
BRAAKKK!
Sebuah meja nampak digebrak oleh seorang pria hingga semua benda yang ada di atasnya terlompat ke atas.
“Apa? Kenapa bisa terjadi? Bukankah aku sudah meminta kalian untuk memperketat penjagaannya? Kenapa bisa sampai kecolongan sepeti ini? Dasar tidak becus!” maki seorang tampan yang berdiri di belakang meja.
Wajahnya memerah dengan urat di dahi yang kehijauan menonjol ke luar. Dia sangat terkejut mendengarkan kabar yang baru saja di dapatkan.
“Maaf, Bos. Menurut kabar yang ku dapatkan, mereka sudah mencoba untuk mengikuti mobil Nona Wu semenjak dari kediaman Presdir Wang. Tapi ketika di tengah jalan, mereka kehilangan dia,” tutur sang anak buah.
“Tidak berguna. Mengawasi satu gadis saja tidak bisa,” maki pria itu lagi.
Dia kemudian menoleh ke arah sang tangan kanan yang berdiri tak jauh dari pintu.
“Nine, cepat minta Chip untuk melacak jejak Lilian sekarang juga. Dan kalian, cari jejaknya sampai dapat. Paham?!” seru pria yang adalah Falcon.
“Baik,Bos,” sahut si anak buah.
Dia pun kemudian pergi keluar untuk melaksanakan perintah dari bosnya. Sedangkan Nine, dia segera menuju ke basecamp mereka, di mana ruangan sang hacker berada.
Falcon terlihat duduk sembari menumpukan kedua sikunya di meja, dengan jemarinya yang saling bertaut tepat di depan wajahnya.
“Dimana kamu Lilian?” gumamnya.
Beberapa saat yang lalu, ketika mobil Liana keluar dari kediaman Presdir Wang, nampak lima mobil anggota gang Jupiter mulai mengikuti Chevrolet yang dikendarai oleh Liana.
Namun, ketika mereka keluar dari area Dream Hill milik Presdir Wang, beberapa mobil dengan jumlah dan jenis yang sama, mulai ikut masuk ke dalam barisan mereka.
“Hei, siapa mereka? Apa mereka bala bantuan yang di datangkan Kak Nine?” tanya salah satu orang yang berada di dalam mobil.
“Coba kau tanyakan,” seru yang lainnya.
Mereka berusaha menghubungi petingginya, namun sinyal seluler tidak terjangkau di tempat tersebut, sehingga membuat mereka kesulitan untuk mengkonfirmasi siapa orang-orang yang berada di dalam mobil asing tersebut.
“Sebaiknya kalian waspada, kalau-kalau mereka ternyata musuh dan menyerang kita,” seru yang lain.
Semua orang tegang dengan keberadaan mobil-mobil tersebur. Setiap anak buah Nine itu meraih senjata api yang sejak tadi disimpan di balik baju mereka dan bersiap siaga. Ketikan jalanan sepi, satu persatu dari mobil itu maju ke depan, namun tak ada pergerakan yang mencurigakan.
Namun, ada yang aneh. Masing-masing mobil asing itu, seolah menghalangi laju mobil anak buah Falcon agar perjalanan mereka terhambat.
__ADS_1
Mereka selalu menghalangi setiap kali anak buah Falcon hendak menyalip ke depan, hingga mereka semua ketinggalan jauh dari Liana.
“Brengs*k! Sedang apa mereka?” keluh salah satu pengemudi di sisi Falcon.
“Entah. Mereka seolah menghalangi kita. Apa sebaiknya kita serang mereka saja?” tanya yang lain.
“Kita tertinggal jauh dengan Kakak ipar. Sebaiknya salah satu dari kita menyalip mobil di depan,” seru yang lain.
Akhirnya, mereka pun memutuskan mencoba untuk menerobos barisan mobil-mobil penghalang itu, akan tetapi tetap tak bisa.
Namun, kelima mobil asing itu tiba-tiba saja melaju dengan cepat ke depan meninggalkan kelima mobil anak buah Falcon.
