
Tubuh Cau Ahlin masih terbaring lemah di atas tempat tidur. Kepergian ibunya yang mendadak membuatnya merasa penasaran tetapi dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya untuk pergi menyusulnya. Keadaannya masih sangat lemah.
Gong Kim telah sampai di luar istana dan mendapati beberapa binatang roh naga datang dalam keadaan terluka. Mereka terlihat seperti habis bertarung.
"Yang Mulia! Yang Mulia! Bahaya, Yang Mulia. Ying Yushi dari alam bawah berhasil membuka ikatannya. Dia telah memakan banyak korban!" seru salah satu dari mereka.
Gong Kim menatap orang itu tidak percaya. Sangat sulit dipercaya. Segel yang mengikat Ying Yushi sangat kuat sangat sulit bagi binatang roh biasa membebaskannya.
"Bukannya aku tidak percaya pada kalian tetapi aku merasa tidak yakin jika wanita iblis itu bisa terlepas dari ikatan." Gong Kim masih merasa jika binatang roh yang melapor itu memberikan informasi yang salah.
"Benar, Yang Mulia. Kami bisa melihat dari ciri-cirinya. Wanita iblis itu memakan ras kita tanpa belas kasihan. Entah berapa orang yang berhasil dia bunuh," jelas orang itu lagi.
Binatang roh lain ikut membenarkan ucapannya. Mereka juga sedang berada di tempat kejadian ketika Ying Yushi sedang membantai bangsa mereka.
Ketiga binatang roh naga yang menghadap pada Gong Kim telah berusaha menyelamatkan temannya tetapi kekuatan mereka tidak sebanding dengan Ying Yushi. Mereka mengalami luka yang cukup serius di sekujur tubuhnya.
Gong Kim mendorong tangannya ke depan lalu mengeluarkan energi pengobatan untuk mengobati luka mereka. Dalam sekejap luka-luka itu menghilang.
"Terimakasih, Yang Mulia," ucap ketiganya hampir berbarengan. Mereka menyatukan tangannya memberi hormat pada Gong Kim.
"Hmm." Gong Kim mengangguk lalu kembali berkata. "Bawa aku ke tempat di mana Ying Yushi berada!"
"Baik, Yang Mulia."
Ketiga binatang roh naga yang melapor memimpin perjalanannya menuju ke tempat Ying Yushi berada. Gong Kim menoleh ke belakang dan berharap Cau Ahlin akan baik-baik saja bersama pelayannya.
Mereka berempat telah sampai di tempat semula tetapi Ying Yushi sudah tidak berada di sana. Gong Kim hanya merasakan jejak energi yang tertinggal di sana.
Semua yang dikatakan oleh ketiga binatang roh naga yang menghadapnya memang benar. Dia mencium aroma darah dan keadaan yang berantakan sisa-sisa pertarungan.
Tidak akan sulit menemukan Ying Yushi setelah Gong Kim memeriksa jejak energi dan hawa kehadiran Ying Yushi yang tertinggal di sana.
"Aku pasti akan menemukanmu. Tidak akan kubiarkan kamu mengacau di wilayah kekuasaanku, Wanita Iblis." Gong Kim terlihat sangat geram. Aura energinya bocor keluar dan membuatnya terlihat menakutkan. Saat dia marah, energinya yang besar akan sulit untuk dikendalikan.
Suara gemuruh terdengar di langit dengan kilat yang menyambar-nyambar di balik jajaran awan. Keadaan mencekam ini tiba-tiba datang ketika Gong Kim mengeluarkan auranya.
Binatang roh naga yang semula berkeliaran di langit berlarian mencari tempat berlindung. Fenomena seperti ini sangat jarang terjadi. Mereka tahu jika fenomena ini terjadi karena ratu para binatang roh naga sangat murka.
Keberadaan Ying Yushi belum diketahui oleh seluruh penghuni dimensi binatang roh naga. Hanya para korban dan orang yang sebelumnya bertemu dengannya saja yang tahu tentang kemunculannya. Meskipun Ying Yushi belum bangkit sepenuhnya tetapi keberadaannya sudah menjadi ancaman bagi Dimensi binatang roh naga.
"Ratu sedang murka! Ratu sedang murka!" teriak binatang roh naga kepada siapapun yang ditemuinya.
