Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 93. Sebuah Tipuan


__ADS_3

'Kamu tidak boleh takut, Fang Yin! Ingatlah rasa takut adalah kematian!' ujar Fang Yin dalam hatinya.


Fang Yin mulai mengatur kembali pernapasannya dan aliran Qi yang ada di dalam tubuhnya bersiap untuk menyerang kembali.


"Kalian sudah berani memasuki wilayahku dan membunuh para prajuritku. Sekarang rasakan ini!"


Binatang roh yang melayang-layang di udara itu mulai melakukan serangan.


Dari tangannya muncul sebuah senjata yang berbentuk seperti tongkat dengan berbahan dasar kristal yang berkilau. Di ujung tongkat bagian bawah sangat runcing dan bagian atas terdapat bulatan kristal yang mengeluarkan cahaya yang sangat terang.


Ketika binatang roh itu mengayunkan tongkatnya ke arah Fang Yin, bongkahan-bongkahan batu muncul dari dalam tanah dan melesat ke arah Fang Yin hingga membuatnya bergerak dengan cepat untuk menghindar.


Makhluk itu juga melakukan serangan pada Ketua Sekte dengan serangan yang sama.


Fang Yin mengambil kesempatan ketika binatang roh yang bisa berbicara itu sedang menyerang Ketua Sekte, dia menggunakannya untuk mengeluarkan Jurus Badai Es.


Binatang roh itu melihat ke arah Fang Yin dan bergerak cepat untuk menghampirinya.


"Ratu Es!" gumamnya.


Perangainya mulai berubah, yang tadinya menyerang Fang Yin dengan penuh amarah, kini berubah sedikit melembut.


"Waktu yang telah dijanjikan akhirnya tiba! Yi Long memberi hormat pada Yang Mulia Ratu!" binatang menyeramkan itu berlutut di hadapan Fang Yin yang telah siap menyerang dengan Jurus Badai Es.


"Aku tidak percaya pada bualanmu! Bersiaplah untuk mati!" Fang Yin tidak mempercayai ucapan binatang roh yang masih terduduk tak berdaya itu.

__ADS_1


"Mati di tangan Ratu adalah suatu kehormatan bagiku. Setidaknya dengarkan aku lebih dulu yang mulia. Di belakang hutan ini ada sebuah istana. Jika tidak percaya mari ikuti saya pergi ke sana." ucap binatang roh itu penuh hormat pada Fang Yin.


"Kak Feng! Kak Feng!" panggil Fang Yin ketika dia tidak melihat kakak angkatnya itu.


Binatang roh itu terlihat panik ketika dia pun tidak melihat Ketua Sekte di sana.


"Hei, kalian! Siapa yang memerintahkan kalian untuk menangkap manusia itu!" pekik binatang roh yang berada di hadapan Fang Yin.


Tidak lama kemudian, muncul beberapa bayangan binatang roh yang membawa tubuh Ketua Sekte yang tercabik di beberapa bagian ke hadapan Fang Yin.


Fang Yin menarik tubuh Ketua Sekte dengan salah satu tangannya dan tangan yang lain masih siaga dengan jurusnya.


Sebuah pil pemulih energi dia keluarkan lalu dia berikan pada Ketua Sekte dan memintanya untuk segera menelan pil itu.


Ketua Sekte menatap ke arah Fang Yin seolah memberitahu agar Fang Yin jangan percaya pada binatang roh di hadapannya itu.


Ketua Sekte dan Fang Yin saling berpandangan.


Meskipun mereka tahu berada di negeri binatang roh serigala ini sangat menakutkan. Namun tidak ada pilihan lain selain mengikuti kemauan binatang itu sambil menunggu Qi pendukung yang ada di dalam tubuh mereka kembali pulih.


Binatang roh itu berjalan dengan diikuti oleh binatang yang menangkap Ketua Sekte tadi.


Fang Yin masih mempertahankan Juris Badai Es di tangannya dengan tatapannya yang selalu waspada.


Binatang roh itu berhenti pada sebuah persimpangan. Di sisi kanannya terpampang pemandangan berupa lembah yang bersinar di kegelapan. Sedangkan di sisinya hutan yang sangat gelap.

__ADS_1


Kecurigaan Fang Yin semakin besar ketika dia merasakan energi lain ada di tempat itu. Sepertinya Ketua Sekte juga merasakannya. Dia menoleh ke arah Fang Yin dan memberi tatapan peringatan padanya.


"Aku tidak akan pergi ke istanamu!" seru Fang Yin memberikan penolakan pada binatang roh yang mengaku bernama Yi Long itu.


"Sudah beribu-ribu tahun kami menunggu kedatanganmu! Kamu pikir kami akan melepaskan kamu begitu saja!" seru Yi Long.


Dia menghentakkan tongkatnya sebanyak tiga kali lalu muncullah pasukan binatang roh yang berjumlah ratusan di belakangnya.


Fang Yin dan Ketua Sekte terbelalak melihat pemandangan di depannya itu.


"Kita tidak bisa melawan mereka semua, Kakak. Tetapi kita juga tidak bisa mengikuti kemauan mereka. Aku merasa mereka menginginkan aku bukan menjadi seorang ratu tetapi sebagai penyempurna kultivasinya. Pemimpin itu begitu tertarik ketika melihat aku mengeluarkan jurus ini," bisik Fang Yin pada Ketua Sekte.


"Kamu benar, Yin'er! Kita harus segera pergi dari sini dan pergi sejauh-jauhnya dari tempat ini. Kita hanya akan mati konyol jika nekat untuk berperang melawan mereka semua." Ketua Sekte mengungkapkan idenya.


Fang Yin mengangguk karena tidak ada pilihan lain.


"Apakah kalian sudah memikirkan keputusan yang akan kalian ambil?!" nada bicara Yi Long terkesan mendesak mereka berdua untuk segera menjawab.


"Keputusan kami masih tetap sama! Kami ada satu urusan penting dan tidak memungkinkan kami untuk tinggal," jawab Fang Yin tegas.


"Baiklah! Aku tetap akan memaksa kalian untuk tinggal selamanya di sini! Kalian semua, tangkap mereka!" seru Yi Long.


Fang Yin dan Ketua Sekte melompat ke arah hutan yang gelap sambil melemparkan serangan untuk menghambat langkah pengejaran mereka.


****

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2