“Aneh. Kemana mereka pergi?” tanya salah satu anak buah.
“Jangan banyak tanya. Kita harus segera susul kakak ipar,” sahut yang lain.
Mereka malaju dengan cepat ke depan hingga tiba-tiba, mobil paling depan berhenti di sebuah tempat.
Mereka menemukan mobil milik Liana berhenti di sisi jalan dalam keadaan kosong. Mereka bahkan menemukan barang-barang pribadi milik gadis itu masih ada di dalam sana.
Salah satu anak buah Falcon memerintahkan semuanya untuk turun dan mencari keberadaan Liana di sekitar sana, dan meminta salah satu dari mereka untuk melaporkan ke markas secara langsung, karena di tempat tersebut tak bisa melakukan panggilan telepon keluar.
"Baik," sahut si pengirim pesan.
Dia pun segera pergi dari area tersebut untuk melaporkan kejadian ini kepada sang ketua geng, Falcon.
Di samping itu, semua orang yang tinggal mulai berpencar di sekitar mobil yang ditinggalkan itu, dan berteriak memanggil nama Lilian, berharap gadis itu menyahut. Namun, hingga hari gelap, tak ada tanda-tanda keberadaan gadis tersebut di sekitar sana.
“Bagaimana di sana?” tanya salah satu anak buah Falcon.
“Belum ketemu juga,” sahut yang lain.
Semua masih berusaha mencari Liana yang tiba-tiba hilang di tengah jalan menuju ke Golden City. Cukup lama mereka mencari, tiba-tiba sebuah panggilan dari Nine masuk ke ponsel salah satu anggota geng Jupiter yang masih berada di tempat kejadian.
Semua orang terkejut mendengar dering ponsel itu dan saling pandang satu sama lain. Si pemilik ponsel segera meraih benda pipih yang berada di saku celananya.
“Aneh! Tadi tak ada sinyal sama sekali. Coba kalian cek ponsel kalian,” serunya.
__ADS_1
Semuanya meraih ponsel masing-masing dan melihat jika sinyal seluler telah kembali secara tiba-tiba seperti semula.
“Ini jebakan! Kakak ipar di culik!” seru salah satu dari mereka.
Dering kembali terdengar, dan si pemilik ponsel pun melihat nama yang tertera di layar pipih tersebut. Dia buru-buru menerima panggilan yang masuk itu.
“Halo, Kak Nine,” sapa orang itu
Dia nampak terkejut mendengar perkataan lawan bicaranya di seberang.
“Baik. Kami akan segera ke sana,” ucapnya.
Sambungan pun terputus. Dia menyimpan kembali ponselnya dalam saku celana.
“Kita pergi dari sini. Kakak ipar sudah ditemukan,” serunya kepada semua rekan-rekannya.
...👑👑👑👑👑...
Di sebuah area pembangunan yang berada di luar Golden City. Suasana begitu sepi dan gelap. Semua pekerja telah pergi dan menyisakan alat-alat berat yang mereka gunakan untuk membangun gedung tersebut.
Dari kejauhan, terlihat beberapa mobil hitam datang secara bersamaan ke tempat itu.
Sesampainya di sana, semua orang berpakaian serba hitam keluar dari dalam mobil-mobil tersebut. Salah satu dari mereka mengambil tongkat pemukul yang dibawa dalam bagasi, dan membagikannya kepada semua orang.
Saat itu, tiba-tiba lampu sekitar area proyek menyala, dan sebuah lampu tembak menyorot ke atas, di mana sebuah crane besar berada, dengan sesuatu yang menggantung di atas sana.
Semua orang melihat ke arah itu dan betapa terkejutnya mereka, karena mendapati seorang gadis tengah tergantung di ketinggian dengan kondisi kedua tangan terikat ke atas.
“Kurang ajar!”
.
.
.
.
Sudah lunas hari ini ya bestie 😁 besok lagi ya
__ADS_1
Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏
Jangan lupa like dan komentar yah😘