Mereka berbondong-bondong pulang ke tempat tinggal dan bersembunyi dari kemungkinan bencana yang timbul akibat amukan Gong Kim.
Ying Yushi menghentikan langkahnya. Dia berdiri di atas sebuah tebing yang memiliki banyak goa. Awalnya dia ingin mencari binatang roh naga kuat di sana. Namun, melihat fenomena yang terjadi semuanya urung dilakukannya.
Apa yang terjadi saat ini sama seperti apa yang terjadi beberapa ratus tahun lalu di mana Ying Yushi bertarung menghadapi Ling Han, nenek moyang Gong Kim. Pertarungan mereka berakhir dengan penyegelan yang membuat Ying Yushi terkurung di dalam segel tersebut.
Sebelum terlepas dari ikatan sihir pada segel yang mengurungnya, Ying Yushi menjebak binatang roh naga dengan menyerap hawa murni mereka. Binatang roh naga yang datang ke tempat di mana Cau Ahlin berlatih dan membebaskannya pasti akan menjadi korbannya.
'Apa yang terjadi sebenarnya? Bukankah Ling Han sudah mati, lalu ini?' Muncul rasa takut di hati Ying Yushi. Kekuatannya belum pulih sepenuhnya setelah gagal mencoba memasuki tubuh Cau Ahlin.
Sebuah serangan energi meluncur dengan sangat cepat dari balik awan. Ying Yushi melompat untuk menghindar. Dia mencari-cari sosok yang menyerangnya tetapi dia tidak menemukannya.
Seekor naga berwarna kuning emas melesat terbang ke arah Ying Yushi. Semburan api dan lemparan energi menyerangnya silih berganti. Untuk menghindari teknik ilusi dan hipnotis Ying Yushi, Gong Kim memilih serangan jarak jauh.
"Siapa kamu? Berani-beraninya menyerangku!" seru Ying Yushi.
"Harusnya aku yang bertanya padamu. Mengapa kamu membantai rakyatku? Kamu pikir kamu begitu hebat hingga memiliki keberanian untuk mengacau di tempat ini." Gong Kim balik menggertak Ying Yushi.
Pertarungan di antara mereka pun tak terelakkan. Ying Yushi tidak lagi menghindar melainkan membalas semua serangan yang dilakukan oleh Gong Kim. Mereka saling serang dengan menggunakan energi murni dari dalam tubuh mereka.
Dari awal pertarungan Gong Kim selalu unggul. Ying Yushi terus terdesak ke belakang dan mengalami luka dalam yang cukup serius.
"Hemh!" Gong Kim mendengus.
"Kamu pikir kamu begitu hebat, ha? Aku tidak akan membiarkanmu terus berbuat seenaknya. Sebagai seorang ratu dimensi ini aku tidak akan melepaskanmu begitu saja," imbuh Gong Kim.
Ying Yushi memegangi dadanya yang terasa sakit dan sesak karena mengalami luka dalam yang cukup parah. Untuk menghemat energinya, Ying Yushi merubah wujudnya menjadi seekor rubah berekor lima.
"Dasar siluman licik. Kamu pikir aku akan merasa iba melihatmu begitu lucu." Gong Kim ingin segera menyelesaikan semuanya dan membawa Ying Yushi ke istana.
Kekhawatirannya pada Cau Ahlin membuatnya tidak tega meninggalkannya terlalu lama. Keadaannya mungkin sudah membaik tetapi Gong Kim merasa ada yang aneh dengan putranya itu. Selama mengalami demam dia terus mengingau tentang teknik rahasia dan mengatakan 'kamu membohongiku' secara berulang-ulang.
Gong Kim membuka tangannya ke atas lalu muncullah sebuah energi berwarna kebiruan. Setelah membesar energi itu berwarna kemerahan. Bentuknya menyerupai sebuah gelembung besar yang memiliki ruang kosong di bagian tengah.
Tangan Gong Kim mendorong energi itu ke arah Ying Yushi dan membuat tubuhnya terperangkap ke dalam ruang kosong di tengah bola energi itu. Suara Ying Yushi melengking memekakkan telinga ketika dia berusaha untuk melepaskan diri dari kurungan energi itu tetapi tidak bisa.
"Diam atau aku akan menyiksamu di dalam sana!" ancam Gong Kim.
Ying Yushi tidak memberontak. Dia terdiam tetapi tidak menyerah. Untuk saat ini tidak ada yang bisa dilakukannya.
