bersopan santun di tengah tuan rumah.' Fang Yin menunduk malu wajahnya tersipu di balik cadarnya yang berwarna kelabu.


"Lin Hua! Perintahkan pelayan untuk menyiapkan jamuan yang istimewa untuk tamu kita!" seru Zheng Bairan sambil mengenakan kembali pakaiannya.


Tubuhnya kini sudah kembali bugar. Dia menggerakkan bahunya lalu mencoba berdiri sendiri tanpa bantuan siapapun.

__ADS_1


****


Bersambung ...


__ADS_2