Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 186


__ADS_3

Anak itu berjalan pelan dengan tubuh yang sedikit demi sedikit mulai berubah. Di tangan dan wajahnya mulai ditumbuhi bulu-bulu halus yang semakin lama semakin menebal.


Penduduk yang berkerumun terlihat ketakutan dan berlari menjauhi anak itu. Baru kali ini mereka melihatnya wujud yang menyeramkan seperti itu.


Bocah lima tahun itu memang sedikit aneh sejak lama. Namun puncaknya baru beberapa hari ini. Dia senang berteriak-teriak dan terlihat seperti sedang mengalami sakit kepala yang luar biasa.


Semua orang sudah pergi menjauh, hanya tinggal Fang Yin yang tetap berdiri dan tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya. Kudanya pun ketakutan lalu memberontak untuk pergi.


Fang Yin pun melepaskan kuda itu karena tubuhnya terombang-ambing olehnya saat mencoba untuk menenangkannya.


Mata anak kecil itu melihat Fang Yin dengan tajam. Tidak ada ketakutan seperti yang dimiliki oleh anak seusianya.


'Sepetinya anak ini memiliki darah spiritual dengan ras yang berbeda dengan manusia. Siapa sebenarnya orang tuanya?'


Fang Yin mencoba untuk bersikap biasa saja seolah tidak melihat apa yang ada di depannya sesuatu yang menakutkan.


Bocah itu mengeluarkan suara lolongan seperti seekor serigala yang sedang memanggil kawanannya. Bulu-bulu ditubuh anak itu menjadi lebih lebat dari sebelum-sebelumnya.

__ADS_1


Penduduk yang ketakutan mulai masuk ke dalam rumah mereka masing-masing lalu menutup pintunya rapat-rapat.


Hari itu sebenarnya masih sore. Seharusnya matahari masih bersinar. Namun entah dari mana datangnya, langit yang semula cerah kini menjadi gelap gulita tertutup oleh awan gelap.


Anak laki-laki itu berdiri di hadapan Fang Yin dengan aura yang sangat menakutkan. Pupil matanya memerah dan kuku-kuku di tangannya memanjang.


Mulutnya yang sebelumnya masih terlihat biasa, kini mulai berubah juga menyerupai mulut serigala dengan gigi taringnya yang tajam.


'Untung dia ras serigala, bukan ras yang lain. Setidaknya aku pernah menghadapi ras Nenek Lu.'


Fang Yin teringat akan token yang diberikan oleh Nenek Lu. Namun dia tidak ingin langsung menggunakannya karena Fang Yin ingin mengendalikan serigala kecil itu dengan caranya sendiri terlebih dahulu.


Bocah serigala itu mencoba untuk mendengarkan ucapan Fang Yin, tetapi tubuhnya seperti sulit untuk dia kontrol.


Darah ras serigala di dalam tubuhnya, mungkin lebih kuat daripada darah manusianya.


Aura berwarna merah keluar dari tubuh bocah serigala. Tanpa dia sadari dia telah mengeluarkan kekuatan jiwanya yang meluap-luap.

__ADS_1


Melihat anak serigala itu sebenarnya Fang Yin merasa tidak tega mengingat usianya yang masih sangat kecil. Dia harus menanggung siksaan sebagai manusia yang berbeda saat berada di dalam situasi ini.


Memiliki kekuatan yang besar membuat seseorang harus bisa untuk mengendalikannya. Pengendalian baik secara fisik maupun dengan teknik yang lain membutuhkan tenaga ekstra.


Fang Yin akan berusaha untuk menolong anak itu untuk bisa mengatur dan mengendalikan perubahan tubuhnya.


Tubuh Fang Yin melompat ke udara saat melihat tangan anak itu mengeluarkan energi spiritual dan melemparkan ke arahnya. Sedikit saja dia terlambat untuk menghindar maka akibatnya akan fatal.


Ledakan keras terdengar memekakkan telinga saat energi itu menghantam sebuah pohon.


Dalam sekejap pohon itu menjadi hangus.


Bocah itu kembali melemparkan serangannya tanpa memberi jeda.


Fang Yin berusaha tetap tenang dan berpikir untuk mencari cara bagaimana mengalahkan bocah itu tanpa melukainya.


****

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2