'Sial! Aku pikir bola ini akan meledak. Energi macam apa ini? Bagaimana bisa mengurungku seperti ini? Segel mantra sialan! Kapan aku bisa terlepas darinya juga.' Ying Yushi terlihat sangat marah ketika tidak bisa berbuat apa-apa di sana.
Gong Kim membawanya terbang tanpa melepaskan bola energi yang mengurungnya. Mereka melewati perjalanan yang cukup panjang. Jarak antara istana dan tempat mereka bertarung cukup jauh.
__ADS_1
Halaman istana Gong Kim terlihat sepi. Para pelayannya masuk ke dalam istana karena merasa takut dengan suasana alam di dimensi itu yang masih menakutkan hingga saat ini.
Ketika kaki Gong Kim menyentuh tanah, tubuhnya berubah menjadi seorang manusia. Dia membawa Ying Yushi berjalan bersamanya dengan cara menggelindingkan bola energinya.
Suara petir semakin keras seakan berada dalam ketinggian yang rendah. Angin yang berhembus menjadi sangat kencang seperti ingin merobohkan apapun yang ada di tempat itu.
Penghuni dimensi itu merasa takut dan menganggap peristiwa ini sebagai sebuah pertanda buruk. Fenomena ini sangat langka. Langit seperti akan runtuh oleh suara petir yang terus menggelegar.
"Yin Yushi! Aku akan membuatmu tidak bisa bangkit lagi setelah ini. Jangan pernah berpikir untuk memanfaatkan penghuni dimensi ini untuk membuatmu menjadi penguasa di dunia bawah. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi." Gong Kim merentangkan kedua tangannya ke samping lalu memutar pergelangan tangannya membentuk sebuah pola.
Energi yang sangat besar keluar dari sana dengan daya rusak yang sangat besar. Jika energi yang terkumpul di kedua tangannya disatukan maka tidak akan ada yang bisa selamat apabila energi ini menyentuh mereka.
'Aura ini! Aku tidak bisa tinggal diam. Aku pasti akan mati konyol jika membiarkan wanita ini menyerangku dengan energinya.'
Bola mata Ying Yushi bergerak-gerak saat dia berpikir. Ketakutan terlihat jelas di wajahnya. Dia benar-benar merasa terancam saat ini.
"Apa kamu takut?" tanya Gong Kim menyadari perubahan ekspresi wajah Ying Yushi yang terlihat cemas.
Ying Yushi menggeleng. Dia kembali merubah tubuhnya menjadi manusia. Dalam wujud ini dia kini bisa merasakan dengan jelas bahwa energi yang dimiliki oleh lawannya mirip sekali dengan energi yang dia serap dari Cau Ahlin.
Kekhawatiran di wajahnya memudar. Kini dia melihat sebuah peluang untuk menang. Akal liciknya mulai bekerja. Jika dia tidak bisa melawan musuhnya dengan kekuatannya sendiri maka dia bisa mengendalikan bonekanya.
'Aku yakin Cau Ahlin memiliki hubungan yang dekat dengan wanita ini. Aku akan membuat mereka bertarung secara fisik dan emosional. Sepertinya pertunjukkan ini akan sangat menarik.' Senyum jahat menghias wajah licik Ying Yushi.
Di saat Gong Kim terus fokus dengan energinya, Ying Yushi juga fokus dengan mantra pemanggil roh miliknya. Bermodalkan segel yang ditanam di telapak tangan Cau Ahlin maka dia bisa mengendalikannya dengan mudah.
Cau Ahlin yang sedang berada di kamarnya dijaga oleh beberapa orang pelayan. Mereka melayani apa yang dibutuhkan olehnya sebelum dia berkultivasi.
Panggilan Ying Yushi membuatnya menghentikan kultivasinya. Cau Ahlin berusaha untuk melawan panggilan itu dan menolak perintah Ying Yushi. Namun, sekuat apapun dia memberontak maka sejumlah itu juga dia kalah.
Tubuh Cau Ahlin bergerak tidak tentu arah dan terlihat aneh. Sesekali dia berjalan dengan cepat dengan langkah sempoyongan dan terkadang dia juga menahan dirinya seolah ingin kembali masuk ke dalam istana.
Tubuhnya tidak mampu menahan energi yang menariknya dan membuatnya bergerak tak terkendali. Matanya terbelalak ketika melihat Gong Kim mengeluarkan energi yang begitu kuat dan mengurung Ying Yushi di dalam sebuah bola energi. Selama ini dia melihat ibunya sebagai seorang ratu yang lemah lembut lagi penyayang.
"Ibu!" seru Cau Ahlin membuat Gong Kim menoleh ke belakang.
Cau Ahlin masih bergerak di luar kendalinya dengan bergerak sesuai keinginan Ying Yushan. Kaki dan tangannya terlihat membentuk gerakan dengan memasang kuda-kuda. Namun, wajahnya sama sekali tidak menunjukkan permusuhan.
Gong Kim merasa curiga tetapi dia berpura-pura tidak tahu jika Ying Yushi yang mengendalikan Cau Ahlin.
"Anak nakal. Apa yang kamu lakukan di sini? Lebih baik kamu beristirahat di dalam," ucap Gong Kim.
Wanita itu mulai kehilangan konsentrasinya hingga membuat penambahan energi di tangannya terhenti. Sangat sulit baginya untuk mengambil sikap yang berlawanan arah yang membuat konsentrasinya terbelah.
'Aku akan menunda untuk menghabisi Ying Yushi. Aku akan membiarkannya bersantai sejenak aku ingin tahu apa yang bisa dia lakukan untuk melawanku.' Gong Kim tidak tahu seperti apa rencana Ying Yushi.
Hanya mulut dan perkataannya saja yang bisa dikendalikan. Selain itu, segala sesuatunya dikendalikan oleh energi Ying Yushi.
"Ibu menyesalkan kebodohanmu tapi sudahlah. Semua sudah terlanjur. Tidak ada yang perlu disesalkan." Gong Kim berusaha untuk berpikir bijak dan memaafkan kesalahan Cau Ahlin.
Sikap Gong Kim semakin membuat Cau Ahlin merasa bersalah. Di alam bawah sadarnya ketika terlelap dalam mimpi, dia bisa melihat semua yang dilakukan oleh Ying Yushi padanya dengan jelas.
"Sungguh pertarungan yang sangat menarik. Sangat sayang untuk melewatkan acara hari ini di mana seorang ibu bertarung dengan putranya sendiri," ejek Ying Yushi pada Cau Ahlin dan Gong Kim.
"Aku mengakui kelicikanmu. Sungguh apa yang kamu lakukan membuatku semakin ingin membunuhmu." Gong Kim tidak sabar untuk membunuh Ying Yushi dan menyadarkan Cau Ahlin.
Jika Cau Ahlin tidak datang mungkin Ying Yushi sudah mati di tangan Gong Kim dan membuat tubuhnya hancur berkeping-keping.
"Putramu adalah jalanku untuk mendapatkan jalan keluar dari dimensi sialan ini." Ying Yushi terlihat berapi-api dan penuh semangat.
Kedua tangan Ying Yushi melakukan gerakan dengan pola tertentu dan terlihat Cau Ahlin mengikutinya. Apa yang dilakukan olehnya selalu diikuti oleh Cau Ahlin.
Jika energinya telah pulih maka Ying Yushi tidak perlu melakukan ini. Namun, kondisinya memang belum baik-baik saja sehingga dia memerintah Cau Ahlin dengan energi seadanya.
Gerakan yang dilakukan olehnya membantu energi dari dalam tubuhnya keluar dengan hemat. Setiap gerakan yang dilakukan Cau Ahlin berada dalam kendalinya secara penuh.
Perasaan tidak tega menyelimuti hati Gong Kim. Bagaimana pun juga Cau Ahlin adalah putranya. Tidak mungkin dia membalas serangannya.
'Pertarungan macam apa ini? Aku harus bertarung melawan putraku yang kujaga selama ini. Aku tidak boleh merasa lemah. Hanya butuh bersabar sejenak untuk menunggu Ying Yushi melemah dan kehabisan tenaganya.' Gong Kim merubah tubuhnya menjadi seekor naga dan melesat jauh menembus awan petir.
Cau Ahlin menyusulnya dan terus melepaskan serangan pada ibunya. Semua yang dilakukannya berlawanan dengan keinginannya.
"Ibu, maafkan aku," sesal Cau Ahlin.
Dia benar-benar merasa dibodohi oleh Ying Yushi. Akibat kebodohannya sendiri dia harus melawan ibunya dan menyerangnya tanpa ampun.
"Sudahlah. Penyesalan hanya akan membuatmu menjadi lemah. Bertahanlah sebentar maka semua akan kembali normal," hibur Gong Kim.
"Aku akan berusaha untuk melawan perintahnya." Setelah berusaha keras akhirnya Cau Ahlin bisa mengontrol beberapa bagian gerakan inti.
Keduanya kembali bertarung secara pura-pura untuk mengelabuhi Ying Yushi. Sandiwara ini berhasil. Ying Yushi tertawa penuh kemenangan dan berpikir jika dia telah mendapatkan apa yang diinginkannya.
Kewaspadaan Ying Yushi menurun. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Gong Kim. Energi yang dikeluarkannya tidak menghilang tetapi tersimpan di balik tangannya. Dia mengeluarkannya lagi dan membuat semua mata tercengang.
"Ahlin," panggil Gong Kim.
__ADS_1
"Iya, Ibu. Apakah ibu ingin memintaku melakukan sesuatu?" tanya Cau Ahlin merasa heran dengan perubahan ekspresi wajah Gong Kim yang terlihat murung.
Gong Kim menggeleng.
"Jaga dirimu baik-baik jika sesuatu yang buruk terjadi pada ibu setelah ini."
Setelah mengatakan itu Gong Kim melompat ke arah Ying Yushi dan menyerangnya. Gerakannya yang sangat cepat membuat Ying Yushi tidak memiliki kesempatan untuk menghindar.
Tidak mudah untuk melawan dua orang sekaligus dalam sebuah pertarungan. Bagi Gong Kim jika lawannya bukan Cau Ahlin mungkin keduanya sudah mati sejak tadi.
"Aku tidak akan lelah semudah ini. Lihat saja bagaimana aku membalas seranganmu." Ying Yushi bersiap dengan serangannya.
Kedua energi milik mereka membuat keduanya saling dorong. Gong Kim lebih unggul tetapi dia tidak bisa menahan serangan itu terus menerus.
Ying Yushi menatap ke arah Cau Ahlin dan membuatnya kembali terpengaruh. Meskipun dia tidak menggerakkan tangannya, pengaruh dari perintah yang diberikannya membuat Cau Ahlin kembali menyerang Gong Kim.
Konsentrasi Gong Kim kembali pecah. Dia tidak bisa bertahan lebih lama lagi.
Dengan gerakan yang sangat cepat demi menghindari serangan Cau Ahlin, Gong Kim melompat ke atas sebuah batu besar. Dia kemudian menarik Ying Yushi ke arahnya dan membawanya masuk ke dalam batu itu.
Gong Kim tahu setelah ini dia dan Ying Yushi akan mati. Kekuatan jiwanya tetap akan berada di sana dan mengikuti ke mana Ying Yushi pergi. Dengan begitu dia tetap akan bisa melindungi Cau Ahlin dan dimensi binatang roh naga.
Tanpa kata perpisahan, Gong Kim meninggalkan Cau Ahlin. Sesaat sebelum kematiannya dia memberikan senyuman termanisnya.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah ibu mengorbankan dirinya untuk melindungiku dan dimensi ini? Tidak. Ini tidak boleh terjadi. Ibu! Ibu!" teriak Cau Ahlin menyusul ibunya ke arah batu besar yang menelan tubuh ibunya bersama Ying Yushi.
Sekuat apa pun dia berusaha untuk menyelamatkan ibunya, tetap saja dia gagal. Gong Kim telah mengerahkan seluruh kekuatannya untuk membuat portal dan mengubur dirinya dan Ying Yushi hidup-hidup. Keduanya mati bersama dan menyisakan kekuatan jiwa saja.
Ingatan masa lalu Cau Ahlin tentang kematian ibunya berakhir.
***
Fang Yin ikut bersedih mendengar cerita Cau Ahlin tetapi dia tidak bisa melakukan apapun. Pengaruh Ying Yushi masih ada di segel yang tertanam di tangan Cau Ahlin.
Meskipun kekuatan jiwa Ying Yushi berada di tubuhnya, Fang Yin belum bisa mengendalikannya. Terlebih lagi ada kekuatan lain yaitu Gong Kim yang sudah pasti akan menghalanginya untuk keluar dari dimensi ini.
Kini hatinya menjadi dilema. Fang Yin harus bersiap untuk menghadapi pengalaman buruk, di mana dia harus bertarung menghadapi dua kekuatan jiwa yang kini sedang bersarang di tubuhnya.
"Aku turut bersedih dengan apa yang menimpamu tetapi aku tidak tahu bagaimana cara untuk membantumu. Jika kamu ingin pergi ke dunia manusia, aku akan mengabulkannya. Kita akan bersama-sama mencari jalan keluar untuk masalah ini."
"Kamu tidak sedang menipuku, bukan?" tanya Cau Ahlin.
Pertanyaan itu membuat Fang Yin merasa sangat marah. Ekspresi wajahnya menunjukkan kemarahan itu dan membuat nyali Cau Ahlin menciut.
"Jika aku mau bukankah aku bisa membunuhmu sebelum ini?"
Cau Ahlin mengangguk lalu menunduk. Dia benar-benar kacau di hadapan Fang Yin.
'Tidak salah Yin'er menjadi seorang pemimpin yang disegani. Meskipun dia seorang wanita tetapi dia memiliki ketegasan dan wibawa yang begitu menakjubkan.' Cau Ahlin memuji Fang Yin dalam hati.
"Apa rencanamu?" tanya Cau Ahlin.
Fang Yin berjalan menuju ke istana megah Cau Ahlin. Sejak kematian ibunya dia tidak suka tinggal di istana dan lebih senang berkeliaran di luar rumah.
"Bolehkah aku melihat telapak tanganmu? Aku ingin melihat segel seperti apa yang ditanam oleh Ying Yushi. Mungkin aku bisa melepaskannya."
Ucapan Fang Yin membuatnya tercengang. Sangat sulit untuk mempercayainya tetapi dia tidak memiliki alasan untuk mencegahnya. Tidak ingin membuat adiknya menunggu, Cau Ahlin pun segera memberikan tangannya.
Fang Yin mengamati telapak tangan Cau Ahlin lalu memegangnya dengan tangan kiri. Tangan kanannya menelungkup dengan telapak tangan menghadap ke bawah. Sebuah energi redup memancar dari telapak tangan Fang Yin.
Energi itu menerobos masuk ke dalam telapak tangan Cau Ahlin. Saat energi itu masuk dia tidak terlalu merasakan apa-apa. Namun, ketika Fang Yin menarik keluar segel yang tertanam di sana, Cau Ahlin mulai merasakan sesuatu yang berbeda.
Awalnya dia hanya merasa hangat tetapi lama kelamaan rasa hangat itu berubah menjadi rasa sakit. Rasa ini lebih buruk dari luka akibat pertarungannya melawan Yang Hui.
"Yin'er jangan kamu menyiksaku seperti ini, apa yang kamu lakukan. Kelihatannya kamu belum akan merasa puas jika belum membunuhku."
"Diamlah! Kecuali kamu ingin selamanya berada di dalam kendali Ying Yushi dan hidup di dimensi ini." Fang Yin menghentikan penarikan segel.
Sebelum Fang Yin semakin marah, Cau Ahlin pun berkata, "Lanjutkan saja, Yin'er! Meskipun ini sangat menyakitkan aku percaya kamu tidak bermaksud untuk membunuhku."
Tidak ingin banyak membuang waktu, Fang Yin kembali menarik segel itu kuat-kuat.
Cau Ahlin berteriak dengan sangat kencang. Teriakannya membuat seluruh pelayan yang bekerja di istana berhambur keluar untuk melihat apa yang terjadi.
Segel di tangan Cau Ahlin benar-benar terangkat dan hampir terlepas dari telapak tangannya. Namun, Fang Yin tidak berhasil membuatnya benar-benar lepas.
"Ijinkan aku meminjam kekuatanmu, Ying Yushi. Atau aku akan meminta Yang Hui untuk memakanmu hingga habis, bahkan aku bisa membuat kamu menghilang selamanya dari alam ini," ancam Fang Yin.
Bibir Cau Ahlin terlihat memucat. Cukup lama dia menahan rasa sakit.
Apakah Ying Yushi akan meminjamkan kekuatannya untuk membuka segel yang mengurungnya juga?
Simak kisah selengkapnya besok.
****
__ADS_1
Bersambung ....